
Siang harinya Dela dan Jose langsung menuju dokter yang sudah di pesankan oleh Jose tadi pagi sebelum makan pagi. Sesampainya disana mereka masih harus menunggu karena belum nomor mereka yang dipanggil.
Dela POV
Selama menunggu giliran masuk ke ruangan dokter aku melihat ibu ibu yang ada disana dan merasa kasihan karena ada seorang ibu yang datang kesana sendirian tanpa ditemani suaminya. Aku hanya menyandarkan kepalaku di bahu Jose sambil bercanda sesekali dengan Jose disana. Tidak lama namaku dipanggil dan langsung masuk kedalam ruangan dokter kandungan. Kami berdua masuk dan langsung duduk di depan dokter itu, nama dokter itu adalah Stella.
"Selamat siang dokter." sapaku ke dokter Stella dan duduk di depannya.
"Selamat siang Bu Adelia dan bapak Jose." seru dokter Stella.
"Stella... Stella Cornelia. Kamu sudah jadi dokter sekarang?" tanyaku terkejut saat dokter Stella balik badan.
"Adelia Sandra. Wahhh ternyata kamu sudah menikah sama sahabat masa kecil kita sekarang ini." seru dokter Stella senang.
"Ya sudah sekarang berbaring di kasur yuk kita cek kandungannya." tambah Stella. Aku melakukan cek kandungan dengan wajah bahagia.
"Sepertinya anak kalian kembar ini. Selamat ya Dela, Jose." kata Stella, setelah itu aku kembali duduk di sebelah Jose.
"Kandungan ibu Dela. Ehem gak biasa manggil ibu. Hehehehe. Kandungannya kuat dan baik baik saja. Dijaga pola makannya dan jangan stress ya Del. Ini resepnya nantindontebus di depan. Ada yang mau ditanyakan?" seru Stella kepada kami berdua.
"Kalau berhubungan badan bolehkan dok." tanya Jose membuatku membelalakkan mata karena mendengar nya.
"Gak papa Del. itu pertanyaan biasa untuk calon bapak baru. Untuk itu sementara jangan dahulu ya biasanya 3 bulan baru boleh untuk menguatkan janin." jawab Stella dan Jose langsung berwajah masam.
"Boleh sebenernya asal jangan terlalu keras dan lembut ya. Jangan terlalu sering juga." seru Stella kepada kami.
"Makasih ya stell. Nanti kita ketemuan ya lama gak ketemu sama kamu aku jadi kangen." ajakku ke Stella.
"Baiklah nanti kalau ada waktu senggang setelah praktekku selesai aku kasih kabar di nomer Jose ya." jawab Stella.
Setelah itu kami berdua pamit untuk undur diri dan kembali ke rumah papa mama dan kembali menginap disana. Selama perjalanan kami hanya berbincang bincang santai dan tidak menyangka kalau aku hamil anak kembar. Padahal dari keluargaku tidak ada yang kembar, ternyata Jose bilang neneknya dulu kembar cuman kembarannya meninggal saat setelah dilahirkan.
Aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan Stella sahabat masa kecilku bersama Liana dulu. Stella memang anaknya pintar dan dia sekolah diluar negeri sehingga cepat lulus dan bisa praktek. Stella dan aku sudah lama hilang kontak dan ada rasa rindu untuk curhat dengannya. Karena sejak Liana meninggalkan kami semua, aku hanya cerita dengan stella saja sampai dia meninggalkan Indonesia. Kami sampai dirumah dan langsung menuju ruang keluarga untuk memberitahu kan kabar bahagia ini kepada mama papa.
"Ma, pa Dela pulang." seruku saat sampai di ruang keluarga sambil menuju papa dan memeluk nya.
"Ini anak biasa ya kalau pulang langsung peluk papa. Bagaimana kandunganmu sayang?" tanya mama kepadaku.
"Stella Cornelia. Sahabat kamu sama Liana dulu? Ya inget dong. Kamu ketemu di dokter kandungan berarti dia sudah menikah dong?" tanya mama senang mendengar nama Stella karena mamanya Stella adalah sahabat mama yang juga lama tidak bertemu.
"Belum menikah kayaknya ma. Cuman dia sekarang sudah menjadi dokter dan dia yang memeriksa ku tadi ma." seruku ke mama.
"Ohh iya ma ada kabar bahagia lagi lho ma." tambahku ke mama papa.
"Apa itu kak?" tanya mama dengan wajah bahagia.
"Dela mengandung bayi kembar ma." jawabku lebih bahagia lagi.
"Wahhh selamat ya kak. Akhirnya papa punya cucu kembar ya ma." seru papa dengan wajah berseri.
"Iya pa. Jaga baik baik ya kak. Jangan makan yang aneh aneh dan jangan sering melakukan itu ya bahaya kalau masih umur kandungan kamu masih kecil." seru mama memberikan nasihat.
"Iya ma. Dela dan Jose masuk ke kamar dulu ya ma." jawabku ke mama papa sekalian berpamitan untuk ke kamar.
Didaam kamar aku merebahkan tubuhku di ranjang tidak tahu kenapa aku akhir akhir suka sekali bermalas-malasan dan bermanja-manja an dengan Jose. Mungkin karena aku sedang mengandung jadi seperti ini, biarkan saja aku suka kalau seperti ini. Aku ingat untuk meminta nomer Stella kepada Jose untuk menghubungi Stella untuk bertemu nanti malam. Setelah memberi kabar kepada Stella dan dijawab bisa untuk bertemu aku mengajak Jose untuk ke taman di belakang rumah. Setelah berganti baju dan beristirahat sejenak kami menuju taman untuk menikmati taman itu.
"Sayang tidak menyangka ya kita diberikan kesempatan untuk memiliki anak kembar. Semoga kalian semua tetap sehat sampai bertemu dengan kita ya." kata Jose sambil menyium perutku yang masih datar karena menurut Stella kandunganku masih 2 Minggu jadi masih wajar seperti ini.
"Iya sayang aku pasti akan menjaga mereka sampai kita bisa melihat mereka di dunia ini." jawabku dengan mengelus kepala Jose yang sedang tiduran di pahaku.
"Nanti malam aku ikut ya sama kamu bertemu dengan Stella. Aku gak mau kamu sendirian takut ada apa apa sama kalian bertiga." seru Jose kepadaku.
"Baiklah aku bisa apa kalau kamu yang minta seperti ini." jawabku pasrah.
Setelah selesai dari taman kami berdua masuk ke dalam untuk makan siang dan beristirahat di kamar. Selama makan siang hanya ada suara dentingan sendok dengan piring dan suasana hening saat makan bersama. Malam harinya setelah mandi dan bersiap siap aku dan Jose menuju ke kafe papa untuk bertemu dengan Stella.
**TBC
Maaf ya guys kalau aku harus menunda lagi untuk update karena ada halangan yang tidak bisa ditunda. Tunggu saja kelanjutan ceritanya dengan sabar ya guys.Jangan lupa support aku ya dengan memberi like, komen, rate bintang 5, dan share cerita ini ya. Sebisa mungkin akan update sehari sekali.
❤️❤️❤️love you my reader❤️❤️❤️**