
Lia POV
Saat makan siang bersama Jose aku masih berada di tubuh dela karena dela mengizinkan aku yang mengambil alih untuk urusan dengan Sisil nanti. Aku akan membongkar kebusukan Sisil didepan orang tuanya sendiri dan menghancurkan dia di depan mahasiswa lainnya. Sudah kukasih ke Ari bukti untuk mengungkap kebusukan Sisil, aku tidak suka dia mengusik hubunganku dengan Jose.
3 tahun lalu aku sebenarnya sudah ingin mengambil alih tubuh dela untuk melawan Sisil di pertandingan itu. Tetapi dela menahanku karna tidak ingin merusak masa SMA nya dan karna dia menahanku sambil melawan Sisil itu yang membikin tubuhnya semakin lemah dan masuk RS seminggu. Iya Dela itu sebenarnya kuat tetapi dia tidak ingin menunjukkannya kepada orang lainnya. Berbeda denganku yang tidak bisa menahan emosiku dan sering menghajar lawanku.
"Sayang masih jam 1 nih mau langsung ke lapangan atau kemana dulu nih?" tanya Jose.
"Hmmm.... Langsung aja deh sayang aku lagi gak mood kemana mana dan ingin bertemu mama secepatnya aku kangen mama." balasku.
"Baiklah kalau gitu." jawab Jose dan mengajakku ke parkiran.
Kami berduapun masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke arena the kingdom. Selama perjalanan aku hanya bercanda dengan seadanya kepada jose kadang berbincang bincang masalah latihan. Aku sebenarnya suka basket tetapi tidak terlalu suka untuk mengikuti basket sehingga tidak ikut untuk klub. Keputusan untuk melatih tim ini pun sudah kami berdua pikirkan baik baik karena bagi kita menjadi pelatih itu berat.
Kami berdua sudah sampai di universitas Petra dan langsung menuju ke GOR atau tempat latihan klub disini. Disana aku sudah melihat mama dengan Tante Lita sedang berbincang masalah permintaanku tadi waktu makan siang.
Author POV
"Mom... Lia kangen sama mommy." seru Lia sambil memeluk Yuya.
"Lia mommy juga kangen sama kamu. Dela baik baik saja kan sayang?" tanya Yuya kepada Lia.
"Yes mom.. Dela baik baik saja cuman dela ingin istirahat sebentar biar Lia yang mengurus semuanya aku sudah masa bodoh dengan Sisil terserah Lia mau diapakan." balas Dela mengambil alih sementara tubuhnya dan kembali diserahkan ke Lia.
"Baiklah mommy paham masalah kamu nak. Tapi ingat ya Lia jangan sampai membunuh Sisil disini karena kamu kan baru akan menjabat manager sama pelatih baru masak mau mencemarkan nama baikmu dengan kejadian seperti itu." kata mom Yuya memperingatkan kepada Lia.
"I know mom. Tenang saja, lagian aku sudah puas mematahkan tangannya si j*lang itu. Tante Lita apa kabar." jelas Lia dan menyapa Lita.
"Sayang kamu jangan panggil Tante dong panggil bunda aja ya seperti dela memanggil bunda." balas Lita menyuruh Lia memanggil bunda.
"Baiklah Tan... ehhh bunda maksudku." jawab Lia agak kikuk saat memanggil bunda.
"Sayang sudah yuk mau latihan 3 poinkah?" ajak Jose kepada Lia.
"Gak deh kamu aja sana latihan aku menyemagatimu dari sini." balas Lia kepada Jose.
Setelah itu Jose pun memulai latihan dasarnya sedangkan aku menontonnya sambil membahas porsi latihan tim cewek bersama mommy dan bunda.
skip semua sudah datang
Saat semuanya sudah datang dan terlihat juga Sisil datang dengan tangannya yang dibalut gips bersama kedua orang tuanya. Lia sudah berdiri disebelah Yuya dengan senyum menakutkan melihat kedatangan Sisil sekeluarga. Lia memberi kode kepada Ari untuk mempersiapkan segala keperluannya untuk nanti dan Ari langsung melakukan.
"Mohon perhatiannya untuk semua anggota tim dipersilahkan untuk berkumpul ditengah!! Karena hari ini ada sesuatu yang akan saya sampaikan." Seru Yuya membuka pertemuan hari ini. Semua anggota lainnya sudah berkumpul begitu juga Sisil dan ke dua orang tuanya yang dipersilahkan menepati barisan terdepan.
"Terimakasih atas perhatiannya saya akan mengumumkan 3 poin penting pada hari ini. Yang pertama pelatihan tim cewek akan dialihkan kepada anak saya yaitu Adelia Sandra. Mohon bantuannya untuk mengikuti arahannya dan dia masih dibawah pengawasanku!" seru Yuya kepada anggota tim.
"Ciiihhh bisa apa dia mau melatih tim the kingdom. Cewek lemah seperti itu." gumam Sisil ditempat.
"Yang kedua Manager tim The Kingdom juga akan saya serahkan kepada Adelia Sandra dan akan dibawah pengawasan kami para senior. Dimohon untuk bantuannya para senior." Seru Yuya memberitahukan dan membuat Sisil terkejut dan dia takut sekali.
"Apa?? Jadi ini yang dia maksud saat di restoran tadi dia sudah tahu semuanya. Matilah aku pasti keluar dari tim ini." gumam Sisil dengan ketakutan dan terkejut.
"Yang terakhir akan disampaikan oleh manager baru kita hari ini. Dipersilahkan untuk Lia naik keatas panggung." seru Yuya mempersilahkan Lia naik ke panggung. Lia pun langsung naik ke atas panggung dan...
