My Lifestyle

My Lifestyle
Waktu Bersama



Dela POV


Kami berenam sudah berada di pantai saat ini untuk bermain main dengan air atau sekedar bermain pasir bersama. Kami bermain di pantai sampai sekitar pukul 17.00 kami diam duduk dipinggir pantai untuk menikmati waktu menunggu sunset dengan berbincang-bincang. Kami berbincang bincang tentang kuliah kami dan masalah dengan Sisil kemarin juga sampai Sisil diberi kesempatan kedua di tim The Kingdom.


"Kenapa kamu memberi kesempatan kedua ke Sisil kan dia sudah melakukan kesalahan fatal kepadamu del?" tanya Nita penasaran.


"Setiap manusia itu pernah memiliki kesalahan dan pantas mendapat kesempatan kedua di hidupnya. Apalagi aku inget dia hamil dan mengingatkan ku kepada mama dulu jadi aku kasihan ke Sisil. Sepertinya dia juga sudah berubah sekarang Nit." jawabku menjelaskan.


Iya memang aku melihat Sisil sekarang sudah berubah dan sudah memikirkan masalah pernikahannya dengan Jeffry. Jeffry sekarang pun sudah bekerja di kafe papa atas izin papa dan rekomendasi ku. Aku kadang kalau sudah tidak bisa mengendalikan emosi tidak akan melepaskan orang yang membuat aku emosi sampai dia meninggal atau cacat. Tetapi kalau sudah seperti kemarin aku tidak bisa apa apa lagi tentang itu.


"Sayang. Mau beli kelapa mudakah?" tanya Jose kepadaku.


"Nanti ajalah sekarang kita menikmati saat saat menuju sunset." sahutku kepada Jose.


"Baiklah." balas Jose dan duduk dibelakang ku.


Teman teman yang lain sudah duduk bersama pacar masing masing menikmati keindahan yang disuguhkan oleh alam. Aku berharap keindahan dan waktu bersama dengan Jose dan teman teman ku ini jangan cepat berlalu. Matahari pun mulai tenggelam dan menunjukkan keindahannya, aku berfoto bersama Nita dan Tasya di depan matahari tenggelam. Setelah itu kami ber 6 berfoto bersama.


"Guys habis ini kita makan di luar yuk jangan di hotel. Bosan aku." kata Tasya saat kami menuju ke hotel setelah puas bermain di pantai.


"Gua mah setuju mau kemana emangnya?" balasku ke Tasya.


"Di daerah A ada kafe baru coba kesana yuk." kali ini Nita yang menimpali percakapan kami.


"Ya sudah kita kesana saja." seru kami bersamaan.


Author POV


Mereka berenam langsung menuju ke hotel dan langsung mandi dan beristirahat sebentar sebelum makan malam. Dela sekarang sedang bermain kartu bersama Tasya dan Nita di kamarnya sedangkan yang cowok cowok sedang asyik bermain game di handphonya.


skip kafe


Dela POV


Kami semua saat ini sudah berada di kafe baru dan suasananya enak untuk kumpul2 dan makan bersama karena disini selain makanan ringan juga ada makanan beratnya. Kami langsung menuju meja kosong dan langsung memesan makanan. Kami memesan makanan yang bisa dimakan bersama di tengah dan sudah sepakat dari sebelum menuju kesini. Kami bermain kartu Uno disini sambil menunggu pesanan, kafe ini menurutku unik karena selain menyediakan makanan dan minuman mereka juga menyediakan permainan bersama untuk mengurangi permainan gadget.


"Bisa kayaknya diterapkan di kafe papa. Pasti semakin banyak peminat." batinku.


"Yang ngelamun apa kamu?" tanya Jose yang sepertinya memperhatikan aku tadi.


"Aku memikirkan kayaknya kafe papa dibikin konsep kayak gini seru deh yang." jawabku mengutarakan pikiranku.


"Kalau menurutku sih memang asyik cuman kan gak semuanya yang kita lihat baik gak selalu baik yang. Inget rezeki orang berbeda beda. Mungkin disini ramai karena ada permainan ini. Tapi kan di kafe papa beda konsep nya." balas Jose mengingatkanku.


