My Lifestyle

My Lifestyle
Happy and Bad news



Author POV


"Kak duduk dulu sini ada yang mau papa dan mama tanyakan sama kakak." seru mama kepada Dela menyuruhnya duduk diantara mereka berdua.


"Iya ma. Mama mau tanya apa ma?" tanya Dela dan sekalian duduk diantara Kyo dan Yuya.


"Sayang kamu mau serius berhubungan sama Jose. Kamu sudah siap menikah ta?" tanya mama Yuya kepada Dela.


"Dela siap ma karena Dela tidak mau ditinggal lagi sama Jose. Cukup waktu itu saja Dela ditinggal sama Jose. Jose juga mengajak Dela untuk serius dan rencana Minggu depan Tante Lita dan Om Mikez akan kesini ngelamar Dela." jawab Dela memberitahukan kepada ke dua orang tuanya perihal pembicaraan antara dia dan Jose di taman tadi.


"Iya papa sudah mendengar itu tadi saat papa mau ke taman belakang untuk mencari sesuatu tidak sengaja mendengar kalian berbicara. Kalau memang kalian berniat meresmikan hubungan kalian bahkan menikah secepatnya papa mendukung itu." jawab Papa Kyo menjelaskan tentang tadi yang di dengar dan Kyo menyetujui hal itu.


"Terimakasih pa sudah mendukung Dela dan menyetujui niat kami. Tapi Dela dan Jose masih mau menunggu lulus kuliah baru menikah Dela masih mau menikmati masa masa kuliah bersama yang lain." jawab Dela.


"Apapun keputusan kalian berdua mama hanya mendoakan yang terbaik buat kalian berdua kedepannya. Jangan ada lagi masalah seperti waktu itu ya kak." jawab mama Yuya memberi dukungan juga.


Dela dan kedua orang tuanya masih di ruang keluarga membahas turnamen dan kuliah Dela saat ini. Pukul 22.30 semua sudah menuju kamar masing masing dan Dela langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih dahulu sebelum tidur. Setelah selesai Dela langsung merebahkan badannya ke atas ranjang dan berniat untuk tidur tetapi tidak bisa. Dela pun berinisiatif untuk menelpon ke dua sahabatnya tetapi dia ingat mereka sepertinya sudah tidur jam segini. Akhirnya dia mengurungkan niatnya dan hanya bermain HP dan berselancar di internet.


Pagi hari ini Dela bangun dengan malas malasan karena dia dari semalam belum bisa tidur entah apa yang membuat dia seperti ini semalaman. Perasaanya tidak enak dari semalam dan selalu gelisah akan sesuatu meski dirinya sudah berdoa masih saja tetap gelisah. Handphone Dela berbunyi dan disitu tertera nomer handphone bunda Lita entah apa yang menyebabkan bunda Lita menelpon Dela.


Dela POV


"Halo bunda ada apa kok tumben bunda telpon aku pagi pagi sekali?" tanyaku saat menjawab telpon bunda.


"Dela Jose masuk rumah sakit. Dia kecelakaan tadi malam sepulang dari rumahmu. Sekarang dia masih koma. Kamu bisa kan kesini di RS ****." kata bunda Lita mengabari aku dengan nada sedih.


"Iya bund. Dela akan kesana nanti bersama papa mama." jawabku menenangkan bunda meski aku sekarang menahan tangisan.


"Makasih ya nak. Bunda tunggu di sini." balas bunda kemudian menutup telpon.


"Jadi ini yang membuat hatiku gundah dari semalam aku tidak bisa tidur dan membuatku kacau sepagi ini." batinku dengan air mata sudah jatuh membasahi pipiku.


Akupun segera kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum menemui mama papa. Setelah selesai akupun bergegas menuju ruang keluarga untuk menemui papa yang biasanya pagi masih di ruang keluarga untuk baca koran. Aku melihat papa sesuai dugaanku dan aku langsung menghampirinya.


"Kak kamu kenapa kok matamu sembab? Ada apa kak kamu kok nangis?" tanya papa yang mengetahui aku habis menangis padahal aku sudah menutupinya dengan make up tapi tidak bisa dipungkiri lagi.


"Sudah sudah kamu tenang ya sayang. Ayo kita kesana tunggu sebentar papa akan memberitahu mama masalah ini. Kamu tenang saja Jose tidak apa apa." jawab papa menenangkan ku. "Iya pa tadi bunda juga menyuruhku kesana." jawabku.


