
Tak terasa waktu sudah sore mereka pun berpamitan kepada mama Mila dan ayah Dirga karena mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Musta yang berarti mertua Arneta. setelah berpamitan mereka langsung masuk mobil dan Musta menjalankan mobilnya sambil sesekali melirik istrinya yang terlihat mengantuk karena sedari tadi Arneta terus saja menguap membuat Musta tersenyum tipis sambil mengelus kepala istrinya berbalut hijab sementara satu tangan nya menyetir.
Skip
Mereka akhirnya sampai setelah menempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. setelah sampai didepan rumah Arneta langsung mengetuk pintu beberapa saat kemudian pintu terbuka bibi Ika salah satu pelayan/maid yang sudah bekerja cukup lama di rumah itu, mereka pun dipersilahkan masuk kebetulan kedua orang tua Musta baru pulang dari luar negeri mengurus perusahaan yang disana dan menjenguk anak perempuan nya yang pertama artinya dia kakak kandung Musta yang jarang pulang karena ikut suaminya yang memiliki pekerjaan di London ,ia sudah memiliki 2 orang anak kembar laki-laki dan perempuan berumur 3 tahun. (Fyi Arneta belum pernah bertemu secara langsung,akan tetapi beberapa kali pernah Vc/video call dengan kakak iparnya dan mereka cukup akrab meskipun belum pernah bertemu)
...----------------...
Sekarang mereka sudah berada di ruang tamu menunggu kedua orang tua Musta yang sedang mandi tak berselang lama mereka menghampiri Anak dan menantu dengan mata yang berbinar ,mungkin karena sudah beberapa bulan ini tidak pernah bertemu karena mempunyai kesibukan masing-masing.setelah berada didepan mertuanya Arneta langsung memberi salam begitu pun dengan Musta.
"Hai, akhirnya kalian datang juga" Ucap Ratih antusias sementara Rendi (papa Musta) hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia.
"Hai ,mama papa" Ucap Arneta sementara Musta hanya tersenyum tipis sambil merotasi kan matanya karena sudah biasa melihat tingkah ibunya yang menurutnya berlebihan lihat saja Ratih menyapa mereka sambil menggerakkan tangan nya kedepan lalu kebelakang bukannya say hi menggunakan tangan malah terkesan seperti orang senam.
"Kalian udah lama nunggu disini?"Ucap Rendi
"Nggak ,pa kita baru datang" Ucap Musta
"1 jam yang lalu"Lanjut Musta jika dia sudah menyebutkan waktu artinya dia lagi kesal dengan kedua orang tuanya yang sering mandi bersama kadang nggak inget waktu .
"Mas" Ucap Arneta lembut
"Maaf ya kalian jadi nunggu agak lama soalnya tadi mama sekalian bersihin kamar mandi" Ucap Ratih santai padahal ia hanya beralasan kenyataannya tidak seperti itu sedangkan Musta hanya menaikan satu alisnya ia sudah tahu jika mamanya hanya beralasan.
" Jangan bohong ma dosa lho" Ucap Musta dengan nada sedikit menggoda
"Iyakan pa" Ucap Musta sambil tersenyum miring
" Apaan sih kamu " Ucap Ratih malu-malu kucing karena ketahuan anaknya ia tadi hanya beralasan, sementara Arneta seperti nya mulai memahami apa yang dikatakan suaminya karena dia juga pernah seperti itu mengingat itu membuat Arneta senyum senyum sendiri. Musta mengerut kan dahinya melihat istrinya senyam senyum sendiri.
"Sayang, kamu kenapa kok senyum sendiri?" Ucap Musta heran
"Nggak papa mas" Ucap Arneta yang sudah menetralkan ekspresi nya agar terlihat biasa saja.
" Jangan bohong" Ucap Musta inilah dia sekarang selalu kepo kepada istrinya,entah kenapa sekarang Musta menjadi lebih peka dan perhatian jadi sulit untuk membohongi suaminya.
"Aku nggak perlu ngomong mas nanti tahu sendiri" Ucap Arneta sambil mengalihkan pandangan ke ibu mertua nya yang membawa makanan kesukaan dia dan suaminya.
