MY LOVE IS MY HERO

MY LOVE IS MY HERO
Bab 22. Menghindar



Mobil hitam itu berhenti tepat didepan mobil yang James dan Jessie tumpangi, dan keluarlah seorang wanita yang dikenalnya dengan tatapan penuh amarah.


"KELUAR KALIAN!" teriak Renata dengan tak sabar.


"Ceklek!"


Jessie dan James pun keluar.


Sedangkan yang lain pun masih menunggu di dalam mobil.


"Lihatlah Sam! Belum beberapa hari, gadis itu sudah keluar dari kandangnya! Payah sekali!" ucap Jason meremehkan Renata di depan Samuel dan istrinya.


Sam pun hanya terkekeh.


"Siapa pah?" Myra tak mengerti.


"Nanti aku ceritakan ma, gadis itu yang bernama Renata, mantan kekasih James."


"Oh,"


Disisi lain, James dan Jessie berdiri, di depan Renata. Dan semua pengawal Jason pun bersiap dari segala arah, mereka takut wanita itu nekad melukai nona mudanya.


"Ada apa lagi? Apa kau tidak puas membuat hubunganku dengan istriku memburuk!" geram James.


"Bebaskan ayahku James! Aku tahu kamu kan yang menyandera ayahku?"


"Apa maksudmu Rena! Aku bahkan tidak tahu keberadaan ayahmu dimana!" seru James.


"Jangan berlagak sok tak tahu kamu! Aku tidak ada hubungannya dengan penculikan Jessie waktu lalu jadi jangan melibatkan aku maupun keluargaku! Jika kau menyakitinya sedikit saja aku akan memb*nuhmu James!" hardik Renata penuh emosi.


"Bagaimana rasanya nona, saat orang yang kita sayangi dalam bahaya? Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa?" ucap Jason yang tiba-tiba muncul dari belakang putri dan menantunya.


"Tu.. Tuan Jason Hansel.." Renata sangat terkejut dengan kemunculan pria paling berpengaruh itu.


"Jangan menuduh James atau Jessie, karena aku yang sudah membawa Ayahmu pergi dari tempat berlindungnya,"


"Apa!" Renata terkejut luar biasa, "Apa salahku padamu Tuan, sampai-sampai kau ingin menyakiti ayahku!" teriak Renata yang akan menyerang Jason, tapi dengan cepat anak buah Jason mengunci pergerakannya.


"Cihh! Masih belum sadar juga ternyata wanita ini!" Jason tersenyum sinis.


"Bawa dia ke markas!" suruh Jason pada anak buahnya.


"Baik Tuan Besar!"


Mereka pun membawa Renata ke markas utama milik Jason.


"Papa! Kenapa papa ingin menyakiti ayah Renata, ayahnya tidak bersalah pah!" protes Jessie.


"Aku tahu Jess, papa tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah sayang, papa hanya memancing gadis itu keluar, papa tidak ingin wanita yang membahayakanmu berkeliaran di luar Jess! Hidup papa tidak akan tenang!" ucap Jason pada putrinya.


Sedangkan James belum mengerti, dia menduga-duga jika sang ayah mertua memiliki bukti jika Renata terlibat dalam penculikan Jessie tempo hari.


"Aku ikut ke markas pah!" pinta Jessie.


"Tidak Boleh! Kau pulang saja bersama mama dan suamimu, biar papa sendiri yang mengurusnya!" larang Jason.


"Tapi pah!"


"Jangan membantah Jessie! Keselamatanmu yang paling utama buat papa, apa kamu ingin ada korban lainnya lagi? Papa hanya ingin membereskan semua sampai ke akarnya, kamu cukup duduk dengan tenang bersama yang lain di mansion!"


"Baik Pa," Jessie pun tidak berani membantah lagi.


Selama di perjalanan menuju mansion, baik Jessie dan James pun sama-sama terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Apa benar Renata terlibat dalam penculikanmu sayang?" James pun akhirnya bertanya.


