My Lifestyle

My Lifestyle
Final IBL



Dela POV


Final IBL tahun ini diadakan di Jakarta dan tim Hawk Knight berhasil tembus final setelah mengalahkan Hang Tuah Jakarta dengan telak 2-0. Babak Semifinal mengalahkan Pacific Caesar Surabaya dengan comeback epic dengan memenangkan pertandingan akhir 2-1. Di pertandingan pertama kami kalah, di pertandingan ke 2 kami tertinggal sampai babak ke 3 dan babak ke 4 berhasil menyusul dan mengimbangi hasil pertandingan. Di laga terakhir Kami harus mati-matian melawan mereka dan menang dengan skor tipis 99-98.


"Sayang kamu sudah siap menghadapi final hari ini?" tanyaku kepada Jose saat masih di rumah sewa di Jakarta.


"Siap. Apapun hasilnya nanti kita sudah memberikan yang terbaik untuk tim." jawab Jose semangat menghadapi hari ini.


"Baiklah sayang. Aku dengar The Kingdom lagi goncang sekarang sejak ditinggal kita berdua sama papi juga." kata Jose kepadaku, aku sudah tahu masalah itu dari sekertaris ku yang masih berada disana.


"Kita pantau dulu dari sini kalau memang semakin parah kita kembali untuk membangkitkan kembali The Kingdom. Usir Bryan dan anak buahnya dari The Kingdom." balasku dengan penuh emosi mengingat pertengkaran dengan Bryan dulu.


"Iya sayang mami juga tadi bilang begitu ke aku. Udah yuk kita berangkat ke arena. Anak2 udah siap kan sayang?" tanya Jose kepadaku.


"Sudah dan bekalnya pun sudah aku siapkan." balasku kepadanya yang langsung menuju mobil untuk menuju arena.


Saat ini Liana dan Jake sudah menginjak usia 18 bulan dan sudah bisa berbicara dan berjalan. Mereka berdua lucu dan menggemaskan sekali. Aku berharap keduanya bisa seperti daddy-nya pintar bermain basket dan pandai dalam pelajaran.


Kami semua sudah berada di arena final dan di awali dengan pertandingan 3 besar untuk tahun ini. Kami melakukan pemanasan di pinggir lapangan sebelum melakukan pemanasan sebelum bertanding di dalam lapangan. Setelah pertangin perebutan 3 besar telah usai dan sekarang waktunya final dimulai.


"Memperkenalkan tim The Hawk Knight: nomer punggung 0 di posisi Center Daniel, nomer punggung 7 di posisi power forward Rio, nomer punggung 10 di posisi small forward Febrian, nomer punggung 12 posisi point guard Lukman, dan sang kapten, nomer punggung 9 di posisi Point guard Jose. Pelatih kepala Kyo." Seru host memperkenalkan tim kami.


Pertandingan segera di mulai setelah perkenalan kedua tim dan melakukan bersalaman antar tim. Jump ball diambil oleh Daniel dan Dimas dan dimenangkan oleh Daniel dan diterima oleh Jose dan disarangkan dengan 3 poin. Babak pertama berjalan seru dan kami mengungguli tim lawan dengan skor 27-24.


Pertandingan berjalan dengan seru saling mengejar poin dan tidak mengendurkan pertahanan ataupun penyerangan. Babak ke 4 terakhir pertandingan berjalan ketat meski kami sudah unggul tapi musuh tidak menyerah. Kami berhasil keluar menjadi juara setelah menang dengan skor akhir 89-83. Kami merayakan kemenangan ini dengan berfoto bersama di tengah lapangan.


"Selamat guys kalian memang luar biasa. Aku percaya kalian semua bisa melewati rintangan berat disini. Tahun depan kita harus mempertahankan juara kita saat ini. Terimakasih semuanya." seru papi Kyo kepada kami.


Setelah selesai dengan penyerahan Thropy dan sertifikat juara kami menuju restoran terdekat untuk merayakan juara kami. Aku dan Jose langsung menuju kesana terlebih dahulu karna Liana dan Jake sudah menangis ingin makan. Sesampainya di restoran kami memesan tempat untuk perayaan hari ini, setelah itu aku menerima telepon dari mami.


"Selamat ya sayang atas prestasi kalian di IBL tahun ini. Kalau kalian sudah disini nanti mami akan bicara serius dengan kalian berdua. Apa kabar Liana dan Jake tidak rewel kan disana?" kata mami kepadaku.


**TBC


Makasih supportnya maaf kalau pendek2 nanti kalau udah selesai misinya aku bakal kembali nulis banyak kata per babnya nanti. Selamat ber puasa ya guys. Jangan lupa like komen, share, rate bintang 5, favorit dan vote ya.


Love you readers**