
Dela POV
Pagi harinya setelah malam yang melelahkan dan menyenangkan bagiku dan Jose, aku bangun terebih dahulu daripada suamiku dan menatap wajah tidurnya yang membuat diriku mencintainya.
"Selamat pagi istriku." ucap Jose mengagetkan aku dan langsung mencium bibirku.
"Selamat pagi suamiku." balasku. Kamipun bangun dan menuju kamar mandi.
Setelah satu jam di kamar mandi kami berdua baru keluar karena maklum pengantin baru jadi maunya menghabiskan waktu berdua. Setelah itu kami keluar kamar untuk menuju restoran hotel untuk sarapan. Aku berjalan dengan tertatih tatih karena permainan panas kami berdua semalam dan barusan di kamar mandi.
"Masih sakit ya sayang?" tanya Jose dengan membantuku berjalan.
"Iya masih sakit tapi dinikmatin saja sayang. Sudah yuk buruan ditunggu mama papa. Kamu sih ngajak aku bermain lagi pas mandi jadi kesaiangan kan." jawabku dengan setengah kesal.
"Habis kamu sih badannya bikin aku pingin lagi dan lagi. Tapi kamu suka kan?" tanya Jose menggodaku.
"Iya suka." jawabku dengan pipi menghangat karena godaan Jose.
"Wahhh pengantin baru, baru keluar kamar jam berapa ini? Pasti main lagi ya tadi." tanya papa menggodaku saat sampai di meja mama papa di restoran.
"Biarin lah pa, biar cepet dapet cucu juga kita kalau mereka main terus." tambah mama semakin menggodaku. Akupun merasakan semakin merah pipiku digoda mama papa.
"Udah ma, pa jangan godain Dela lagi tuh pipinya semakin merah kayak tomat. Nanti tinggal dipanen aja kalau sudah mateng" seru Jose bukannya membantuku malah semakin menggodaku.
"Auuuhhhh sakit yang." seru Jose saat perutnya aku cubit karena kesal sama dirinya.
"Salah sendiri bukannya bantuin istrinya sedang malu malah nambahin. Awas ya nanti malam gak ada jatah." seruku dengan kesal.
"Eitttsss baru nikah gak boleh ngambek dong kak." kata mama mengingat kan aku.
"Iya ma, Dela gak akan ngambek lagi. Tapi awas kalau sampe bikin Dela kesal beneran aku suruh tidur di kamar tamu nanti Jose." jawabku dengan setengah kesal sedangkan mama papa ketawa mendengar perdebatan aku dengan Jose pagi hari ini.
"Iya deh sayang maaf gak bakal bikin kamu kesel lagi daripada aku tidur sama guling." jawab Jose dengan masih bercanda saja.
"Sudah sudah makan yang banyak biar cepet jadi." sahut mama masih menggodaku.
Kami berduapun makan dengan tenang bersama mama papa, sedangkan mama papa Jose sudah kembali kekamar tadi. Setelah selesai makan kami berdua masih bersama mama papa di ruang yang disediakan untuk berbincang bincang dari hotel.
"Sayang nanti kamu sama Jose tinggal di rumah yang papa sediakan ya sebagai hadiah pernikahan kalian berdua." kata papa Kyo saat kami sudah duduk bersama di ruangan itu.
"Iya sayang. Pasti aku akan mendukung apapun keinginan kamu nantinya." jawab Jose.
"Untuk masalah restoran kamu tidak apa apakan kak kalau seumpama itu akan papa kasihkan ke Yosie semuanya? Kamu kan sudah bersama Jose dan semuanya akan Jose tanggung kehidupan kamu kak." seru papa menjelaskan niatan untuk memberikan usaha restoran dan kafenya kepada Yosie.
"Iya pa. Dela memang ingin menyerahkan usaha itu buat Yosie saja, Dela cukup melatih tim The Kingdom saja." jawabku.