Aku menunggu mama papa di ruangan itu dan tidak lama mama papa sudah keluar kamar dan bersiap untuk menjenguk Jose. Sepanjang perjalanan ke RS aku menangis terus dan mama pun menenangkan ku. Kenapa baru semalam Jose mengajakku untuk serius sekarang Jose harus mengalami kecelakaan. Papa menyetir mobil dengan kecepatan sedang dan di jalan aku melihat ada sebuah bekas kecelakaan dan sepertinya kecelakaan tunggal. Sepertinya Jose kecelakaan di tempat ini.


"Ya Tuhan semoga Jose tidak apa apa. Aku hanya bisa berserah kepadaMu saat ini akan kesembuhan Jose." batinku saat melihat bekas kecelakaan itu yang sepertinya parah.


Tidak lama kami sudah sampai di RS tempat Jose dirawat dan kami langsung menuju ruang rawat inap Jose. Disana sudah ada bunda Lita dan papa Mikez. Aku langsung memeluk bunda Lita dan menenangkan bunda meskipun aku sendiri sedih mendengar kan bagaimana kejadian sebenarnya dari papa Mikez. Jose menghindari anak kecil yang lepas pengawasan dari orang tuanya semalam.


Tidak ada yang salah di kejadian semalam tapi nasi sudah menjadi bubur Jose sekarang koma karena kejadian semalam. Secara otomatis Bryan akan menjadi kapten tim di turnamen besok dan tidak ada perubahan apa apa lagi di tim. Aku menunggu Jose disebelah kasur rawatnya dengan setia dan sabar menunggunya disini.


"Josh baru kemarin kamu mengajakku serius dan membuatku bahagia mendengarnya dan papa mamapun bahagia mendengarnya. Tapi kenapa kamu sekarang masih setia menutup mata. Kenapa sayang bangun dong." seruku dengan nada bergetar mengingat kejadian semalam sebelum Jose kecelakaan.


Aku masih setia menunggunya sampai aku tertidur di sebelahnya dengan menggenggam tangan Jose berharap dia bangun. Sesaat setelah tertidur aku bermimpi di mimpi itu aku bertemu dengan Lia dan kami berbicara masalah masa depan kami. Di mimpi itu Lia berkata akan meninggalkanku saat aku sudah menikah nanti karna menurut dia aku sudah ada penjaga setelah menikah nanti.


Tidak lama aku tertidur aku merasakan ada yang mengusap rambutku dengan lembut saat aku bangun dan melihatnya ternyata Jose sudah siuman. Aku terkejut dan langsung memanggil dokter untuk melihat kondisi Jose saat ini. Saat dokter sudah memeriksa kondisi Jose dokter mengatakan sesuatu yang membuat kami semua diruangan itu terkejut.


"Saudara Jose sudah lebih baik dari sebelumnya tetapi ada berita yang tidak mengenakkan. Saudara Jose harus melakukan terapi pada kakinya akibat terjepit semalam dan mengalami kelumpuhan sementara. Mungkin setahun saja sudah kembali normal." kata dokter menjelaskan kepada kami.


Seketika wajah Jose murung mendengar penjelasan itu karena otomatis dia melewatkan beberapa turnamen penting selama setahun ini. Kami semua terkejut mendengar hal itu karena Jose adalah kapten tim sekaligus calon pelatih tim masa depan. Aku mendukungnya memberi semangat kepadanya untuk tetap semangat. Semua yang ada di ruangan itu juga memberi semangat kepada Jose untuk bertahan.


"Sayang kamu tetep semangat ya jangan menyerah apapun yang terjadi ada maksud Tuhan yang indah nanti diakhir." kataku memberi semangat Jose.


"Iya sayang aku akan semangat terus. Mungkin aku nanti akan menjadi penonton saja pas turnamen." jawab Jose dengan wajah yang berbeda lebih ceria sekarang.


"Tidak Josh kamu nanti akan menjadi pendamping Dela di turnamen kamu akan menjadi assisten pelatih menemani Dela sekaligus latihan untuk kamu menjadi pelatih nanti." jelas papa kepada Jose.


"Terimakasih pa sudah memberikan kesempatan Jose untuk menemani Dela. Jadi sayang semangat ya bantu aku melatih mereka." kataku kepada Jose untuk menyemangatinya.


**TBC


Malam semuanya makasih udah menanti chapter ini muncul kedepannya bakal ada yang seru kok selain membahas mereka bakal ada side storynya juga di sini nantikan aja ya🤭🤭 jangan lupa like komen dan rate bintang 5 ya kalau bisa vote biar naik lvl dan lolos kontak ya🙏🙏🙏


Love you my reader**