My Lifestyle

My Lifestyle
Meet Him



Dela dan Jose sudah sampai di kafe tempat pertemuan mereka dengan Stella terlebih dahulu. Mereka memesan makanan dan minuman terlebih dahulu karena Dela sudah lapar dari tadi. Beberapa saat kemudian Stella datang bersama dengan seorang cowok yang tidak dikenal Dela maupun Jose.


"Hai. Sudah lama ya menunggu kami?" sapa Stella saat sudah duduk di meja kami.


"Baru saja kok sampai sini. Pesen aja dulu La aku sudah pesen duluan tadi. Biasa bumil mudah laper." jawab Dela dengan bercanda.


"Iya aku tahu kok itu. Ehh kenalin ini Bastian tunanganku dan rencananya tahun depan kami akan menikah." Seru Stella mengenalkan cowok di sebelahnya itu.


"Hi, aku Bastian. Salam kenal." kata Bastian sambil akan menyalami Dela tetapi langsung diambil oleh Jose.


"Hi, aku Jose dia istriku Dela." jawab Jose dengan sinis tidak suka dengan Bastian.


"Sayang sudah dong jangan seperti itu dia kan tunangannya Stella. Maaf ya Jose memang seperti ini kalau ada cowok yang berkenalan denganku." jawab Dela tidak enak kepada tunangan Stella.


"Gak papa nyantai saja. Aku tahu bagaimana sikapnya Jose dari dulu." jawab Bastian kepada Jose dan Dela.


"Wait sudah kenal aku sejak dahulu. Kamu Johan Bastian kah?" tanya Jose kaget kepada Bastian.


"Yes. Lama gak berjumpa Josh." seru Bastian kepada Jose dan memeluknya.


"Jo, kamu kemana saja tiba tiba pergi? Kau tahu aku banyak sekali melewati masalah tanpamu." tanya Jose sambil melepaskan pelukannya.


"Aku harus ikut papa ke Amerika Josh. Maaf tidak bisa memberitahukan kepadamu saat itu. Sekarang kan sudah berkumpul lagi meski gak lama sih aku di Indonesia karna harus kembali mengurus usaha papa." jawab Johan kepada Jose.


"Papa mama sehat kan Jo?" tanya Jose kepada Johan.


"Papa meninggal dalam kecelakaan dan mama sempat koma beberapa Minggu tetapi harus ikut papa juga. Sekarang aku bersama Mia di Amerika untuk mengelola usaha papa disana. Aku ke Indonesia untuk melaksanakan pernikahan disini dengan Stella." jawab Johan dengan wajah sendu mengingat kejadian beberapa tahun lalu.


"Turut berdukacita ya Jo. Sejak kamu pergi aku tidak tahu kabarmu sehingga tidak tahu kamu mengalami hal berat seperti ini." jawab Jose dengan sedih juga.


"It's oke Josh. Aku sekarang sudah bisa menerima keadaan dan dibantu juga oleh Stella. Oh ya selamat ya Josh bentar lagi akan jadi ayah. Semoga lancar selalu dan sehat sehat terus ya sampai lahiran nanti." jawab Johan.


Mereka berempat masih di kafe itu sampai pukul 20.00 setelah itu kembali ke rumah masing masing. Stella akan menikah pada bulan Juli tahun depan dan Dela dan Josepun diundang untuk menghadiri pernikahan mereka.


Dela POV


'Tidak kusangka Stella akan menikah dengan Johan padahal mereka saat masih di Indonesia tidak pernah akur. Mungkin itu cara Tuhan menjodohkan mereka.' batinku.


"Hayo! ngelamun apa sayang? Awas ada setan lewat masuk nanti." goda Jose kepadaku.


"Apaan sih sayang? Aku cuman gak nyangka saja Stella bisa menikah sama Johan. Kamu tahukan gimana mereka saat disini dulu yang?" kataku menjelaskan kepada Jose.


"Iya begitulah mungkin itu cara Tuhan menjodohkan manusia sayang." jawabku.