"Papa tenang saja Dela sudah tanggung jawab Jose sekarang jadi semua apa yang diperlukan Dela akan Jose penuhi. Akan Jose bahgiakan selalu Dela." jawab Jose mantab.
"Iya aku tahu itu, makanya papa mau menikahkan Dela dengan kamu Josh. Pilihan papa tidak pernah salah. Ingat pesan papa apapun masalah kalian nantinya selesaikan dengan baik baik." kata papa Kyo memberi nasihat.
Setelah selesai kami berbincang bincang aku menuju taman untuk berduaan bersama Jose disana meluangkan waktu bersama. Kami bercanda bersama kadang berfoto berdua ditengah hamparan bunga yang indah. Kami bersenang senang disana sambil menikmati liburan dari penatnya kesibukan di kuliah selama ini.
"Sayang, makasih ya kamu sudah memberi kesempatan kedua setelah masalah itu terjadi. Aku tahu waktu itu aku yang salah sudah meladeni keinginan Sisil. Tapi aku tidak mau kehilangan kamu dan tidak mau membuat malu nama mama jadi aku bingung." kataku saat kami sedang duduk berdua di kursi dekat taman.
"Sudah, sayang itu masa lalu buat pelajaran ke depannya sayang. Semua manusia pernah salah dan aku juga pernah berbuat salah kepadamu. Aku sempat benci dengan kamu karena masalah waktu itu mama papa disalahkan dengan papa mama kamu yang. Aku baru memaafkan kamu saat kita bertemu lagi di kafe saat bersama yang lain saat itu." jawab jujur Jose.
"Aku mengerti perasaan kamu saat itu dan tidak salah kalau kamu sempat membenciku dulu. Sekarang kita sudah bersatu dan aku berharap akan bersama dengan dirimu sampai maut memisahkan kita berdua nantinya." jawabku dengan keyakinan.
"Iya sayang. Be with you till forever." jawab Jose juga.
Kami berdua setelah bersenang-senang di taman kami kembali ke kamar untuk merapikan baju kedalam koper untuk bersiap siap untuk menuju Prancis. Kami akan merasakan honeymoon disana hadiah dari papa Mikez sebagai kado pernikahan. Akupun merasakan kebahagiaan yang sangat berlimpah karena aku dari dulu ingin pergi Prancis untuk berlibur dan impian itu benar benar terjadi sekarang.
"Sayang nanti kita di Prancis berapa lama ya?" tanyaku dengan perasaan bahagia.
"Seminggu sayang. Kita akan cuti kuliah sama cuti melatih karena kan Senin besok sudah dimulai turnamen Ubaya cup sayang." jawab Jose yang membuatku tidak berhenti tersenyum.
"Iya aku tahu itu sayang. Nantikan di pegang mama Lita sementara pelatihannya sayang. Semoga cepet diberi momongan ya kita sayang. Aku pingin gendong bayi lagi terakhir gendong bayi pas Yosie lahir." seruku dengan senyuman terkembang penuh.
"Berdoa dan berusaha saja sayang. Pasti Tuhan bukakan jalan kemudahan untuk kita nantinya." balas Jose menguatkan ku.
Setelah selesai menyiapkan kebutuhan kami berdua, kami langsung menuju ruang makan untuk makan siang bersama yang lain sekaligus berpamitan. Setelah selesai makan siang kami pun berpamitan dengan mama papa dan saudara-saudara yang lain. Setelah itu kamipun berangkat menuju Surabaya karena masih ada keperluan yang belum kami bawa. Selama perjalanan ke Surabaya aku tertidur dan Jose membiarkan aku tidur tanpa membangunkan sampai di rumahku.
***TBC
Makasih sudah setia dengan novelku ya semuanya maaf kalau rasanya terlalu cepat ceritanya. Tapi memang seperti ini dan akan lebih fokus ke kehidupan setelah pernikahan para pemeran dalam cerita ini. Jangan lupa ya komen, like, dan rate bintang 5 ya kalau bisa vote ya guys. Terimakasih semuanya.
❤️❤️Love you guys❤️❤️***