
Dela POV
Kami semua sudah kembali ke Surabaya dan kembali ke Kehidupan seperti biasanya ke kampus dan berlatihan untuk perlombaan selanjutnya. Hari ini aku dan Jose akan menuju tempat katering dan kue pernikahan kami untuk mencari yang terbaik. Masalah gaun pernikahan sudah dipesankan ke teman mama yang seorang desainer menunggu kabar saja dari Tante Ainun dan sudah disiapkan semuanya.
"Sayang, hari ini kamu check up terakhir kan setelah itu masa pemulihan saja kan tidak mengikuti terapi lagi?" tanyaku saat kami sudah selesai memilih kue pernikahan dan katering nantinya.
"Iya sayang. Kamu temenin aku kan?" tanya Jose kembali.
"Iya sayang habis itu kita ke rumah ya sayang aku lagi males keluar keluar hari ini." jawabku yang memang lagi tidak ada mood untuk jalan jalan.
"Iya sayang kita di rumah saja." balas Jose.
Selama perjalanan kami hanya berbicara masalah tim the kingdom yang sebentar lagi akan diserahkan kepada kami berdua kepelatihan nya. Tidak lama kami sudah sampai di rumah sakit untuk mengecek kondisi terkini kaki Jose.
"Selamat siang dok." sapa kami berdua kepada dokter yang bertugas.
"Selamat siang, hari ini check up terakhir ya. Ada keluhan apa selama terapi?" tanya dokter membuka konsultasi.
Semua berjalan dengan lancar dan Jose sudah lepas dari terapinya tetapi masih dalam pemulihan jadi masih tidak boleh berolahraga berat terlebih dahulu. Setelah itu kamipun berpamitan untuk kembali ke rumah, saat kami berjalan di lorong rumah sakit aku melihat seseorang yang kukenal.
"Kak Andrew dirimu kesini dengan siapa?" tanyaku menyapa kak Andrew ketua kelompok remaja kaum muda di gereja.
"Hai Dela ini kakak mengantarkan adik kakak yang lagi sakit. Kamu sendiri sedang apa disini Del? Siapa yang sakit?" tanya kak Andrew kepadaku dan tidak melihat kearah Jose. Aku melihat Jose sedikit marah karena Jose tidak suka kalau aku dekat dengan Kak Andrew.
"Aku sedang mengantarkan tunanganku Jose untuk check up kondisi cederanya. Maaf kak aku tidak mengundang kakak pada acar pertunangan kami kemarin." jawabku menjelaskan statusku saat ini.
"Ohhh oke selamat ya atas pertunangan kalian berdua semoga lancar lancar sampai hari h pernikahan kalian berdua. Kakak permisi dulu ya karena adikku menunggu kakak di ruangannya." jawab kak Andrew dengan raut wajah kecewa mendengar status ku saat ini.
"Baiklah kakak semoga Vina lekas sembuh, hati hati ya kak." kataku saat melihat kak Andrew menjauh dari tempatku saat ini. Aku melihat ke arah Jose dan terlihat dia menahan amarah melihat kedekatan ku dengan kak Andrew tadi.
"Sayang kamu jangan marah kamu kan tahu cintaku hanya buat kamu aku menganggap dia hanya kakak saja." jawabku menenangkan Jose.
"Oke. Ayo kita pulang." seru Jose dengan nada dingin.
Akupun hanya bisa mengikutinya Karena aku takut Jose semakin marah karena tidak cepat cepat mengikutinya pulang. Jose paling tidak suka melihat aku dekat dengan cowok yang lain atau bahkan para sahabatnya sendiri. Selama perjalanan pulang Jose hanya berdiam diri tanpa mengajakku bicara dan fokus menyetir mobil menuju rumahku. Aku tahu Jose marah denganku sejak di rumah sakit tadi dan mendiamkan aku sejak tadi. Kamipun sudah sampai dirumah dan langsung masuk sepertinya ada mama papa Jose juga.
"Sudah pulang sayang?" tanya kedua orang tua kami berdua saat kami sudah masuk kedalam rumah.
"Sudah ma. Kami mau ke taman dulu ya." jawab kami bersamaan sekaligus berpamitan.
