My Lifestyle

My Lifestyle
Persiapan Pernikahan



Dela POV


Tidak terasa sekarang sudah mendekati bulan Oktober dan sebentar lagi pesta pernikahan kami berdua akan berlangsung. Baju pernikahanku dengan Jose sudah jadi dan hasilnya sungguh memuaskan. Sekarang aku dan Jose sedang perjalanan menuju sarangan untuk mengecek tempat disana nantinya. Selama perjalanan kami hanya membicarakan persiapan pernikahan kami berdua nanti yang sudah hampir 80%.


"Sayang sudah selesai semua persiapannya tinggal lokasi akad nikah dan resepsi yang akan diadakan. Kita tinggal ngecek aja sekarang." kata Jose di sela perjalanan panjang kami hari ini.


"Iya semua sudah selesai. Aku degedegan sayang mendekati hari H pernikahan kita ini." jawabku memang benar aku merasa takut menuju hari H pernikahan kami.


"Tenang saja sayang pasti akan sukses semua rencana kita dan akan bahagia selalu kehidupan kita kedepannya." jawab Jose menenangkan hatiku.


"Iya aku berharap seperti itu." jawabku dengan lebih tenang lagi.


'Kamu jangan takut Del meski aku tidak ada di sampingmu ada Jose yang akan menemani kamu terus. Aku berharap kita bisa berjumpa kembali.' seru Lia dalam pikiranku.


'Iya aku tahu itu Lia. Aku bakal bahagia bersama Jose. Aku juga berharap seperti itu karena kamu adalah sahabat baikku selama ini.' batinku berkomunikasi dengan Lia.


"Ada apa sayang kok kamu diem?" tanya Jose saat aku berkomunikasi dengan Lia pasti aku diam.


"Tidak aku lagi berkomunikasi dengan Lia. Bahas sesuatu sama dia." jawabku.


"Ya sudah lanjutin kalau masih penting." jawab Jose.


"Iya sayang bentar lagi selesai kok." balasku.


'Aku pingin anakku nanti sepertimu Lia. Semoga kita bisa bertemu lagi.' batinku.


'Iya semoga saja sesuai harapanmu.' jawab Lia dalam batinku.


Lia adalah sahabat masa kecilku sebenarnya dan dia bisa menjadi alter egoku karena terjadi sebuah kecelakaan dalam keluarganya dan semua meninggal dunia semua. Aku merasa kepergian Lia yang mendadak itu membuat aku shock dan harus dibawa ke rumah sakit karena demam tinggi dan harus koma. Selama masa koma itu aku bertemu dengan Lia dan dia mengatakan akan melindungiku sampai aku menikah dengan menjadi sisi lainku. Aku ingin sekali melihat dirinya kembali karena sudah lama tidak melihat sosok aslinya.


"Sayang besok pulang dari sarangan kita ke makam Lia ya?" pintaku ke Jose.


"Iya sayang. Aku tahu kamu kangen dengan sosok lamanya itukan." jawab Jose yang melihat kesedihn dimaraku.


"Makasih sayang. Kamu yang terbaik memang." jawabku dengan senyum terkembang.


Tidak lama kami berdua sudah sampai di hotel tempat digelarnya resepsi pernikahan kami berdua nanti. Kami berdua turun ke loby hotel untuk memesan hotel keseluruhan untuk semua saudara dan tamu yang akan hadir dan menginap disini. Setelah memesan kamar kami menuju aula untuk melihat tempat untuk akad nikah dan acara lainnya. Setelah selesai kami menuju ke lapangan untuk acara resepsi pernikahan kami nantinya.


"Cukup kan sayang untuk menampung 200 orang yang hadir disini acaranya?" tanyaku memastikan kepada Jose untuk tempat.


"Cukup kok sayang sudah aku perhitungkan semuanya. Semuanya sudah selesai tinggal menata tempat dan panggung acara pernikahan kita nantinya." jawab Jose.


"Iya sudah kalau begitu. Hari ini kita langsung pulang atau menginap disini dulu sayang?" tanyaku.


"Menginap disini saja semalam. Capek sayang perjalanan jauh besok siang baru kita pulang ke Surabaya ya sayang." jawab Jose.


"Baiklah kalau kamu maunya begitu tapi memang bener capek yang." jawabku ke Jose.


Setelah itu kami berdua memesan satu kamar dengan 2 kasur singgle bed untuk menginap malam hari ini. Setelah memesan kamar kami pun keluar hotel untuk mencari makan di sekitar hotel. Selama perjalanan kami hanya berbincang bincang dan bercanda bersama sambil menuju warung makan di pinggir danau.


Saat kami sudah sampai di tempat makan itu kami langsung memesan makanan dan menunggu pesanan itu sambil berbincang bincang.


"Hey, Jose. Apa kabar kamu sekarang?" tanya seorang cewek yang tiba tiba menyapa Jose.


"Hi nes. Aku baik, kamu sendiri apa kabar? Oh iya kenalin ini tunanganku." sapa Jose kepada alnes.


"Ohhh hai aku Alnes sepupu Jose yang di luar negri." kata Alnes mengenalkan dirinya.


"Hai aku Dela. Datang ya nanti di acara pernikahan kami berdua disini acaranya." jawabku.


"Pasti dateng kok, tenang aja. Kalian langsung balik ke Surabaya atau menginap?" tanya Alnes.


"Menginap di hotel itu. Kamu sendiri disini nes?" tanya Jose.


"Enggaklah sama suamiku. Kita sehotel dong kalau begitu." balas Alnes.


"Iya." jawab kami berdua.


setelah itu pesanan kami datang dan kami langsung menyantap makanan itu sedangkan Alnes menunggu suaminya yang sedang membeli pesanan Alnes. Alnes menikah lebih dahulu sebelum Jose padahal usianya lebih muda daripada Jose. Tetapi Mereka menikah karena sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah muda. Setelah makan kami mengajak Alnes untuk keliling danau dengan Speedboat.


Selama di sarangan kami bersama Alnes dan berbagi pengalaman dalam masalah keluarga seperti apa dan bagaimana suka dukanya dalam kehidupan berkeluarga nantinya. Alnes saat ini sedang hamil 4 bulan dan perutnya masih tidak terlalu kelihatan. Kami berduapun asyik mengobrol dengan Alnes sampai malam hari dengan suaminya juga.


Besok siangnya kami berduapun sudah bersiap menuju Surabaya dan sudah berpamitan dengan Alnes juga dan dia berencana untuk ke Surabaya mengunjungi mama papanya disana. Setelah berpamitan kami langsung berangkat menuju Surabaya dan sudah membawa oleh oleh untuk Yosie.


***TBC


Makasih udah sabar menunggu ya maaf kalau udah lama gak update harap maklum ya banyak pekerjaan sekarang aku apalagi dalam situasi seperti ini diharuskan lebih kreatif dan inovatif. Semoga kita semua diberi kesehatan selalu dihindarkan dengan virus covid ini dan segera dihalaukan virus ini secepatnya. Jangan lupa untuk support aku ya dengan like, komen, kasih bintang 5 kalau bisa vote seikhlasnya ya kawan kawan. Makasih


❤️❤️❤️Love you❤️❤️❤️***