
Di mobil Bryan Jose mengeluarkan banyak darah dan sudah tidak sadarkan diri, Bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit terdekat. Selama perjalanan itu di mobil ada Bryan, Daniel dan 2 penjaga pribadi Jose. Selama perjalanan mereka menekan luka pada perut Jose supaya tidak banyak mengeluarkan darah. Sesampainya mereka di RS mereka langsung membawa Jose ke IGD karena sudah banyak darah keluar. Tidak lama Della, Tasya, dan Nita sudah datang dengan tergesa gesa dan Della wajahnya sudah kusut.
"Della." seru Daniel saat melihat della dan lainnya datang.
"Bagaimana kondisi Jose saat ini?" tanya Della dengan wajah cemas.
"Saat ini dokter masih memeriksa kondisi Jose. Kamu tenang saja Del. Berdoa saja yang terbaik buat Jose." seru Bryan menenangkan Della.
Semua hening seketika di depan ruang IGD itu sampai ke dua orangtua jose dan Della sudah datang dan langsung menanyakan kondisi Jose. Della hanya bisa diam sedangkan yang menjelaskan adalah Bryan tentang masalah sebenarnya yang terjadi. Papa Mikez marah dan langsung menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan usaha keluarga Justin.
"Kamu yang tenang ya nak jangan sampai depresi kasihan anakmu kalau kamu depresi." kata mama Yuya saat sudah disamping Della.
Lampu operasi sudah padam menandakan operasi sudah selesai dan tinggal menunggu dokter keluar untuk memberitahu kan kondisi Jose. Tidak lama kemudian dokter dan para perawat sudah keluar dan dokter menemui kami di depan ruang IGD.
"Operasi berjalan lancar. Tusukannya tidak terlalu dalam tetapi pasien masih tidak sadarkan diri karena banyaknya darah yang keluar saat dalam perjalanan kesini tadi. Semoga saja pasien tidak koma terlalu lama. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan di ruang inap dan baru bisa dijenguk tetapi tidak bisa banyak yang menjenguknya." kata dokter memberitahukan kondisi Jose saat ini.
"Terimakasih dokter." kata mama Lita mewakili keluarga sedangkan Della tidak bisa berkata-kata lagi karena mengetahui Jose koma.
Dokter pun meninggalkan mereka semua, keluarga Della dan teman temannya menunggu di ruangan itu sampai Jose dipindahkan di ruang inap. Jose sudah dibawa ke kamar inap Della masuk ke kamar inap ditemani oleh mamanya dan papanya.
Della POV
"Kenapa harus kamu yang mengalami hal ini Josh. Cepatlah kamu siuman aku tidak mau kamu tinggalkan lagi." seruku kepada Jose di brankarnya. Jose masih diam tidak merespon ucapanku sama sekali.
"Sayang. Kamu harus kuat Jose tidak ingin melihat kamu lemah apalagi kamu saat ini mengandung anak kalian. Jadi jangan terlalu bersedih ya sayang." seru mama menenangkan ku.
"Iya ma. Della kuat kok." jawabku dengan senyuman seolah aku kuat padahal dalam hatiku saat ini kacau mengetahui Jose harus mengalami koma karena banyak darah yang dia keluarkan saat dalam perjalanan kemari.
"Josh. Aku tahu kamu kuat. Aku harap kamu lekas pulih ya. Please aku tidak mau sendirian tanpamu disini." bisikku di telinga Jose.
Aku hanya bisa duduk diam di sebelah Jose tidak mau pindah kemanapun kecuali ke kamar mandi makan pun aku enggan. Tetapi aku ingat saat ini aku tidak sendiri aku bersama buah hati kami berdua. Aku makan bersama mama papa di ruang tamu di kamar VIP ini, mama yang meminta untuk di kamar VIP supaya aku tidak terganggu dengan suasana rumah sakit.
Setiap hari aku hanya menemani Jose yang masih setia di dalam tidurnya tanpa mau membuka matanya. Aku mengajaknya bicara setiap hari karena aku pernah dengar orang koma bisa mendengar apa yang kita bicarakan kepadanya. Terkadang aku harus merasa sedih setiap menemani Jose karena malam2 aku hanya sendirian tidak seperti biasanya. Semua kepelatihan dan kepemimpinan Jose di lapangan harus kami serahkan ke orang lain karena masalah ini. Mama dan mami menyemangati aku setiap hari untuk menjadi kuat sampai Jose siuman.
