
Dela POV
Hari ini kami berdua berencana untuk menginap dirumah mama selama 2 hari, sejak tadi pagi perutku tidak enak. Tetapi pingin sekali makan rujak manis dan mangga muda yang masih baru di petik. Sebelum ke rumah mama aku mampir ke buk Siti tetangga sebelah rumah mama untuk meminta mangga muda.
"Permisi buk." seruku sambil mengetuk pintu rumah Bu Siti.
"Iya sebentar. Lho neng Dela. Ada apa kesini?" tanya Bu Siti setelah membukakan pintu.
"Saya mau meminta mangganya Bu. Mangga yang masih muda. Bolehkan Bu?" tanyaku antusias setelah melihat mangga di depan rumah Bu Siti.
"Boleh boleh. Ambil saja seperlunya neng. Bentar aku ambilin kresek dulu ya." kata Bu Siti sambil masuk kedalam mengambil plastik.
"Ini nak plastiknya. Jangan sungkan sungkan mengambilnya. Buat anaknya kan itu?" tanya Bu siti yang mengira aku sedang mengidam.
"Bukan Bu cuman saya lagi pingin aja. Saya masih belum ada tanda tanda hamil kok saat ini Bu. Doakan semoga di segerakan ya Bu." jawabku dan meminta doa kepada nya.
"Amin semoga cepet dapat momongan kalian." seru Bu Siti. Kamipun berpamitan untuk pulang dan menuju rumah mama.
"Mama Dela pulang." seruku saat memasuki rumah mama.
"Kakak, mama sedang pergi sama papa ke kantor." jawab Yosie yang memang masih di rumah sendirian.
"Yahhh padahal kakak lagi pingin makan rujak buatan mama. Ya udah kalau gitu kakak menunggu saja." jawabku dengan lesu.
Akupun menuju kamar bersama Jose dan berpamitan dengan Yosie terlebih dahulu, aku merasa malas untuk berkegiatan apapun hari ini. Tidak tahu ada apa dengan tubuhku saat ini padahal dari kemarin aku tidak pernah bermalas malasan meskipun sedang libur. Aku mengajak Jose tidur di ranjang dan ingin bermanja manja dengan suamiku.
"Ada apa kamu sayang tumben malas malasan biasanya kan kalau ada di rumah mama kamu senang banget dan selalu ada saja yang kamu lakukan. Tetapi saat ini kamu kayak males banget yang. Apa gara2 mama tidak ada di rumah kamu jadi begini?" kata Jose saat kami sudah tidur di ranjang.
"Entahlah yang, aku lagi males banget ini mau ngerjain apa apa hari ini. Kalau masalah mama tidak ada di rumah aku memklumi kok jadi bukan karena mama." jawabku menjelaskan.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu mau main sebentarkah disini hmm?" ajak Jose sambil menggodaku.
"Iya boleh sayang." jawabku dan kamipun memulai kegiatan panas kami.
^^^
Setelah kegiatan itu kami berdua tertidur setelah mandi karena kelelahan dan rasa malas dari diriku. Aku terbangun karena ada yang mengetuk kamar tidur ku, akupun membuka kamar dan Yosie memberitahu kan kalau mama sudah pulang dan sudah membuatkan rujak buat aku. Akupun mengiyakan dan Yosie pergi turun dan aku masuk ke kamar untuk membilas muka terlebih dahulu baru turun ke ruang makan.
"Ma, kok lama sih di kantor papa?" tanyaku ke mama dengan manja.
"Mama sudah disini dari tadi jam 3, kamu aja sama Jose yang keasyikan sampe baru bangun." jawab mama.
"Hehehe maklum ma. Kakak mau makan rujaknya ma. Sudah jadi kan rujaknya?" tanyaku dengan manja sekali.
"Perasaan biasa aja deh ma. Dela kan setiap ke sini pasti manja sama mama." jawabku ke Dela tapi ada perasaan aneh juga. Tidak biasanya aku seperti ini ada apa ya?
"Ya sudah kamu mau mama temenin makan kak?" tanya mama kepadaku.
"Boleh ma, aku mau makan di taman belakang aja ma." jawabku dengan riang.
Kami menuju taman belakang dan aku memakan rujak disana di temani mama sambil bercerita cerita. Tidak lama papa datang dari kantor dan langsung menuju taman belakang untuk menemui mama dan aku. Saat papa mendekat kepadaku tiba tiba perutku mual dan ingin muntah. Segera aku berlari ke wastafel di dekat dapur untuk memuntahkan rujak yang sudah aku makan tadi.
"Hoek..... Hoek...."
"Sayang kamu kenapa kok riba tiba muntah di dekati papa?" tanya papa mendekati ku kembali.
"Stop pa jangan mendekat papa bau. Dela mau muntah kembali kalau papa mendekat lagi." seruku ke papa dan menyuruh papa menjauh.
"Aneh sekali kamu kak. Ya sudah papa mandi dulu dah kalau begitu." seru papa meninggalkan aku di wstafel itu.
"Sayang kamu sudah datang bulan belum bulan ini?" tanya mama saat aku kembali ke taman dan duduk di sebelah mama.
"Hmmm..." aku berpikir kapan terakhir mens.
"Ma kayaknya terakhir Dela bulan kemarin pas di Amerika deh ma. Kenapa mama tanya begitu." jawabku santai tidak mengerti maksud mama.
"Sayang kamu coba deh cek pake test pack. Kayaknya kamu hamil deh karna dari tadi kamu aneh. Apalagi kamu tadi muntah saat didekati papa padahal menurut mama papa tidak bau kok." jawab mama yang mengejutkanku dan mama berwajah senang.
"Iya ma besok pagi Dela cek dulu ya. Soalnya Dela takut ma. Semoga memang sesuai perkiraan mama." jawabku dengan wajah bahagia juga.
"Sayang kamu disini to. Aku tadi dengar ada orang yang muntah muntah saat aku di dapur buat bikin kopi. Itu kamu ta sayang?" sapa Jose dan bertanya kepadaku.
"Iya sayang itu aku. Tadi papa mendekati ku belum mandi jadi aku mual mual. Sayang besok beliin test pack ya." pintaku ke Jose.
"Baiklah nanti aku beliin. Bentar test pack. Jadi kamu aneh daritadi karena hamil ta sayang?" tanya Jose terkejut dan bahagia banget.
"Semoga aja dugaan mama bener yang. Tapi memang aku belum datang bulan yang." jawabku.
Jose pun bahagia dan mengucap syukur karena kabar bahagia ini, akupun bahagia mendengarnya dan semoga memang benar dugaan mama. Setelah itu papa datang setelah mandi dan aku pun bermanja manja dengan papa dalam pelukannya. Sedangkan Jose sudah berpamitan untuk pergi untuk membeli test pack dan keperluan lainnya. Papa bahagia mendengar kabar yang belum pasti ini dan mengucap syukur selalu.
**TBC
Halo guys author is back. Rencana beberapa bab kedepan akan rajin update setiap hari jam 17.00 dukung selalu ya author ini. Bakal ada keseruan lainnya di bab bab kedepan dan bakal ada kejutan juga yang pasti nantikan selalu ya semuanya. Jangan lupa untuk like, komen, favorit, rate bintang 5 dan vote seikhlasnya ya semuanya. Makasih sudah setia menunggu cerita ini. Jaga kesehatan lagi pandemi jangan keluar rumah kalau tidak ada perlu, kalau keluar rumah ingat 5M ya.
Love you Reader ❤️❤️❤️**