"Selamat sore semua tim The Kingdom. Sebelum saya mengucapkan poin ke 3 saya akan menunjukkan sesuatu untuk kalian." seru Lia dengan amarah.
Tidak lama setelah itu dimunculkan sebuah Vidio yang menampilkan 2 orang yang sedang berhubungan b*dan. Terlihat jelas disitu adalah Sisil dan anggota kepengurusan The Kingdom dan setelah melakukan itu Sisil menyuruh untuk membantunya supaya dia bisa bertahan di klub. Semua penonton terkejut termasuk kedua orang tuanya Sisil malu dan marah kepada Sisil.
"Baik matikan Ari. Kalian paham apa poin ke tiga yang akan saya sampaikan?" seru Lia kepada anggota lainnya.
"Ya benar dan kepada saudara Jefry dan Sisil silahkan kalian keluar dari tim ini dan jangan harap kalian bisa masuk di klub basket lainnya!! Kaua Jeffry jadi laki laki harus bertanggungjawab Sisil sudah hamil 2 bulan malah kau tinggalkan dia!! Nikahi dia atau kau masuk penjara sekarang!" suara Lia mengejutkan semuanya dan membuat mama Sisil pingsan di tempat.
"Sekian dari saya mari kita latihan. Bubar dan bersiap latihan sekarang." seru Lia.
Lia POV
"Dela kamu mau ambil alihkah atau biar aku saja yang disini?" batin Lia kepada Dela.
'Kamu saja aku masih ingin beristirahat.'
"Baiklah." balas Lia lagi.
"Mom aku ijin sebentar mau mengurus Sisil sama Jeffry." pamitku kepada mommy.
"Baiklah. Hati hati sayang." jawab mommy.
Akupun keluar menuju parkiran karena aku tahu Jeffry dan Sisil masih disitu tetapi kedua orang tua sisil menyuruh dia keluar dari rumah karena kekecewaan mereka kepada Sisil. Sesampainya aku di parkiran aku melihat Sisil memohon untuk Jeffry menikahi dia tetapi Jeffry menolak nya.
"Jef tolong aku aku sudah di buang papa mama please nikahin aku." pinta Sisil kepada Jeffry.
"Tidak akan aku menikahi kamu tidak Sudi aku, karena kamu aku dikeluarkan dari klub ini. Pergi sana." bentak Jeffry dengan akan menendang Sisil.
"Stop!!! Bener2 ya kamu ingin masuk penjara sekarang!!" ancamku menghentikan Jeffry.
"Bisa apa kau mengancam ku. Tidak akan bisa kamu memenjarakan aku." balas Jeffry.
"Baiklah kalau kamu memaksaku. Padahal aku akan mengerjakan kamu di perusahaan papa kalau kamu mau menikahi Sisil tapi sepertinya tidak mau." balasku ke Jeffry dan aku menghubungi seseorang untuk kesini mengirim Jeffry ke penjara.
Tidak lama beberapa orang datang dengan maksud untuk menangkap Jeffry atas tuduhan pelecehan seksual. Jeffry terkejut dan ketakutan akan hal itu dan dia tidak bisa apa apa.
"Aku beri kesempatan lagi ke kamu. Nikahi Sisil nafkahi dia minta maaf kepada kedua orang tua Sisil! Aku jamin kamu akan masuk di perusahaan papaku!!" seruku dengan emosi kepada Jeffry.
"Maafkan aku Dela ampuni aku. Iya aku akan menikahi Sisil dan meminta maaf kepada kedua orangtuanya." balas Jeffry kepadaku
"Bagus besok lusa kamu ke kafe Mibu untuk bertemu papa bilang disuruh Lia." balasku kepada Jeffry.
"Kalian lepaskan dia. Awasi dia sampai benar2 menikahi Sisil sampai dia melarikan diri langsung jebloskan penjara!!" seruku kepada orang orang itu.
"Baik." balas mereka dan melepaskan Jeffry.
"Dela aku minta maaf sudah membuat kamu putus dengan Jose dan menghina kamu tadi di kafe. Aku benar benar menyesal." seru Sisil meminta maaf dengan bersujud di hadapanku.
"Berdirilah Sil. Aku minta kamu datang ke orang tuamu dan meminta maaf bersama Jeffry. Aku yakin mereka akan memaafkan kamu. Besok kamu ke rumah sakit periksa tanganmu dan sekalian ke dokter kandungan." balasku ke Sisil.
"Aku sudah memaafkan kamu Sil tolong jangan diulangi dan didik anakmu nanti dengan benar. Sudah aku kembali untuk melatih tim lagi." sambungku lagi.
"Satu lagi Sil kamu bisa menjadi asisten pribadiku di managemen tim The Kingdom ya." seruku mengasih kesempatan kedua kepada Sisil.
"Terimakasih Dela." jawab Sisil dengan senang hati.
Akupun meninggalkan mereka dan menuju tempat latihan untuk melatih untuk pertama kalinya. Aku tidak rela sebenarnya jika menghancurkan kehidupan mereka setelah mengetahui tentang kehamilan Sisil. Aku paling tidak bisa kalau berhubungan dengan perempuan hamil dan aku kasihan kepada mereka karena ingat mama hamil adikku sebelum yosie.
**TBC
Maaf author lama updatenya karena abis kena delay satu eps kemarin yang banyak kata2 kasar dan beberapa adegan wow. Bagaimanakah kelanjutan ceritanya saksikan terus saja ya bagaimana hubungan antara Jose dan Dela dan kawan kawan. Jangan lupa like komen, rate bintang lima dan vote kalau bisa.
Love you my reader❤️❤️**