My Lifestyle

My Lifestyle
penjagaan ketat



Dela POV


Sejak pemberitahuan dari Yosie tentang Justin yang mengejar ku Jose semakin protektif kepadaku sampai menyewa bodyguard. Iya aku tahu kekhawatiran Jose karena apa aku tahu semuanya masalah Jose dengan Justin. Bukannya Jose posesif tetapi dia sangat takut kehilangan kami berdua, aku pun memaklumi hal ini.


"Sayang hari ini aku dirumah saja ya males keluar keluar pingin tiduran saja dirumah." seruku ke Jose sebenarnya aku memiliki firasat tidak enak kalau aku keluar rumah hari ini jadi lebih baik di rumah saja.


"Iya kamu dirumah saja kalau bosan telpon aku saja sayang. Hari ini aku juga gak terlalu banyak kegiatan jadi lebih baik segera pulang saja. Perasaanku juga tidak enak daritadi." seru Jose yang merasakan hal yang sama.


"Kamu hati2 ya sayang aku gak mau jadi janda muda lho🤭" jawabku menggoda Jose.


"Tenang saja sayang ada bodyguard kok jadi aman gak usah khawatir. Sudah yuk turun dulu terus makan pagi bersama." ajak Jose untuk sarapan pagi.


Kami berdua berjalan menuju meja makan dan memulai makan pagi hari ini dengan diam tanpa ada suara selain sendok dan piring. Dari awal aku dan Jose sudah terbiasa makan tanpa berbicara sedikitpun. Setelah makan itu Jose berpamitan untuk berangkat menuju kampus karna ada jam pagi. Aku dirumah sendirian merasa ada yang aneh pagi hari ini cemas sekali, akhirnya telepon sahabatku.


"Halo. Ada apa Del?" kata Tasya saat telpon diangkat.


"Hallo Tas, ke rumah yuk aku lagi tidak enak perasaanku dari tadi pagi." seruku dengan nada sedih.


"Oke aku mumpung gak ada kuliah hari ini. Atau kita keluar aja?" balas Tasya.


"Aku lagi gak mood keluar mungkin bawaan bayi. Cepetan ya." balasku kemudian menutup telpon.


Jose POV


di sisi lain


"Awasi selalu pergerakan dari Justin dan perketat penjagaan di sekitar Della jangan sampai terjadi apa apa." seruku ke penjaga yang sudah ku siapkan untuk mengantisipasi apapun yang dilakukan Justin.


"Baik bos." seru mereka.


Sesampainya di kampus aku melihat Daniel dan Bryan juga barusan sampai di kampus tetapi mereka tidak bersama pacar mereka.


"Kemana nih cewek kalian?" sapaku ke mereka saat bertemu.


"Mereka tidak ada jam kuliah hari ini jadi tidak ikut kesini. Mereka lagi di rumahmu katanya sih Della lagi ada sesuatu yang menganggu pikirannya jadi diminta Della untuk bertemu. Emang ada masalah apa sih bro?" tanya Daniel.


"Aku lagi gak mood ngampus ke tongkrongan biasanya aja yuk sekalian aku mau cerita sama kalian." ajakku ke Daniel dan Bryan.


"Oke wait aku manggil anak2 yang lain dulu ya biar kumpul disana." seru Bryan.


"Oke ditunggu di markas ya Bry." sahut kami berdua dan langsung menuju ke markas kami.


Diperjalanan aku menyetir mobil dengan pikiran kacau tidak tahu ada apa ini dari tadi pagi sudah seperti ini. Aku mengabari Della kalau aku tidak jadi ke kampus dan lagi berkumpul dengan teman teman lainnya. Della membalas dengan jawaban "Iya,tapi hati-hati ya sayang." Hatiku lebih tenang setelah mendengar jawaban dari Della.


Sesampainya di markas aku menunggu Daniel dan Bryan karena mereka masih menjemput teman teman kami yang lain. Saat aku menunggu aku melihat ada bayangan melintas di dekat jendela kananku. Aku membiarkannya dan tidak lama mereka semua datang ke markas dan langsung menemui aku. Aku memberi kode untuk bersiap menghadapi hal yang tidak diinginkan karena aku melihat bayangan itu bukan 1 orang saja.