Sementara papa Rendi yang masih duduk didekat mereka hanya menatap penuh tanya, mama Ratih sedang menyiapkan makanan kesukaan Musta yaitu kue brownies dan puding mangga campur susu vanila kesukaan menantunya Arneta.
"Ini mama buati makanan kesukaan kalian" Ucap Ratih setelah meletakkan makanan tersebut dimeja
"Ayo dimakan" Ucap Ratih sementara Rendi tersenyum tipis
"Terima kasih ma" Ucap Arneta
"Sama-sama sayang" Ucap Ratih tersenyum lembut
"Nah gini dong ma,gak perlu diminta udah dibuatin" Ucap Musta julid
"Mas nggak boleh gitu" Ucap Arneta sambil menatap tajam suaminya sementara Musta hanya menelan ludah nya kasar ,papa Rendi hanya terkikik geli melihat ekspresi anak laki-lakinya.
"Iya nih ,bukanya terimakasih gitu" Ucap Ratih
"Sama-sama" Ucap Ratih singkat
"Yang ikhlas dong ma ,masa ngomongnya gitu,aku tadi ngomong kenyataan ko dari dulu mama susah kalo disuruh buatin makanan kesukaan anaknya kalau papa yang minta aja langsung diturutin.
"Udah udah jangan diterusin " Ucap Rendi yang mulai kesal dengan mereka yang terus berdebat.
" Oh ya ma pa sebenernya kita kesini ingin menyampaikan sesuatu " Ucap Musta serius
"Menyampaikan apa nak? " Ucap Rendi
"Arneta sekarang sedang mengandung ma ,pa" Ucap Musta sambil tersenyum
"Alhamdulillah, selamat ya nak" Ucap Ratih dan Rendi secara bersamaan.
"Semoga kamu diberi kesehatan dan kelancaran sampai melahirkan nanti " Ucap Rendi
"Amiin terimakasih pa" Ucap Arneta dan Musta
"Jaga kesehatan,jangan terlalu kecapean dan kamu Musta harus jadi suami siaga turuti semua keinginan istrinya kalau ngga mau anakmu ileran " Ucap Ratih saat memberi nasehat kepada anak dan menantu nya
"Iyaa ma" ucap Musta dan Arneta tersenyum kepada ibu mertua nya
"Jangan cuma iya- iya aja dengerin dan dipraktekkan" Ucap Ratih sambil menjewer telinga Musta
" Sakit ma,kenapa pake dijewer si" Ucap Musta sambil mengusap telinga yang merah
" Kamu kalo nggak digituin,nggak mau dengerin mama" Ucap Ratih sewot
"Ya gimana mau dengerin sampe selesai kalo mama ngomongnya panjang lebar dan selalu bikin aku ngantuk" Ucap Musta kelewat Santai membuat Arneta mencubit pinggang suaminya
"Aw sakit yang" Ucap Musta dengan nada manja membuat Arneta hanya memutar bola matanya malas
"Benar-benar kamu ya,emang minta disleding" Ucap Ratih kesal sementara papa Rendi berusaha menenangkan istrinya.
"Ya maaf ma" Ucap Musta cuek yang membuat Ratih bertambah kesal dengan anak laki-lakinya yang selalu membuat ia emosi dengan ucapan nya yang menyebalkan.
"Ya udah ma pa,kita mau pamit " Ucap Musta
"Lho kok udah mau pulang,nggak nginep aja" Ucap Rendi
" Iya nanti mama siapin kamarnya" Ucap Ratih yang sudah melupakan emosinya
"Lain kali aja ma, soalnya aku ada urusan " Ucap Musta
" Iya mah, Arneta juga lagi pengin ngerjain sesuatu dirumah" Ucap Arneta
"Owalah yaudah,tapi lain kali harus nginep ya" Ucap Ratih yang dianggukki Rendi suaminya.
"Iya mah " Ucap Arneta dan Musta
Lalu merekapun langsung keluar rumah orang tua Musta dan melajukan mobilnya menuju rumah mereka.