My Lifestyle

My Lifestyle
Bad news (Tasya POV)



Hari hari Dela dengan Jose dilalui dengan kebahagiaan dan persiapan untuk pernikahan merek berdua. Mereka semakin dekat dan semakin romantis saja Begitupula dengan Tasya dan Daniel yang sudah direstui oleh orang tua Daniel. Tasya dan Daniel pun akan melangsungkan pertunangan dalam waktu dekat ini sebelum pernikahan Dela dan Jose. Tasya setiap hari selalu bermain dengan Daniel dirumahnya ataupun rumah Daniel, dan kadang main ke kafe ataupun ke taman.


"Sayang, kita hari ini jadikan ke pantai?" tanya Tasya kepada Daniel.


"Jadi dong. Kita akan ke pantai bersama Jose dan Dela juga kok nanti." jawab Daniel.


"Oke." jawab Tasya mereka melanjutkan perjalanan menuju kampus untuk mengikuti kegiatan kampus hari ini.


Tasya POV


Selama perjalanan menuju kampus aku merasakan tidak enak entah apa yang membuatku seperti ini. Aku pun diam saja tidak memberitahukan masalah keresahan dalam hatiku sejak tadi pagi. Aku hanya bisa berdoa saja dan menenangkan hati ini, sejak aku bangun pagi selalu merasakan hal yang janggal. Semoga tidak terjadi apa apa di keluargaku dan keluarga Daniel aku takut sekali sekarang ini.


"Sayang kamu kenapa kok dari tadi murung dan seperti banyak pikiran?" tanya Daniel kepadaku.


"Tidak ada yang. Cuman mikirin ujian hari ini di kampus takut gagal aku." jawabku mengalihkan perhatian Daniel.


"Ya sudah kalau gitu jangan melamun." balas Daniel lagi.


skip pulang kuliah


Akupun menunggu Daniel untuk pulang bersama dan bersiap menuju ke pantai pada hari ini. Aku masih merasa tidak enak saat ini sampai dirumahpun masih sama perasaan tidak berubah sama sekali. Saat dirumah aku melihat mama terlihat shock dan pucat akupun menghampirinya.


"Ma, ada apa ma? Mama kok pucat." tanyaku panik melihat mama.


"Papa Tas. Papa kecelakaan dan tidak bisa diselamatkan lagi. Papa.... Papa meninggal Tasya." jawab mama dengan menangis sejadi jadinya.


"Papa.... Papa meninggal ma?" tanyaku dengan wajah lebih shock dari mama.


"Jadi ini yang aku rasakan dari tadi. Hiks.... Hiks... Kenapa papa harus meninggalkan Tasya sekarang. Tasya kan belum membahagiakan papa. Hiks... Hiks.... Hiks..." seruku dengan derai air mata yang sudah mengalir deras.


"Tapi yang, Aku tidak bisa menerima ini. Seandainya aku menuruti perasaan ku dan memberitahukan papa supaya hati hati dijalan mungkin tidak akan seperti ini." jawabku dengan wajah sedih.


"Iya mau bagaimana lagi Tuhan sudah menakdirkan semuanya seperti ini kamu harus kuat. Aku akan mengabari teman teman yang lain dan mama papa juga." jawab Daniel dengan wajah sendu tapi tetap kuat.


"Mah, mama harus kuat ya. Papa sudah bahagia di surga. Mama harus kuat." jawab Daniel.


Mama hanya diam tidak menjawab karena masih shock sekali mendengar hal ini karena mama tidak ada firasat apa apa dari pagi. Daniel pun memutuskan untuk menghubungi keluarganya dan sahabat sahabat kami semua dan jenasah sekarang dalam perjalanan menuju rumah kami. Aku masih menangis dalam pelukan Daniel meski aku harus kuat tapi tidak semudah itu berat rasanya. Semua sahabat sahabatku sudah sampai dirumah dan mereka semua menyupport aku dan memberi kekuatan kepadaku.


"Sya kamu harus kuat. Om James sudah bahagia di surga kamu harus kuat supaya bisa menguatkan Tante Lisa." kata Dela memberi kekuatan dan mensupport ku.


"Iya aku pasti kuat. Makasih ya Del sudah datang dan mensupport aku. Aku hanya masih tidak terima saja Del. Semua cepat berlalu karna aku belum bisa membahagiakan papa Del." jawabku dengan kembali menangis.


"Sudah Tas kamu yang sabar semua sudah digariskan oleh Tuhan bagaimana orang itu akan lahir sampai kembali ke sisinya jadi kamu harus mengikhlaskan semuanya." kata Nita memberi dukungan kepadaku.


Akupun hanya bisa menundukkan kepala karena memang benar apa yang dikatakan Nita semua sudah digariskan oleh Tuhan. Tidak lama mobil ambulance sudah memasuki halaman rumah dan jenasah papa sudah dibawa masuk ke rumah. Semua sudah diurus semuanya dengan keluarga Daniel karena papa adalah salah satu sahabat dekat mereka. Mama pingsan saat melihat jenasah papa dan langsung dibawa ke kamar untuk di istirahat kan disana.


Setelah jenasah papa di mandikan kemudian dimasukkan kedalam peti mati dan acara akan dilanjutkan ke tutup peti dan akan dikubur besok pagi. Semua keluarga papa sudah berdatangan karena mereka tinggal di Surabaya semua. Acara berjalan lancar semua dan mama pun sudah lebih kuat dan ikhlas atas meninggalnya papa. Akupun harus lebih kuat karena mama masih butuh aku untuk di sisinya terus. Acara pemakaman sudah dilangsungkan dan semua datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada papa.


"Papa sudah bahagia di surga. Tasya sudah ikhlas dengan kepergian papa. Tasya akan mendampingi mama sampai menua nanti. Makasih papa sudah membesarkan Tasya sampai hari ini dan makasih papa sudah memberikan restu akan hubunganku dengan Daniel. Maafkan Tasya karena masih belum bisa membahagiakan papa." kataku di depan makam papa dengan wajah sendu ditemani Daniel disebelah aku.


**TBC


Maaf kalau episode kali ini beralih ke tokoh lain ya karena rencana akan aku bikin side story dari beberapa tokoh dari sahabat sahabat Dela nantinya. Makasih sudah setia dan maaf kalau lama updatenya. Jangan lupa like komen dan rate bintang 5 ya kawan-kawan. Jaga kesehatan jangan stres pandemi lagi menggila jadi harap ingat 5M ya. Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari mobilitas, memakai masker dan menghindari kerumunan. Kalau bisa kalau tidak ada keperluan jangan keluar rumah dirumah saja baca novel atau apalah.


Love you Reader❤️❤️❤️**