
Tasya POV
Aku sebenarnya ragu untuk menerima cinta Daniel karena aku merasa kedua orang tua Daniel tidak menyukaiku. Setiap aku bermain ke rumah Daniel bersama sahabat ku yang lain atau cuman sendiri saja mereka memandangku tidak suka. Tidak tahu apa yang menyebabkan itu aku bingung, tetapi aku menerima Daniel karena aku yakin Daniel bisa membuat ke dua orang tuanya tentang kami.
"Sayang kamu kenapa kok melamun?" tanya Daniel kepadaku saat perjalanan pulang dari taman.
"Tidak apa apa kok yang." jawabku singkat.
"Tenang saja sayang kamu jangan takut akan aku yakinkan mama papa kalau kamu itu pilihan terbaik untukku, kamu jodohku yang." balas Daniel meyakinkan aku lagi.
"Iya sayang aku percaya sama kamu. Aku akan menunggumu bisa membuat mereka percaya akan keputusan mu dan aku akan dukung selalu." jawabku dengan agak ragu ragu menjawab itu.
"Iya sayang bantu aku ya untuk meyakinkan mereka." balas Daniel.
"Pasti kok sayang. I love you." jawab ku kepada Daniel.
"I love you too sayangku." balasnya dan kami sudah sampai dikamar masing-masing.
Aku dikamar masih memikirkan tentang hubungan ku dengan Daniel dan apa yang akan aku lakukan kalau kedua orangtuanya tetap kekeuh menolak aku. Apa aku harus merelakan Daniel pergi dari sisiku dan membiarkan dia bahagia dengan pilihan orang tuanya. Atau aku memaksakan kehendakku dan menjadikan Daniel anak durhaka kepada ke dua orangtuanya itu pilihan yang sangat sulit.
Kalau aku meninggalkan Daniel hatiku akan semakin sakit hati ini, kalau memaksakan kehendak aku semakin berdosa. Daniel meyakinkan aku kalau dia bisa mengubah sudut pandang orang tuanya kepadaku. Tapi masih ada keraguan akan keberhasilan itu. Apa yang menyebabkan hal ini harus aku cari sampai akarnya dan aku harus mengubah hal itu supaya ke dua orang tua Daniel menyetujui hubungan kami.
"Sudahlah kamu tenang saja kalau Daniel bilang dia akan meyakinkan kedua orang tuanya pasti bakal terjadi. Kamu harus mempercayai nya dan mendukungnya bukan seperti ini." kata Dela memberi penjelasan.
"Aku sedikit ragu Del masalah itu. Banyak hal yang menjadi bahan pertimbanganku. Satu hal lagi aku akan berusaha mencari penyebab ke dua orang tuanya tidak menyukaiku apa dan aku berusaha menjadi lebih baik lagi." jawabku lagi.
"Baguslah kamu mau mencari akar masalahnya dan mau belajar lebih baik lagi." jawab Dela. "Menurutku sebaiknya kamu berdamai dulu dengan masalah ini baru berubah lebih baik. Aku percaya kalian akan bisa melewati semua rintangan ini. Semangat Tasya kamu bisa." seru Dela menyemagatiku.
"Makasih ya Del sudah memberitahu aku masalah ini jadi aku semakin semangat untuk mencari restu kedua orang tuanya." balasku.
Kami berdua pun langsung menuju kasur dan langsung tidur karena lelah dengan pemikiran masing masing apalagi aku yang semakin bingung memikirkan masalah diantara kita.
Pagi menjelang kami ber tiga pun langsung bangun dan bersiap siap mandi dan bersiap siap menuju pantai karena seharian ini akan kami habiskan dipantai sebelum kembali ke rumah masing masing dan kembali ke kehidupan semula. Aku sudah mandi terlebih dahulu dan sudah selesai berganti baju dan langsung menuju keluar kamar untuk menemui Daniel.
"Selamat pagi sayang. Sudah cantik nih sudah siap menikmati hari ini sepertinya ya?" sapa Daniel ketika kami bertemu di depan pintu.
"Selamat pagi my love." balasku menyapa Daniel.
**TBC
Maaf chapter ini aku persingkat karena chapter sebelumnya sudah 1-2k jadi singkat dulu selanjutnya akan kembali normal. Makasih ya para reader ku yang setia. Jangan lupa like, komen, subcribe dan vote ya bakal aku buat crazy up hari ini sekalian penghasbisan eps borongan dari buku sebelumnya๐๐๐๐.