"Iya bener juga katamu yang. Nanti saja dah aku memikirkan tentang kafe papa." jawabku sambil melanjutkan bermain.


Tidak lama kemudian pesanan kamipun datang dan kami langsung menyudahi permainan kami dan langsung menyantap makan malam ini. Kami makan malam dengan tenang dan hanya ada suara dentingan sendok dan piring saja, sampai selesai makan baru melanjutkan perbincangan. Kami masih di kafe ini karena asyik bermain permainan lainnya yang disediakan disini, sambil menikmati alunan musik yang mengalun di kafe ini.


Kami semua selesai bermain dan akupun membayar untuk makan malam kami hari ini dan langsung menuju mobil untuk kembali ke hotel.


Author POV


Kriiinggg..... Kriiinggg.... Kriiinggg


Suara handphone Dela berbunyi dan langsung diangkat oleh Dela dan yang menelponnya adalah Jose.


"Halo sayang ada apa?" seru Dela saat mengangkat telpon.


"Kamu sudah mau tidur ta sayang?" tanya Jose dari seberang.


"Belum yang, belum mengantuk. kenapa sayang?" balas Dela.


"Keluar yuk ke taman sebelah. Aku belum bisa tidur." balas Jose.


"Baiklah kalau begitu aku pake jaket dulu." jawab Dela dan langsung menutup telponnya.


"Mau kemana Del?" tanya Tasya mengagetkanku. Karna aku pikir dia sudah tidur berbeda dengan Nita yang sudah tidur.


"Mau ke taman sama Jose. Mau ikutkah kamu sekalian tuh ajak Daniel daripada kamu jadi obat nyamuk." jawabku ke Tasya.


"Iya ayo aku pingin jalan jalan juga." balas Tasya dan memakai jaketnya juga.


Kemudian kami langsung keluar kamar dan menemui Jose dan Daniel yang sudah dikasih kabar oleh Tasya. Kami ber 4 berjalan bergandengan tangan menuju taman sebelah hotel. Sesampainya disana aku hanya duduk menikmati angin malam dan indahnya bulan hari ini.


"Sayang kamu mau beli minuman apa aku mau ke toko itu?" tanya Jose menawariku minuman.


"Kita kesana aja yuk sepertinya di depan toko itu ada meja kursi juga kok mending disitu saja." balasku dan mereka pun menyetujui usulanku.


"Aku beliin coklat hangat sama roti kacang aja sayang." seruku ke Jose.


"Oke sayangku." balas Jose dan langsung menuju dalam toko bersama Daniel.


"Sya kamu serius menjalani hubungan bersama Daniel, sepertinya mama papa Daniel tidak suka dengan kamu setiap kita bermain di restoran keluarga Daniel kalau ada orang tuanya mereka seperti tidak suka sama kamu." kataku kepada Tasya saat kedua cowok itu beli pesanan kami.


"Entahlah Del aku sendiri tidak tahu. Aku cuman bisa membuat mereka yakin aku jodoh Daniel dan aku hanya berharap Tuhan memang menghendaki hubungan kami. Kamu kan tahu aku menyukai Daniel dari lama Del." seru Tasya dengan lirih.


"Iya kalau kamu punya pemikiran begitu buktikan ke mereka kamu pantas bersanding dengan Daniel dan aku dukung kamu." seruku memberi dukungan sama Tasya.


Aku tahu Tasya dari dulu mencintai Daniel tetapi dia takut dengan ke dua orang tua Daniel yang tidak menyukai Tasya. Tidak lama mereka berdua sudah kembali dan langsung memberikan pesanan kami berdua.


**TBC


Maaf ya kawan kawan reader setiaku aku lama tidak update karena ada keperluan mendadak karena banyak pesenan kue kering dan lain lain sehingga harus ditunda dulu ceritanya tetapi mulai besok sudah kembali normal. Jangan lupa ya like, komen, rate bintang lima dan kalau bisa vote ya


love you guys❤️❤️**