
Dela POV
Hari ini Jose sudah kembali kerumah dan aku senang sekali menantikan kedatangan suamiku tercinta. Usia kandunganku saat ini sudah menginjak 5 bulan dan keduanya aktif didalam perutku. Ya memang saat ini aku mengandung dua bayi setelah check up terakhir kemarin dokter sudah memastikan. Aku dan Jose bahagia mendengar hal ini begitu juga dengan kedua orang tua kami.
"Sayang, kamu harus istirahat jangan kecapekan. Kamu bukan bawa 1 bayi tapi dua jadi pasti capek kan sayang?" tanya Jose dengan khawatir.
"Gak papa sayang. Aku masih kuat kok tidak terlalu melelahkan untuk saat ini. Kita langsung pulang atau mampir kerumah mama yang?" tanyaku kepada Jose. Saat ini kami berdua dalam perjalanan pulang dari rumah sakit dan aku menyetir mobil ini.
"Ke rumah mama saja yang aku lagi pingin masakan mama ayam goreng mentega bikinan mama." jawab Jose yang membuatku mengernyitkan kening karena selama ini aku tidak pernah memasak makanan itu.
"Sayang kamu tahu darimana mama suka masak ayam goreng mentega? Kamu kan belum pernah makan masakan mama itu." tanyaku keheranan.
"Gak tahu aku lagi pingin makan itu." jawab Jose. Aku tersadarkan sesuatu kalau seorang wanita hamil suaminya bisa merasakan ngidam juga.
"Baiklah sayang kamu telepon mama ya untuk minta dimasakin itu sama aku mau dibikinin rujak cingur buatan mami." jawabku dengan senyuman membayangkan rujak cingur kesukaanku itu.
Kemudian Jose menelpon mama Lita dan mami Yuya untuk memasakkan makanan yang kami inginkan berdua. Padahal aku dahulu tidak suka rujak cingur tapi Jose suka makanan itu mungkin bawaan bayi ya. Selama perjalanan aku fokus mengendarai mobil sambil bercerita selama Jose koma apa saja yang terjadi.
"Sayang klub kita mendapatkan undangan untuk mengikuti LiMa atau Liga Mahasiswa tahun ini. Kita akan mewakili salah satu kampus di Surabaya ini meskipun kita tidak berkuliah disana tetapi kita disewa sama mereka untuk mewakili universitas itu. Semua pengurus menyetujui itu dan mengajukan dirimu sebagai kapten tim yang bertanding dan timnya sama dengan tim di Ubaya Cup tahun lalu. Menurut mu bagaimana sayang?" kataku memberi penjelasan kepada Jose dan membeberkan rencana untuk turnamen itu.
"Aku setuju dengan keputusan ini dengan begini kita sudah mencapai level selanjutnya untuk tim kita dengan ini kita sudah melangkahkan kaki di nasional. Semoga di LiMa tahun pertama kita hasilnya tidak mengecewakan nantinya." balas Jose juga.
"Aku juga berharap begitu. Kalau begitu setelah proses pemulihan mu selesai bersiap untuk LiMa tahun ini yang akan diadakan pada awal Oktober nanti. Sekarang masih bulan 4 berarti masih ada 6 bulan lagi. Kamu bisa kan sayang untuk mengejar itu?" tanyaku kepada Jose.
"Bisa dong sayang. Ohhh ya selama aku koma siapa yang menggantikan posisiku sebagai kapten di tim kita?" tanya Jose penasaran.
"Bryan. Tetapi banyak yang tidak suka dengan gaya kepemimpinan Bryan yang terlalu seenaknya sendiri. Sebetulnya aku mau menunjuk Daniel yang menggantikan kamu tetapi yang lain lebih memilih Bryan." jawabku.
"Kita lihat saja nanti bagaimana kedepannya. Aku minta jangan dulu jadikan aku kapten, jadikan aku sebagai wakil kapten saja dulu untuk melihat bagaimana kepemimpinan seorang Bryan." jawab Jose dengan tegas dan penuh emosi. Jose sudah tahu masalah Bryan dan Nita dia emosi mendengar itu.
