
Adelia POV
Setelah kejadian di restoran itu aku merasa senang karena sudah jadian dengan Jose dan kami selalu bersama. Kamipun kuliah bersama tetapi berbeda jurusan aku di jurusan design sedangkan Jose di hukum. Kami berdua semakin mesra dan sahabat sahabat kami semua sudah mengetahui tentang hubungan kami dan senang mendengarnya.
Sore hari ini aku kembali menemani Jose berlatih basket di kampus dan dilatih oleh mama pada hari ini. Mama hendak mengangkat ku menjadi manager tim the kingdom dan mengajariku menjadi pelatih. Meskipun aku tidak bisa bermain tetapi aku memiliki kemampuan untuk melatih tim basket karena diturunkan oleh mama papa. Sedangkan Yossie dia bisa bermain dan berbakat sekali di basket sejak SD juga jago merayu cewek makanya sejak SMP kelas 1 pacarnya sudah banyak.
Berbeda dengan aku yang hanya memiliki satu orang yang paling dekat denganku dan baru kemarin aku jadian sama dia ya dia adalah Jose sahabat ku mulai kecil kami selalu bersama. Aku bukan tidak mau dekat dengan cowok lain tetapi hatiku sudah jatuh kepada Jose seorang meski banyak rintangan yang aku hadapin. Aku juga bukan cewek yang suka berfoya foya di mall atau belanja barang barang branded hanya menghabiskan uang saja. Iya aku tahu papa menjamin aku untuk kehidupanku sampai menuju pernikahan. Tetapi aku tidak suka bergantung dengan orang lain apalagi orang tuaku, sehingga dari kecil aku sudah mencoba untuk menabung sekecil apapun.
Hari ini adalah hari dimana aku menjalani hari pertama sebagai mahasiswa Petra setelah melewati ospek (karena kalau cerita ospek panjang nih🤭🤭). Hari ini Jose menjemputku kekampus bersama, pulang kampus kami langsung menuju ke lapangan the kingdom juga hari ini. Karena mama akan mulai mengenalkan diriku sebagai pelatih baru tetapi masih tetap dipantau mama.
"Pagi ma. Pagi pa. Pagi dek" sapaku kepada keluargaku saat sampai di ruang makan.
"Pagi kak." sahut mereka semua bersamaan.
Kami semua menikmati makan pagi ini dengan tenang karena dikeluargaku mengajarkan kalau makan tidak boleh mengeluarkan suara sama sekali. Setelah itu aku dan mama membersihkan piring setelah kami pakai untuk sarapan pagi ini.
"Kak nanti kamu jadikan ikut latihan?" tanya mama di sela sela kami mencuci piring.
"Iya ma Dela akan ikut kok. Sekalian mendukung Jose." balasku.
"Mulai nanti kamu bukan hanya mendukungnya sayang kamu akan melatih mereka." kata mama menjelaskan.
"Tapi ma kakak gak mau melatih semua kakak mau fokus di tim cewek saja." jawabku.
"Baiklah kalau kamu ingin seperti itu mama gak akan memaksa kamu. Sudah sana Jose sudah didepan kayaknya." kata mama menyuruh ku untuk bersiap siap karena Jose sudah sampai dirumah.
Akupun langsung menuju ke kamar untuk mengambil tasku dan merapikan baju dan rambutku kemudian keluar kamar.
"Ma pa kakak berangkat dahulu ya." pamitku kepada keduanya saat sampai diruang keluarga.
Aku langsung menuju mobil Jose karena terburu buru dan jam sudah mepet.
"Selamat pagi sayang." sapaku ke Jose saat memasuki mobilnya.
"Selamat pagi juga sayang. Nanti jadikan ikut latihan." balas Jose dan mulai melajukan mobilnya.
"Jadi dong kan nanti sekalian pengenalan diriku sebagai pelatih tim. Supaya tidak ada yang menindasku lagi." balasku dengan sedikit emosi ketika mengingat itu.
"Sudah sayang tenangkan dirimu ini hari pertama jangan kamu rusak dengan kehadirannya." kata Jose menenangkan ku.
"Iya aku tahu sayang tapi aku masih kesal kalau ingat masalah itu." jawabku dengan masih kesal.
"Iya aku tahu itu tapi tolong redam sedikit." jawab Jose dan aku memilih untuk diam.
Jose POV
Aku saat ini sedang dalam perjalanan menuju kampus bersama dela, tetapi saat ini kondisi hatinya sedang tidak baik karena mengingat masalah e tahun lalu. Aku takut kalau sampai Lia mengendalikan tubuhnya saat ini akan sangat berbahaya di kampus dan dirinya sendiri. Sebisa mungkin aku akan menenangkan dirinya, aku menyalakan musik untuk menenangkan dirinya dengan lagu kesukaannya.
"Sayang nanti setelah latihan keluar yuk ke pantai. Lama kita tidak kesana." ajakku kepada Dela.
"Hmmm.. Iya lama kita tidak kesana. Nanti mampir beli cemilan ya untuk disana. Aku lagi tidak mood beli makanan di pantai." jawab dela.
"Baiklah." balasku kepadanya.
Kamipun sampai di kampus dan kami langsung berpisah karena kelasku berbeda dengan Dela dan kelasku pun hari ini masih 2 jam lagi. Aku menuju ke kantin dan disana sudah ada anak anak basket lainnya sekaligus sahabatku dengan Dela juga.
"Oiii.... Kalian tidak ada jam nih pagi ini?" Sapaku ke yang lain.
"Aku kosong paling jam 10 ada kuliah." jawab Bryan.