Kamipun selama perjalanan pulang hanya bercanda saja tanpa membahas sesuatu yang serius sama sekali. Sesampainya kami dirumah papa sama Mama masih di ruang keluarga sedang menonton televisi. Kami berdua langsung masuk ke kamar setelah menyapa keduanya untuk membersihkan badan terlebih dahulu. Setelah selesai kami keluar untuk sekedar menemui mama papa untuk membahas keperluan tim dan kehidupan kami berdua kedepannya.


"Kak, kakak inget kak Justin gak?" tanya Yosie saat kami sedang berbicara di ruang keluarga.


"Iya inget. Dia kan musuh kakak waktu di SMP kan?" tanyaku ke Yosie.


"Iya kak. Ternyata dia masih disini kak. Dia mencari kakak gak tahu mau apa. Kemarin ketemu aku di Deket sekolah mengantar adiknya. Sepertinya ada niat gak baik ke kakak dia. Kakak hati hati ya kak aku gak mau keponakanku kenapa Napa." seru Yosie menghawatirkan anakku ini.


"Tenang saja selama ada kak Jose kakakmu aman kok." seru Jose meyakinkan Yosie.


"Iya kak, aku tahu kak Jose pasti melindungi kak Dela. Cuman aku masih khawatirkan dia licik orangnya kak." jawab Yosie memperingati aku kembali.


"Sudah sudah. Kalian beristirahat lah sudah malam gak baik bumil tidur malam malam." kata mama menyudahi obrolan kami.


"Baiklah kalau begitu Dela ke kamar ya ma pa, dek." pamitku dan Jose ke semuanya.


'Saat aku di kamar dan menunggu Jose yang sedang didalam kamar mandi aku memikirkan kenapa Justin mencari ku. Aku dengar diakan sedang di Eropa kenapa dia datang ke Indonesia mencariku. Terakhir ketemu dengannya memang aku ada masalah dengannya tapi kan tidak terlalu besar masalah itu.' batinku.


"Mikirin apalagi sih sayang? Kamu gak usah khawatir kalau memang dia perlu dengan kamu ayo kita temui dia tanyakan maksud sebenarnya dia apa?" jelas Jose kepadaku menjawab ke khawatiran ku.


"Iya sayang. Aku gak bakalan mikirin itu lagi dah semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi nantinya." jawabku dengan lebih tenang.


"Ya sudah sekarang tidur ya. Gak baik bumil banyak pikiran dan kurang tidur." seru Jose mengajakku untuk tidur dan memelukku dan tidak lama akupun tertidur pulas.


Jose POV


Malam ini banyak hal mengejutkanku, aku bertemu dengan Johan sahabat lamaku di masa kecil bersama dela. Setelah itu ada kabar tentang Justin yang mencari Della yang tidak diketahui apa tujuannya. Justin sepertinya tidak ada masalah dengan Dela tetapi dia ada masalah denganku. Justin pernah berselisih denganku karna adiknya yang sangat mencintai aku tetapi aku hanya mencintai Della mulai dulu sampai sekarang. Sampai akhirnya Bella adik Justin bunuh diri karena aku tolak cintanya berkali kali.


Justin mencariku dan ingin membunuhku karena dia mengira aku yang telah membunuh Bella. Meskipun kenyataannya Bella bunuh diri tetapi itu karena cintanya aku tolak sehingga keluarganya membenciku. Entahlah mungkin Justin mau balas dendam kepada ku melalui Della. Aku tidak mau itu terjadi semoga apa yang aku takut kan tidak akan terjadi, aku akan membuat penjagaan ketat untuk Della. Aku saat ini masih memeluk Dela yang sudah tertidur dari tadi sambil sesekali mencium keningnya.


"I love you sayang" ucapku lembut.


**TBC


Maaf guys harus menunggu agak lama updatenya pekerjaan gak kelar kelar gara2 PPKM nih. Dukung terus diriku ya supaya bisa lolos kontrak yang entah kenapa belum lulus lulus sampe Sekarang. Jangan lupa like, komen, share, rate bintang 5 dan vote ya. Makasih semuanya


Love you guys**