"Iya sayang. Aku mengerti maksudmu nanti bisa didiskusikan sama anggota dewan the kingdom." jawabku kepada Jose.
Tidak lama kami berdua sudah sampai di rumah mami untuk mengambil rujak cingur pesananku.
"Mami Dela sama Jose sudah sampai." teriakku dari depan rumah.
"Sayang jangan teriak2 dong. Malu didengerin tetangga." seru Jose mengingatkan.
"Biarin." jawabku. Tidak lama mami membukakan pintu untuk kami berdua.
"Sayang sudah Dateng to. Mau langsung makan atau mau bersantai dulu disini kah?" tanya mama saat kami sudah masuk di ruang keluarga.
"Makan aja mam aku laper, dedeknya lagi laper nih." jawabku sambil merengek.
"Ya sudah yuk makan dulu di meja makan mami sama mama mau disini dulu." jawab mama.
Aku dan Jose pun menuju meja makan dan melihat pesanan kami berdua yang sudah tersedia di meja makan itu. Kami berdua menyantapnya dengan nikmat tanpa mengeluarkan kata kata apapun. Setelah selesai makan aku dan Jose pun menuju ke ruang keluarga menemui mama dan mami untuk membahas masalah undangan untuk mengikuti pertandingan LiMa yang akan dimulai awal bulan Oktober nanti.
"Mi. Jose mau bicara masalah turnamen LiMa tahun ini. Jose mau ikut bertanding tapi Jose tidak mau menjadi kapten tim biar Bryan saja yang menjadi kapten Jose mau melihat bagaimana kepimpinan dia dalam turnamen itu." kata Jose menjelaskan maksud dan tujuan kami datang ke rumah mama hari ini.
"Kamu yakin Josh?" tanya mami keheranan dengan keputusan Jose yang seperti itu.
"Ya mi. Jose ingin melihat dia bagaimana menjalankan kepemimpinan dia di dalam tim. Jose marah kepadanya karena sudah menyampakan Nita dan cuman memanfaatkan Nita saja selama ini." seru Jose dengan emosi.
"Sabar sayang kamu tenang dulu. Kita sebetulnya bukan cuman diundang oleh tim LiMa saja tapi ada undangan lagi dari Perbasi untuk mengundang kita sebagai tim tamu dalam IBL (Indonesia Basketball League) dan rencananya kamu akan memimpin tim ini sampai juara dan pertandingan itu diadakan awal Januari tahun depan. Jadi bersiaplah dan pilih anggota tim yang menurutmu cocok bersamamu untuk bersaing di IBL tahun depan." kata mama yang membuat kami berdua terkejut mendengarnya. Aku sendiri tidak mengetahui hal ini sebelumnya.
"Jadi mama menyuruhku untuk memilih tim sendiri dan melatih mereka sendiri?" tanya Jose dengan sedikit tidak percaya.
"Iya dan satu lagi kalian boleh memakai nama lain untuk tim itu tetapi masih memakai bendera klub kita nantinya." jelas mama tentang rencana para tetua tentang split tim ini.
"Baiklah Jose sangat senang mendengarnya mam." jawab Jose.
Kami berdua masih dirumah mami sampai sore hari karena aku masih kangen di peluk mama mungkin bawaan bayi yang membuatku enggan melepaskan pelukan mama. Sore harinya kami pulang menuju rumah kami dan bersantai di kamar.
"Aku mau mengajak Daniel, Rio, dan Febrian sementara ini nanti aku akan melihat di turnamen LiMa siapa sisanya." jawab Jose saat kami sedang bersantai di kasur.
"Iya nanti aku juga bantu untuk mencarikan yang terbaik di turnamen LiMa nantinya. Yang pasti kamu harus mempersiapkan kemungkinan kalau si Bryan itu tidak terima dengan keputusanmu nantinya." jawabku kepada Jose.
"Tenang saja semua sudah aku persiapkan." jawab Jose santai.
TBC
Ternyata **masih banyak keperluan yang tidak bisa ditunda jadi harus mundur nih jadwal update novelnya doakan saja semuanya selesai tepat waktu dan aku bisa update lagi. Terimakasih sudah setia menungguku untuk update dan maaf ya
Love You reader setiaku
KyoSunshine 93**