
Malam pertama mereka habiskan untuk tidur keduanya terlihat diam saja meskipun sudah sah menjadi suami dan istri . Arneta masih merasa gugup dan malu untuk memulai pembicaraan dengan Musta . hingga akhirnya mereka terlelap ditempat tidur yang sama.setelah mendengar adzan Musta langsung pergi ke kamar mandi berwudhu lalu membangunkan Arneta untuk sholat berjamaah.
"Arneta bangun"ucap Musta
"Bangun Arneta!"ucap Musta dengan suara yang sedikit keras.
"Eugh sebentar lagi mah"ucap Arneta
"Bangunn"ucap Musta sambil menggoyang tubuh istrinya.
"i-iya mas,maaf"ucap Arneta
Dia kaget karena yang membangunkan Arneta bukan mamahnya melainkan Musta .mendadak dia lupa bahwa dia sudah mempunyai suami dia pun bergegas ke kamar mandi berwudhu lalu mereka sholat berjamaah.
Matahari mulai terbit Arneta langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.sementara Musta sibuk dengan pekerjaan nya dengan duduk di sofa sambil menatap layar laptop.hari ini mereka akan mengadakan resepsi pernikahan di sebuah gedung mewah yang sudah dipersiapkan oleh orang tua Musta.
Ceklek
Arneta keluar dari kamar mandi dia sudah memakai pakaian dan jilbabnya.dengan langkah pelan dia mendekati Musta yang masih sibuk dengan laptopnya Musta belum menyadari keberadaan istrinya berada didekat sofa.
"Pak Musta"Ucap Arneta
"Bapak Mandi dulu saya sudah menyiapkan air hangat "ucap Arneta yang enggan duduk di samping suaminya.
"Iyaa,saya mandi dulu"Ucap Musta dengan muka datar dan dingin.
Selang beberapa menit kemudian Musta keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
"Pak Musta sudah selesai"ucap Arneta
"Hem"ucap Musta
"Ini pakainya"ucap Arneta sambil menyodorkan pakaian ke Musta setelah itu Arneta keluar kamar dan bersiap-siap untuk pergi ke gedung untuk acara resepsi pernikahan nya.Musta segera memakai pakaian dan bergegas pergi keluar kamar.saat dia keluar dari kamar dia terkejut melihat Arneta menangis dipelukan ibunya iapun menghampiri istri dan mertua nya dia terus menatap Arneta dengan tatapan yang sulit diartikan.dia berjalan menuju kursi didekat Arneta.
"Ya Allah apakah dia akan menerimaku sebagai istrinya atau dia akan terus bersikap dingin kepadaku,kuatkan hambamu ini Ya Rabb"Gumam Arneta dalam hati.
Arneta meneteskan air matanya tak kala dia mengingat sikap Musta yang begitu dingin itu membuat Arneta sedih dan dia hanya bisa berharap suatu saat nanti Musta bisa mencintai nya dengan tulus, begitupun Arneta dia berharap bisa mencintai suaminya suatu saat nanti.Mamah Mila yang baru saja keluar dari dapur langsung menghampiri putrinya yang sedang duduk di kursi ruang tamu Mila tidak tega melihat anaknya menangis.Mila langsung memeluk putrinya mereka belum menyadari bahwa Musta sudah bereda didekat mereka . Musta awalny hanya diam mematung lidahnya kelu dia tidak menyangka bahwa Arneta terlihat sedih karena sikapnya yang dingin.
"Mah"Ucap Musta
"Iya nak"ucap Mila sambil menoleh kearah menantunya.
"Arneta,kamu kenapa menangis?"ucap Musta
"Arneta sebaiknya kamu jangan memanggil nak Musta pak, karena dia sekarang sudah menjadi suaminya"ucap Mila
"Iya betul,kamu bisa memanggil saya dengan sebutan lain"ucap Musta
"Yaudah mamah mau bersiap-siap nanti kita berangkat bareng "ucap Mila pergi meninggalkan Musta dan Arneta.