"Kalian tahu tidak nanti kita ada pelatih baru lho.?" sahut Linda yang berada diantara yang lain.
"Tahu darimana kamu kan tidak ada pengumuman di grup soal itu." jawab jeni.
"Ada deh tunggu aja nanti siang kalian bakal terkejut siapa itu." jawab Linda lagi.
Aku yang mendengar itu hanya tersenyum saja ya aku tahu siapa yang dimaksud Linda dan kenapa hanya Linda yang tahu ada pelatih baru. Kamipun masih bercanda di kantin sampai jam pertama aku masuk kuliah dimulai dan aku mengikuti pelajaran dengan baik.
Author POV
Siang harinya dela dan Jose sudah keluar kampus dan sedang makan siang di kafe langganan mereka yang tidak jauh dari kampus. Mereka makan siang berdua hari ini tetapi ada sesuatu yang membuat makan siang mereka berantakan.
"Hey cewek bo*oh ngapain kamu masih dekat dengan dia. Bukannya kamu sudah sepakat untuk menjauhinya setelah kalah taruhan waktu itu." seru Sisil mengganggu makan siang mereka.
"Siapa yang kau sebut bo*oh. Jangan mentang mentang kamu jago main basket dan aku tidak kau mengataiku bo*oh. Kau sudah bosan menjadi pemain The Kingdom hah..." balas Dela dengan emosi.
"Siapa kamu berani bertanya seperti itu kepadaku. Aku akan setia dengan The Kingdom dan tidak akan pernah bosan." balas Sisil dengan PD nya.
"Oke kita lihat saja nanti siang di lapangan dan aku buktikan mulai hari ini kamu keluar dari tim The Kingdom." seru Dela dan mengajak Jose pergi tapi ditahan oleh Sisil.
"Ngapain kamu narik narik tangan Jose kan sudah aku kasih tahu jangan dekati Jose lagi." balas Sisil sambil melepaskan tangan dela.
Tetapi seketika perubahan terjadi pada tubuh dela dan tidak ada yang menyadarinya selain Jose yang daritadi sudah pasrah jika Lia mengambil alih tubuh dela.
"Hei kau j*l*ng kalau masih mau hidup pergi dari sini dan jangan ganggu hidup dela dengan Jose lagi. Aku tahu dirimu di The Kingdom bertahan karena kau menyogok salah satu pengurus dengan tubuhmu kan. Tidak usah berkelit kau. PERGI DARI SINI." seru Lia mengusir Sisil.
Jose terkejut setelah mendengar penuturan dari Lia tentang Sisil barusan dan penasaran siapakah yang disogok Sisil. Apalagi selama ini dia mencari cela keburukan Sisil tidak didapati tetapi dengan mudahnya Lia mendapatkan info itu.
"Cihhhh bisa apa kamu mengusirku. Siapa yang kau bilang aku bertahan di klub karena menyerahkan tubuhku. Mana buktinya." balas Sisil dengan sinis.
"Kau mau bukti nanti saja saat di lapangan dan sekalian aku mau memecatnya juga. Kau bertanya aku bisa apa hahh!! Aku bisa ini..." jawab Lia sambil melakukan sesuatu kepada Sisil.
Krakkkkk.... Terdengar suara tulang patah dan itu terdengar saat Lia mematahkan kedua tangan Sisil dengan mudah.
"Arrrrgggghhhh!!! Apa yang kau lakukan pada ke dua tanganku. Akan aku laporkan kepada kedua orang tuaku kau." seru Sisil sambil meninggalkan tempat itu.
"Silahkan!!! Aku tunggu kalian di lapangan The Kingdom saat latihan nanti." Seru Lia dengan berteriak karena Sisil sudah menjauh.
Liapun mendekati Jose dan meminta maaf karena sudah melakukan sesuatu yang berlebihan.
"Maafkan aku sayang aku lepas kendali lagi." seru Lia meminta maaf kepada Jose.
"Iya tidak apa apa sayang aku tahu kamu marah kepada dia. Akupun marah dia mengatai kamu seenaknya. Ya sudah kita lanjut makan siang didekat kampus aja yuk." ajak Jose karena tadi mereka belum makan karena pesanan belum datang.
"Tidak usah yang kita makan disini saja tetapi pindah diruangan VIP saja aku sudah lapar." jawab Lia.
"Ya sudah kalau begitu." jawab Jose.
Mereka berdua pindah ke tempat VIP dan melanjutkan makan siang disana dengan tenang tanpa gangguan lagi. Setelah selesai makan Lia menghubungi mama untuk memecat pengurus klub dan Sisil sekalian tetapi nanti saat di latihan saja. Mama Yuya terkejut akan hal itu karena orang yang disebutkan termasuk orang baru yang di rekrut.
Mama Yuya setuju setelah dikirim bukti pelanggaran mereka dan Lia pun meminta izin untuk membuat sebuah pertunjukan karena nanti Sisil akan datang dengan kedua orang tuanya dan Lia berencana membongkar kebusukan anaknya itu. Mama Yuya pun setuju akan rencana itu dan akan menyiapkan tempat meeting untuk menunjukkan hal itu.
**TBC
Kalian penasaran kan kenapa Lia lebih kuat daripada Dela, nanti di episode setelah membongkar kebusukan Sisil akan dibahas masa lalu kenapa Lia bisa muncul dan kenapa dia lebih kuat. Makasih juga untuk para reader yang setia bersamaku ya jangan lupa untuk like komen dan kalau bisa vote ya untuk menaikkan lvl novelku dan bisa lolos kontrak nih.
Love you Reader ❤️❤️❤️**