"Dela." sapa seseorang saat aku melamun disebelah Jose.
"Hey Nit." balasku.
"Jangan melamun gak baik buat kandunganmu. Makan dulu ini pesenan kamu tadi aku bawakan mama gak bisa kesini harus melatih persiapan IBL." jawab Nita sekaligus menyerahkan tempat makan.
"Thanks ya Nit. Kamu makan juga ya sini bareng aku." ajakku ke Nita.
"Kandunganku sehat kok. Bayinya juga sehat dan kuat kok kayak aku." jawabku dengan sedikit sedih.
"Ya sudah kamu makan aja jangan bersedih. Percaya saja kalau Jose akan segera siuman. Nanti Tasya juga mau kesini bareng Daniel." seru Nita kemudian aku makan masakan mama yang sudah aku pesankan tadi.
Aku makan sambil berbincang bincang dengan Nita tentang persiapan tim basket dalam turnamen turnamen antar universitas atau di IBL nanti. Nita adalah tangan kanan ku di kepelatihan di tim The Kingdom, Nita membicarakan apa saja yang sudah di lewati tim tanpa aku disana. Jose sudah koma selama 2 bulan ini dan sudah 2 event yang sudah kami lewatkan. Tidak lama aku selesai makan dan sudah duduk bersama Nita untuk sekedar bercanda saja.
"Hey, sudah disini saja kamu Nit." seru Tasya yang sudah sampai disini dan menyapa kami.
"Iya tadi aku sekalian membawakan Dela makan pagi pesenan ibu hamil." balas Nita.
"Gimana Del, Jose sudah ada perkembangan belum?" tanya Tasya.
"Masih seperti kemarin belum ada perkembangan lebih jauh lagi. Aku hanya bisa berdoa dan menguatkan setiap hari." jawabku dengan sedikit sedih.
"Hmm kamu harus kuat ya Del. Kamu harus kuat demi Jose dan bayimu. Supaya kalian bisa bahagia bersama nantinya." seru Nita.
"Iya aku sudah kuat kok sekarang tidak seperti awal awal Jose koma dulu. Terimakasih ya Tas, Nit. Kalian masih mau disini atau mau kembali ke kampus?" tanyaku ke mereka berdua.
"Aku sih hari ini gak ada kuliah Sama sekali." jawab Tasya.
"Aku juga." sahut Nita juga.
Kamipun berbincang bincang di ruangan itu sampai sore untuk mengalihkan kesedihan ku kala ditinggal Jose koma. Sore harinya mama dan mami datang dengan membawa makanan banyak untuk kami bertiga. Kami semua makan bersama di ruangan itu sedangkan mama dan mami sedang menunggu Jose di sebelah brangkarnya. Setelah makan Nita dan Tasya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu dan akan kembali lagi untuk menginap disini. Saat aku hendak mandi di kamar mandi mama menyuruhku untuk mandi di rumah saja.
"Dela sayang kamu pulang aja ya. Kamu sudah lama disini dan Belum pernah pulang sejak Jose koma. Kasihan dedek bayinya kalau kamu terlalu lama disini." kata mama menyuruhku untuk pulang.
"Tapi mam...." belum selesai aku berbicara sudah dipotong sama mama.
"Nanti Nita dan Tasya akan menemani kamu dirumah bersama Daniel dan Bryan juga jadi kamu tenang saja." sahut mama memotong.
"Baiklah kalau begitu. Mam, mi aku pulang dulu ya titip Jose." pamitku ke mereka berdua.
Akupun menuju parkiran mobil dan bersiap pulang ke rumah tetapi aku bertemu dengan Stella yang sudah pulang dari prakteknya hari ini. Aku mengajaknya untuk mampir di rumah dan mengajaknya menginap sekalian di rumahku hari ini dan Stella menyetujuinya. Kami berpisah saat keluar dari rumah sakit ini karena Stella masih harus menyiapkan pakaian untuk menginap di rumah.
**TBC
Maaf ya guys kalau kalian harus menunggu selama ini update cerita ini. Banyak masalah yang sulit dihadapi jadi lama untuk update ini aja diusahakan bisa update. Terimakasih masih setia menunggu ya. Jangan lupa untuk like, komen, share dan rate bintang 5 ya guys.
Love you**