"Sepertinya ada yang mau main main dengan kita ini. Siapkan pertahanan terbaik kita nih semuanya." seruku kepada yang lainnya.


"Hai, Josh lama tidak berjumpa. Ini masih permulaan, nantikan aksi selanjutnya dan aku akan memastikan bahwa kamu akan mati ditangan ku." seru Justin dari jarak lumayan jauh.


"Kalau mau sekarang ayo 1 lawan 1 sama aku sekarang." teriakku geram kepada Justin.


"Oke." jawab Justin dan lansung turun untuk menemui ku.


Akupun memberi kode ke teman teman lainnya untuk tidak ikut campur dan mengamankan daerah sekitar apakah masih ada anak buah Justin yang tersisa atau sudah habis. Aku tidak mau saat kemenangan di depan mata terganggu oleh orang lain. Setelah dinyatakan aman pertarungan antara aku dan Justin dimulai. Justin adalah orang yang licik maka dari itu aku harus pandai melawan dirinya dan sekarang adalah pertandingan hidup dan mati siapa yang bertahan hidup dia yang menang.


Kami bertarung mati-matian untuk menentukan siapa pemenangnya, Justin sudah kalah dan aku masih mengampuninya dan membiarkan hidup. Tetapi saat aku lengah saat itu juga Justin mengambil pisau dibalik bajunya dan menusukku dari belakang dan aku tidak sempat menghindar dan pisau itu mengenai perutku karena sebelum menusuk dijantungku Justin sudah lebih dulu tewas karena tembakan tepat di kepalanya oleh Bryan.


"Jose." teriak Daniel sebelum aku pingsan karena tusukkan pisau di perutku.


ditempat Della


Della POV


prankkk


"Yaampun Della kamu kenapa?" tanya Nita terkejut saat aku menjatuhkan gelas ditanganku.


"Nit, Tas.Dadaku sesak. Ada sesuatu yang terjadi sama Jose. Telpon Daniel Tas, tanyakan apa yang terjadi." kataku dengan memegang dadaku yang terasa sesak.


"Kamu tenang dulu dell. Jangan seperti ini kasian sama bayimu Del." seru Nita menenangkan diriku.


"Apa!!!" teriak Tasya terkejut saat mengetahui kejadian sesungguhnya dari Daniel.


"Ya sudah buruan bawa ke rumah sakit sekarang." kata Tasya masih dengan keterkejutan nya.


"Ada Tas? Siapa yang harus dibawa ke RS?" tanyaku dengan ketakutan.


"Jose dell. Jose bertengkar dengan Justin dan anak buahnya di markas Black Devil. Jose mengampuninya tetapi Justin mengambil kesempatan untuk membunuh Jose saat Jose lengah tapi beruntung sebelum mengenai jantungnya Justin sudah ditembak terlebih dahulu tapi tusukannya sudah mengenai perut Jose terlebih dahulu sebelum Justin meninggal." jelas Tasya yang membuatku shock tidak bisa berkata kata lagi. Air mataku mengalir deras mengetahui hal ini.


"Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jose sudah diberi pertolongan pertama tadi." seru Tasya memberitahuku.


"Ayo kita ke RS sekarang." seruku dengan berlinangan air mata.


"Baiklah." seru Nita.


Aku, Nita, dan Tasya menuju RS yang sedang dituju Jose dan yang lainnya dan memberitahu mama papa Jose perihal kejadian ini. Mami papi terkejut dan langsung menuju ke Rumah sakit yang akan menjadi tempat Jose dirawat.


**TBC


Maaf lama gak update ya banyak masalah yang belum selesai jadi harus ditunda dulu updatenya. Makasih udah mau sabar menunggu updatenya ya. Jangan lupa like, komen, rate bintang 5 dan vote ya. Makasih semuanya.


Love you readers**