Kami berdua pun menuju ke taman tetapi Jose masih dingin denganku entah kenapa sejak bertemu dengan Andrews dia berubah. Aku harus meluruskan kesalahpahaman ini aku tidak mau sampai berlarut larut dengan masalah ini. Semoga Jose mau mengerti ucapanku dan tidak terlalu berlarut dalam kekesalannya. Mungkin ada hal lain yang menyebabkan dia marah dengan kak Andrew aku harus mencari tahu.
"Hmmmm.." jawabnya dingin.
"Kamu jangan gini dong sayang. Sudah dong jangan bikin aku cemas kamu diemin aku kayak gini sayang. Tolong jangan diamkan aku." seruku dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tahu kamu tidak suka dengan kak Andrew aku tahu kamu paling benci dengan dia. Tapi tolong jangan diamin aku seperti ini." jawabku dengan air mata sudah mulai jatuh dengan sikap Jose yang seperti ini.
"Maafkan aku sayang, jangan bersedih lagi maafkan aku. Aku bukan tidak suka kamu dekat dengan siapa saja tapi jangan dekat dengan Andrew. Kamu tidak tahu dia aslinya seperti apa. Andrew pelayanan di gereja tapi kehidupan sesungguhnya berlainan dengan yang dilakukan saat di gereja." jawab Jose menenangkan ku sambil menghapus air mataku yang tidak berhenti jatuh dan menjelaskan apa yang membuatnya seperti ini.
"Iya sayang aku tahu. Itu kenapa aku menjauhi dia dan keluar dari kelompok itu. Dia orangnya munafik dan aku membenci hal itu. Tapi jujur aku hanya menyapa saja tadi tidak ada maksud lain." jawabku menjelaskan.
"Iya aku tahu. Maaf ya sayang aku sudah mendiamkan kamu tadi. Aku tidak suka kamu menangis, tapi aku sendiri yang membuatmu menangis maaf sayang." kata Jose dengan penyesalan.
"Iya sayang aku memaafkan kamu. Tadi juga aku salah bukan kamu saja yang." jawabku.
Kami berduapun melanjutkan bersantai di taman itu dengan bercanda bersama tanpa ada suasana dingin lagi. Aku sudah mengerti kenapa Jose tidak suka melihat kak Andrew berbicara denganku. Kak Andrew dia memang setia pelayanan di Gereja tetapi kehidupan diluar gereja bertolak belakang dan itulah yang membuat Jose tidak suka. Apalagi aku tahu kak Andrew menyukai ku sejak lama dan aku merasa risih setiap didekati dirinya.
"Sayang, Kalau sudah menikah kita pindahbdi rumah yang aku sediakan ya sayang?" tanya Jose di sela sela perbincangan.
"Aku menurut kamu saja sayang mau bagaimana. Karena kamu adalah kepala keluarga jadi aku akan ikut kemana kmu akan pergi." jawabku.
"Iya sayang. Kalau kamu kangen mama papa kita akan pergi kerumah mereka juga kok atau kita undang mereka ke rumah." jawab Jose menjelaskan.
"Iya sayang. Makasih ya kamu sudah mau memilih aku sebagai pendamping hidup mu." jawabku.
"Iya sayang. Terimakasih juga kamu sudah menjadi penenangku disaat aku kalut ataupun saat aku emosi." seru Jose.
"Iya sayang. Aku berharap kalau ada masalah apapun dalam rumah tangga kita nanti, kita selesaikan baik baik dan tidak usah melibatkan ke dua orang tua kita selama masih bisa kita tangani berdua." pintaku kepada Jose.
"Iya sayang. Aku juga sependapat denganmu. Karena kalau kita sudah berumah tangga berarti kita sudah hidup sendiri dan lepas dari orang tua jadi harus diselesaikan sendiri masalah itu." jawab Jose.
Kamipun masih disana sampai mama papa memanggil untuk makan malam bersama dan membahas keperluan pernikahan kami berdua.
***TBC
Makasih para reader setiaku yang masih mau menunggu cerita ini update, dukung terus ya aku dengan memberi like, komen, rate bintang lima, favorit maupun vote ya. Aku setelah eps ini akan ajukan kontrak semoga lolos doakan saja semuanya agar bisa lolos.
Love you guys❤️❤️❤️***