
Setelah Lia melatih tim The Kingdom hari ini dia langsung menuju rumah karena lelah di hari pertama dan mengurus permasalahan dia dengan Sisil. Setelah semua selesai dela kembali mengambil alih tubuhnya lagi dan menemui Yuya dan Kyo. Mau membahas masalah dengan Sisil dan Jeffry.
"Ma, Pa. Dela mau ngomong masalah tadi siang." Seru Dela saat sampai di ruang keluarga dan disitu Yuya dan Kyo lagi bersantai.
"Iya sayang ada apa?" tanya mama.
"Tadi siang katanya Lia hadir ya sayang kamu gak papakan?" tanya papa Kyo khawatir.
"Iya pa tidak apa apa dela kuat kok. Sisil itu hamil dan Dela kasihan sama dia jadi Dela berencana untuk memberi kesempatan kedua dan menjadikan dia asisten manajer dela di klub bolehkan ma." tanya dela kepada mamanya.
"Baiklah kalau kamu memang maunya seperti itu mama setuju. Mama senang kamu bisa memaafkan dia dan memberi kesempatan kedua buat dia berubah." jawab mama Yuya dengan senang melihat perubahan sikap dela.
"Iya ma. Makasih ya mama sayang. Papa juga Dela mau meminta papa untuk mengerjakan Jeffry di kafe kita pa. Dela tahu Jeffry orangnya rajin meski sempat tidak jujur tapi Dela mau memberi dia kesempatan kedua untuk berubah dan kalau masih berulah Dela pastikan dia masuk penjara kali ini pa." kataku menjelaskan kepada papa semuanya.
"Kamu yakin sayang akan hal ini?" tanya papa.
"Gak yakin sih pa cuman Dela tidak mau kalau sampai Sisil kekurangan karena kerja Jeffry tidak benar. Dela tidak mau kalau sampai anak Sisil terjadi seperti Lily dulu pa." jelasku dengan perasaan sedih.
"Ya sudah kalau itu mau mu sudah jangan bawa bawa Lily adikmu sudah bahagia disana dan tidak sakit lagi." seru papa dengan perasaan sedih juga.
"Iya pa. Dela ke kamar dulu ya ma pa." pamitku kepada mereka berdua.
Aku kalau mengingat tentang Lily adikku yang meninggal didalam kandungan mama karena waktu itu mama mengalami suatu hal yang mengharuskan melahirkan prematur. Lily adikku hanya bisa bertahan selama 2 Minggu saja dan harus meninggalkan kami semua. Mama yang paling down saat mengetahui kematian Lily aku berusaha menguatkan mama bersama papa sampai setahun baru bisa menghilangkan rasa bersalah itu.
Kriiinggg.... Kringg...
Aku melihat hapeku dan Jose menelpon ku dan aku baru ingat kalau tadi siang sebelum latihan aku bahwa kami akan berjalan jalan ke pantai habis berlatih bersama. Akupun mengangkat telponnya.
"Halo sayang." sapaku saat sudah menerima telpon.
"Hai sayang. Gak jadi jalan ke pantai nih mau diganti kapan yang?" tanya Jose di seberang sana.
"Akhir pekan saja ya sayang. Aku lagi sibuk mempersiapkan tim ini menghadapi Ubaya cup tahun ini dan misi kita adalah merebut kembali
title juara itu dari universitas malang . Jadi Sabtu kayaknya aku free deh yang." balasku meyakinkan jose.
"Baiklah kalau begitu. Semangat ya sayang nanti aku bantu kamu juga kalau bingung." jawab Jose kepadaku.
"Iya sayang. Aku tutup ya aku udah ngantuk dan capek yang." seruku mengakhiri telpon malam ini.
"Iya sayang kamu istirahat saja sayang. Selamat istirahat dan selamat malam sayang." balas Jose.
"Malam juga sayang." balasku.
Akupun tidur setelah telpon dengan Jose setiap malam kami selalu video call atau telpon seperti tadi.
Skip sabtu
Author POV
Sabtu pagi Jose sudah berada di depan rumah dela hari ini dia berencana untuk mengajak dela menginap di hotel dekat pantai. Jose sedang berbincang bincang dengan Kyo untuk membahas tim basket dan turnamen yang akan segera dilaksanakan.
"Bagaimana latihanmu Josh apakah sudah siap untuk pertama kalinya bertanding di Ubaya cup tahun ini?" tanya Kyo kepada Jose.
"Sudah siap dong pa, kan ada dela yang menyemangatin dan melatihnya." jawab dela memotong Jose yang mau menjawab pertanyaan Kyo.
"Hehehe iya iya sorry pa. Pa Dela ijin menginap di hotel ya hari ini sama Jose, Nita, Tasya, Bryan, Daniel juga pa?" tanya Dela untuk meminta izin.
"Iya papa izinkan tapi jangan nakal ya disana sama Kyo." balas Kyo.
"Iya Pa. Kalau gitu Dela berangkat dulu ya Love you papa." pamit Dela sambil mencium pipi Kyo.
