
Malam semakin larut mereka tidur saling berpelukan erat seakan tak mau terlepas. Arneta merasakan kenyamanan saat berada di dekapan Musta seakan dunia milik berdua.
Adzan subuh berkumandang menandakan waktu sholat telah tiba Arneta sudah bangun terlebih dahulu langsung masuk ke kamar mandi berwudhu tak selang berapa lama Musta juga ikut bangun dan mereka melaksanakan sholat berjamaah.setelah doa selesai sholat Arneta menyalami tangan Musta lalu mencium nya.jantungnya berdegup dengan kencang dag Dig duh diantara keduanya merasakan hal yang sama. mereka diam sejenak berusaha untuk menetralkan hati dan pikiran mereka. selesai sholat Musta langsung mandi karena ada jadwal mengajar kuliah pagi hari .Arneta terlihat cekatan menyiapkan segala keperluan suaminya dimulai baju,celana,dasi dan lain-lain.Musta keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang.
"Aaaaa"teriak Arneta
Sambil menutup keduap mata dengan telapak tangan.
"Ssst,kamu bisa diam tidak"Ucap Musta
"Ini bukan pertama kalinya kamu melihat tubuhku "Ucap Musta mendekati Arneta yang masih berdiri mematung dia sudah membuka matanya.
Arneta diam matanya menatap ke arah lain karena malu.
"Dasar bodoh! harusnya gausah teriak tadi kan malu jadinya"Gumam Arneta dalam hati
"Arneta kamu kenapa?"Ucap Musta sambil memakai pakaian nya.
"Tidak apa-apa pak"Ucap Arneta
"Jangan panggil pak ini bukan di kampus!"ucap Musta
"Eh iya maaf ma-s"Ucap Arneta
"Mas aku udah siap"Ucap Arneta
"Oke kita berangkat sekarang"Ucap Musta sambil meletakkan laptopnya dan berjalan keluar kamar beriringan dengan Arneta.
Setelah mereka keluar dari rumah Musta langsung masuk dengan mobil diikuti Arneta yang masuk duduk disamping Musta. Arneta merasa tidak enak hatinya gelisah seperti akan terjadi sesuatu dia terus berdoa dalam hati agar tidak terjadi apa-apa.Musta melajukan mobilnya kecepatan sedang dia juga merasakan gelisah seperti akan ada sesuatu yang menimpanya.dia menepis pikiran buruk itu. saat ditengah perjalanan menuju kampus ada beberapa mobil kecepatan tinggi melewati mobil Musta awalnya Musta bisa mengendalikan mobilnya, Arneta merasa sedikit takut karna lagi dan lagi ada mobil kecepatan tinggi melewati mobil Musta membuatnya tertegun tepat dibelakang mobil mereka terdapat mobil mewah terus melaju dengan kecepatan tinggi hingga Musta terpaksa melajukan mobilnya kecepatan tinggi Arneta terlihat ketakutan Musta yang menyadari langsung mengurangi kecepatan.
"Tenang Arneta kita sebentar lagi sampai di kampus"Ucap Musta
Sambil memegang tangan Arneta menggenggam erat tangan istrinya supaya tenang untung mobil yang dibelakang tadi sudah menyalip mobil Musta.Namun tiba-tiba tanpa Musta sadari ada bis yang ugal-ugalan sepertinya rem bus blong Arneta yang menyadari langsung menjerit .
"Awas mas"Ucap Arneta
Musta yang melihat bus ugal-ugalan didepan langsung membanting stir ke kanan akan tetapi mobil mereka terhantam ke kanan jalan.
"Aaaaaa"teriak Arneta dia dilindungi Musta yang memeluk Arneta sehingga Musta terluka parah kepala berdarah tangannya terluka.
Brakk
Terlihat beberapa orang disekitar langsung berkerumun mereka menyelamatkan korban kecelakaan berupa bus dan 2 mobil pribadi. Arneta pingsan dan Musta tidak sadarkan diri langsung dengan larikan ke Rumah sakit terdekat , sesampainya di rumah sakit mereka dimasukkan ke ruang UGD. pihak rumah sakit menghubungi keluarga Arneta dan Musta. Orang tua Musta dan Arneta yang mendengar berita tersebut langsung pergi ke rumah sakit.