"Hm," Jessie mengangguk, "Papa menemukan CCTV yang menunjukkan Renata sedang berbicara dengan salah satu orang yang menculikku,"


"Astaga! Gadis itu sangat jahat ternyata, bagaimana dia bisa berfikir mencelakaimu seperti itu? Benar-benar wanita tak punya hati! Kita kehilangan calon putra kita gara-gara dia! Ingin aku cekik saja rasanya wanita itu!" geram James.


"Sepertinya dia dibantu orang lain sayang, bisa jadi salah satu musuh papa yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang besar," ucap Jessie.


"Mulai sekarang aku akan melindungimu sayang, walau bertaruh nyawa sekalipun!"


"Terimakasih suamiku!" Jessie tersenyum sembari memegang pipi suaminya.


***


Di markas rahasia milik Jason, Renata di ikat di sebuah kursi kayu, Jason dan Samuel berada di depannya.


"Katakan padaku siapa dalang dibalik penculikan putriku! Aku tahu kau terlibat!" teriak Jason.


"Anda bicara apa Tuan? Aku tidak tahu apa-apa soal itu, aku memang masih mencintai James tapi aku tidak pernah ingin mencelakai putrimu Tuan! Tolong lepaskan aku dan ayahku!" Renata mengiba.


Dia tahu sepak terjang seorang Jason Maverick Hansel, pria berparas bule itu terkenal bertangan dingin dan paling disegani di dunia bisnis. Siapapun tak berani melawannya, tapi kenapa dia seberani itu bersekongkol dengan musuh Jason hanya untuk mendapatkan James. Dia terlalu terobsesi dengan James hingga melupakan keselamatannya dan sang ayah.


"Sam!" Jason memberikan kode.


"Baik Tuan Besar!"


Anak buah Samuel menyeret Ayah Renata ke hadapan putrinya.


"Ayah!" Renata berteriak saat melihat ayahnya berantakan dan lemah tak berdaya.


"Rena, putriku!" panggilnya lemah.


Pria itu akan mendekati putrinya tapi anak buah Jason mencegahnya.


Sebenarnya Jason dan orang-orangnya memperlakukan ayah Renata dengan baik, tapi sayangnya ayah Renata menolak untuk makan jadi dia terlihat sangat lemah dan berantakan.


"Bre****sek! Apa yang kau lakukan pada ayahku!" teriak Renata sembari meneteskan airmatanya.


"Aku tidak melakukan apapun b*doh! Ayahmu saja yang b*doh sama sepertimu, dia menolak makanan dari kami!" ucap Jason.


Dia kesal wanita licik itu mengumpatinya.


"Katakan sekarang atau aku akan melenyapkan ayahmu! KATAKAN! SEBELUM KESABARANKU HABIS WANITA LICIK!" teriak Jason penuh amarah.


Dan seketika nyali Renata pun menciut, dia tidak punya pilihan lagi. Dia tidak mau sang ayah menjadi korban karena obsesinya.


"Baiklah Tuan, aku akan membantumu dan mengatakan siapa dalangnya, tapi berjanjilah padaku, kau akan membebaskanku dan ayahku!" pinta Renata.


"HAHAHA!" tawa Jason menggelegar memenuhi ruangan.


"Bagaimana mungkin aku melepasmu setelah kamu bersekongkol dengan musuhku untuk menyelakai putriku! Mimpi saja kau!" hardik Jason.


"Maafkan aku Tuan Jason, aku mengaku salah, berikan apapun hukuman untukku tapi tolong bebaskan ayahku. Ayahku tidak bersalah sama sekali Tuan! Aku mohon!" Renata menangis.


"Tidak perlu kau minta aku akan membebaskan ayahmu dengan mudah kalau kau mau menurut! Tapi untuk dirimu, aku tidak akan membebaskanmu semudah itu!"


"Baik Tuan apapun yang kau mau aku akan lakukan, yang terpenting buatku hanya keselamatan ayahku."


"Rena!" Ayah Renata menangis, dia tak ingin kehilangan putrinya.


"Tidak apa-apa ayah! Aku akan bertanggungjawab atas semua yang aku perbuat, setelah semua berakhir aku akan meminta pengampunan pada Tuhan dan menemani ayah seumur hidupku," Renata terisak menyesali semua kesalahannya, "Aku.. aku janji tidak akan mengorbankan ayah hanya demi seorang laki-laki yang tidak peduli sama sekali padaku, maafkan aku ayah."