"Om Jose pamit ya untuk mengantarkan Dela main air." pamit Jose kepada Kyo setengah menggoda Dela.
"Iya hati hati Josh jaga anak papa yang nakal ini ya." jawab Kyo dengan ketawa melihat wajah Dela malu digoda Jose.
Setelah berpamitan keduanya langsung menuju mobil dan menjemput ke 4 sahabatnya yang lain dan rencananya mereka memakai satu mobil menuju tempat liburan mereka. Selama perjalanan itu mereka berenam hanya bercanda bersama dan berbincang-bincang masalah kuliah mereka. Mereka pun sampai di lokasi sudah siang karena jaraknya lumayan jauh dan kemacetan di Surabaya parah hari ini. Mereka langsung memesan 2 kamar untuk kami ber 6 cewek dan cowok.
Mereka semua beristirahat sebentar karena hari sudah siang jadi pasti panas bermain main di laut sekarang rencana nanti sore baru ke pantai.
Dela POV
Aku, Nita dan Tasya sedang asyik bermain kartu disini karena masih malas keluar hotel dan para cowok pasti lagi asyik main game online. Kami bertiga sudah bersahabat sejak SMP bahkan aku dengan Nita sudah bersahabat mulai kecil karena Nita adalah anak dari Tante Thania dengan om Tian sahabat mama. Kami sering bermain bersama ketika ke 2 orang tua kita bertemu untuk melepas rindu karena mereka kalau sudah bertemu pasti lupa waktu.
Tasya menjadi sahabatku dulu karna dia selalu ditindas oleh anak anak lainnya dan aku merasa kasihan dan aku menjadi sahabatnya dan membantu dia untuk melawan para pembully dia. Aku tidak suka ada anak yang di bully sama anak lainnya apalagi kalau dia dibully karena ekonomi nya. Aku sebenarnya masih memiliki sahabat yang lain tapi banyak yang pindah kota ada yang ke Lumajang atau ke Jakarta.
"Dela nanti kita main air sekalian lihat sunset yuk disana." seru Tasya setelah kami selesai dan bosan bermain kartu.
"Kan memang itu tujuannya oon." seru Nita kesal sama Tasya. Begitulah si Tasya suka lambat pemikirannya.
"Iya nanti kita menikmati sunset ditemani pacar kita." jawabku menggoda Tasya. Sebenarnya dia ada rasa sama Daniel tetapi dia gengsi dan tidak mau mengungkap kan itu padahal aku lihat Daniel juga suka Tasya. Sedangkan Nita dengan Bryan sudah pacaran sebelum aku pacaran.
"Ciiihhh kalian enak sudah punya pasangan lha aku. Boro boro punya pasangan yang aku kejar gak peka sama sekali." jawab Tasya dengan kesal.
"Cieee ada yang mengharap di tembak Daniel nih ya. Dan Si Tasya minta di tembak tuh." teriakku padahal tidak ada Daniel disitu dan Tasya langsung salah tingkah. Tetapi dia sadar Daniel tidak ada disitu.
"Sialan lu Del. Gak lucu tahu kamu gitu. Ku bukannya ngarep tapi dianya gak peka sama kodeku. Sudah lama aku pendam rasa ini." jawab Tasya dia tidak sadar sebenarnya Daniel sudah datang ke kamar itu saat aku berteriak tetapi masih didepan pintu.
"Jadi kamu ingin menjadi pacarku Tasya. Bisa dipertimbangkan." Seru Daniel kepada Tasya dan mengejutkan anak yang disebut namanya itu.
"I... Iya aku memang menyukai kamu sejak lama dan tapi aku takut." jawab Tasya dengan gemetaran badannya.
"Baiklah... Aku juga sebenarnya mencintaimu sudah lama Tasya tapi aku ragu untuk mengungkap kan ini.. Maukah kamu menjadi pacarku Tasya?" tanya Daniel sekaligus menyatakan cintanya.
"Iya Dan aku mau menjadi pacarmu. Tolong jangan sakiti aku ya Daniel." jawab Tasya dengan senyum.
"Wahhh ada yang jadian nih makan malam kalian yang bayar ya." seru Bryan dengan wajah bahagia kedua sahabatnya menjadi kekasih saat ini.
"Aman dah kalau maslah itu." jawab Daniel.
Ya seperti itulah persahabatan kami ber 6 selalu saja saling menggoda dan mengerjain satu sama lain tetapi saling menyayangi dan menjaga satu sama lain. Ada masalah kami pasti akan berbagi satu sama lain apapun yang masalahnya. Persahabatan yang akan selalu terjalin sampai usia tua kami dan sudah berkeluarga sendiri sendiri dan memiliki kehidupan sendiri.
TBC
Seperti apa kisah cinta **Dela dan Jose dan sahabat sahabatnya. Nantikan saja ya kelanjutannya, maaf semalem ketiduran guys kecapekan bikin kuker.
Minal aidzin walfaidzin reader mohon maaf lahir bathin kalau selama menjadi author banyak tulisan tulisan yang menyinggung kalian selama iniπππ
Love you Reader setiakuππππ**