"Pak apa boleh saya panggil mas"ucap Arneta
"Boleh saja, kecuali di kampus karena aku harus profesional"ucap Musta dengan lembut sambil tersenyum tipis kepada Arneta.
"Iyya pak..eh mas"ucap Arneta
Dia merasa gugup jantungnya berdegup kencang saat Musta mengelus kepala Arneta.
"Mas minta maaf"ucap Musta
karena dia menyadari karena sedari tadi dia mendengar semua percakapan Arneta dan ibunya dia merasa bersalah karena terlalu cuek dan dingin kepada istrinya.
"Minta maaf untuk apa mas"ucap Arneta
sambil menatap ke arah suaminya.
"Maaf karena mas belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu,mas janji akan berusaha menerima kamu sebagai istri mas.dan bisa menjalankan rumah tangga dengan semestinya"ucap Musta
Dengan wajah yang sendu terlihat penuh ketulusan dari hatinya ia mulai menyadari bahwa perjodohan mereka adalah takdir dari sang Maha Kuasa dan sebagai manusia hanya bisa menerima dan menjalankan nya.
"Mas tidak perlu minta maaf, karena seharusnya aku yang minta maaf belum bisa menjadi istri yang baik untuk mas.aku merasa tidak pantas menjadi pendamping mu,tapi jika mas sudah menerima perjodohan ini akupun akan menerima nya dengan sepenuh hati dan aku berharap suatu saat nanti kita bisa saling mencintai satu sama lain"ucap Arneta
Dia berusaha menahan air matanya yang akan jatuh.Musta mendekati istrinya lalu menarik Arneta keperluannya.
"Mas merasa beruntung bisa memiliki mu,mas berharap kita bisa saling mencintai satu sama lain dan kamu tidak usah berpikir kalau kamu itu tidak pantas untukku,justru aku merasa kamu sangat pantas untuk menjadi pendamping hidup ku dan menjadi ibu dari anak-anakku nanti"Ucap Musta
"Iya mas, terima kasih sudah menerima ku...hiks hiks hiks "ucap Arneta
Sambil menangis dipelukan suaminya,Musta memeluk Arneta dengan erat karena dia tahu istrinya butuh perhatian dan kasih sayang nya.dia berjanji akan belajar mencintai Arneta begitupun sebaliknya.
Tak selang berapa lama Arneta sudah merasa lebih tenang dia melepas pelukan dari suaminya.dia merasa tidak percaya jika suaminya terlihat begitu peduli dan perhatian kepadanya.sementara Musta terus tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat masih malu-malu untuk memandang suaminya.Mamah dan Ayah Arneta turun kebawah dan menghampiri anak dan menantunya.mereka merasa senang melihat kebersamaan sepasang pengantin baru itu.setelah itu mereka berangkat ke lokasi acara resepsi pernikahan.15 menit kemudian mereka sampai di gedung hotel bintang lima milik keluarga Musta.betapa terkejutnya Arneta melihat gedung yang mewah dan elegan tempat nya cukup strategis karena berada di tengah kota . Dekorasi pelaminan terlihat sangat bagus dengan berbagai ornamen yang menghiasi di setiap sudut . Musta berjalan beriringan dengan Arneta mereka pergi ke ruang make up . Arneta di rias oleh make up artist ternama riasan nya bagus dan terlihat natural Arneta terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna pink dengan hijab senada membuat Arneta terlihat anggun.Musta berjalan menuju tempat rias dengan memakai pakaian pengantin berwarna pink senada dengan baju Arneta.Musta tampak terpukau dengan kecantikan istrinya dia terus menatap tanpa berkedip sampai akhirnya mereka saling bertatapan.Musta segera menghampiri istrinya dan mengajak nya untuk pergi ke pelaminan.
Lanjutannya Di Episode Selanjutnya....