"Ayah yang harusnya minta maaf Rena, demi ayah, selama ini kamu mengorbankan semua kebahagiaanmu demi ayah." ucap Ayah Renata yang ikut menangis.


Samuel tersentuh melihat drama ayah dan anak itu, keduanya begitu tulus saling menyayangi. Sedangkan Sam tidak pernah tahu siapa ayah maupun ibunya, dia hanyalah anak yang diambil Jason dari jalanan.


Jika bukan karena kebaikan Jason, mungkin Sam tidak akan pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang ayah, karena Jason selalu menganggapnya putranya sendiri.


Dulu sewaktu kecil Sam tinggal di panti asuhan, tapi dia diusir dari panti karena difitnah melakukan pencurian oleh temannya karena pemilik panti lebih menyayanginya, banyak anak yang iri padanya.


Dan setelah keluar dari panti, Sam akhirnya pun menjadi anak jalanan, dia tumbuh kuat bersama para preman jalanan teman-teman barunya. Hingga suatu hari saat dia menginjak usia 17 tahun dia menyelamatkan Jason yang sedang di serang oleh salah satu musuhnya, Sam bahkan tertembak di perutnya saat berusaha melindungi Jason.


Dan sejak itulah Jason mengangkat Sam menjadi orang kepercayaannya sekaligus anak angkatnya, memberikan semua yang Sam tidak pernah miliki selama ini, materi yang berlimpah maupun kasih sayang.


Kini usia Sam telah menginjak 33 tahun, 16 tahun sudah dia bersama Jason. Dia berjanji akan mengabdikan dirinya untuk sang ayah angkat.


"SUDAH AKHIRI DRAMA KALIAN!" teriak Jason yang muak, dia hanya menganggap Renata sangat licik dan hanya mencari simpati saja.


Akhirnya Renata pun menceritakan semuanya dan mengatakan siapa dalang dibalik semua ini pada Jason.


***


Di Mansion keluarga Hansel, Jessie dan James masuk ke kamar Jessie yang lama.


Dan alangkah terkejutnya James saat melihat fotonya di pajang di tembok yang ada di depan meja belajar milik Jessie.


Foto itu terlihat diambil diam-diam, dan James ingat jika itu adalah dirinya yang sedang menghadiri pernikahan Barrack dan Shafa kala itu.


"Dasar paparazi!" James mengatai istrinya dan Jessie hanya terkekeh.


"Apa sejak itu kamu menyukaiku?" tanya James penasaran.


"Sejak kecil aku sudah menyukai Kak James, aku mengidolakan kakak tapi aku sadar aku bukan tipe Kak James jadi aku nggak berani jatuh cinta sama kakak, hingga saat Kakak membelaku di depan David dan mulai itulah aku berani jatuh cinta sama kakak. Aku menganggap Kak James adalah pria gentle dan mampu melindungiku hingga semakin lama aku terobsesi ingin memiliki kakak," jujur Jessie.


James terdiam dan mencerna semua ucapan istrinya, dia tidak menyangka dicintai sebesar itu oleh wanita secantik dan sebaik Jessie. Tiba-tiba dia merasa menyesal sekaligus bersyukur, menyesal karena tidak mencintai Jessie dari awal dan selama ini menganggapnya sebagai adik bukan sebagai wanita yang sebenarnya.


Dia bersyukur, Jessie dengan sabar menunggu dan mencintainya, padahal jika Jessie mau pria manapun akan bertekuk lutut padanya.


James bahagia telah menemukan wanita yang tepat untuk hidupnya, dia yang mengira Jessie manja dan kekanak-kanakan nyatanya begitu dewasa dan tangguh jauh berlipat-lipat kali lebih baik dari Renata.


"Terimakasih telah bersabar mencintaiku sayang! Aku beruntung memilikimu," ucap James pada sang istri.


Saat dia akan menc**m istrinya, Jessie malah menghindar dan pergi.