My Lecturer is Husband

My Lecturer is Husband
Bab 28



Hari ini Keyla mulai masuk kuliah lagi meskipun sudah di larang oleh Dimas tapi dia tetap ngotot ingin kuliah, setelah perdebatan panjang lebar mereka tadi barulah dia bisa di izinkan oleh suaminya itu.


"Humairah kamu ambil cuti saja ya, nanti setelah melahirkan baru lanjutin kuliahnya." Kata Dimas mencoba menyuarakan ketidak setujuannya atas keinginan istrinya yang masih ingin kuliah di saat sedang hamil begini. Dia hanya ingin istrinya itu di rumah saja tidak usah kemana-mana apalagi ini kuliah mengerjakan tugas ini dan itu bagaimana nanti kalau Keyla kelelahan, pikiran Dimas sudah kemana-mana mengkhawatirkan istrinya.


"Mas, aku bisa jaga diri kok, kan ada juga Oca yang setiap waktu ada buat aku kalau lagi di kampus." kata Keyla memberi alasan yang sekiranya masuk akal agar bisa di izinkan untuk kuliah lagi, dia tidak ingin hanya bersantai-santai di rumah saja selama Dimas pergi, yakinlah itu sangat membosankan.


"Tapi Humairah, bagaimana kalau kamu nanti kelelahan disaat Oca nggak ada di samping kamu hm." Memberi pengertian agar Keyla mau menuruti keinginannya ini, dia hanya terlalu takut terjadi apa-apa pada wanita itu, salahkah jika dia begitu sangat khawatir?"


"Mas, gini aja deh aku akan ambil cuti kalau kandungan aku sudah masuk usia 7 bulan ya." Menggenggam tangan Dimas mencoba menawar keinginan pria itu, kali saja hati suaminya akan luluh dengan tawarannya.


Dimas berpikir sejenak, berbicara dengan Keyla harus extra sabar, sangat keras kepala.


"Iya, tapi ada syaratnya." Seperti mendapat sebuah ide Dimas memberi senyum tertahan di sudut bibir.


Pasti syaratnya yang aneh-aneh lagi, tapi turuti saja dulu.


"Iya apa?" Mencoba tenang, menatap kedua mata legam Dimas lekat.


"Kamu harus siap kalau ada yang tahu bahwa kamu istri mas." Smirknya mulai nampak.


Bagaimana gadis kecil masih mau membangkang sama suami mu ini ya.


"Hah!" Terkejut.


"Kenapa? tidak mau ya sudah tidak usah.."Menantang.


"I.iya aku mau." Menjawab cepat.


"Bagus." Senyumnya merekah.


Kita lihat sebentar gadis kecil.


***


Mereka masih duduk diam dalam mobil di halaman parkir fakultas, mereka berangkat bersama tadi sebab Keyla juga ada kuliah pagi ini dan yang menjadi dosennya adalah Dimas suaminya sendiri.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 45 menit, lima belas menit lagi kelas akan di mulai.


"Mas." Ragu-ragu.


"Iya." Menatap Keyla.


"Emang harus ya kita turun bareng, ini kan banyak orang mas di luar." Harap-harap cemas, pikirannya terbagi dua antara ingin tetap di mobil tapi sebentar lagi perkuliahan akan di mulai, atau ingin keluar sekarang tapi di luar banyak sekali orang yang berseliweran dan kebanyakan adalah mahasiswi bagaimana kalau ada fans suaminya di antara mereka bisa tamat riwayatnya.


"Kenapa, takut ketahuan?" Pura-pura bertanya, padahal dia sudah tahu dengan sangat jelas bahwa istrinya belum siap, terlihat dari gerak-geriknya yang mulai gelisah.


Keyla hanya mengangguk dengan mimik wajah yang di buat semenyedihkan mungkin yang justru itu terlihat sangat lucu di mata Dimas.


Dimas terkekeh, "Tidak perlu takut, ada aku." Memasang wajah sok cold andalannya.


"Mas." Merengek.


"Tenang saja, mereka tidak akan berani mengganggumu." Kembali memasang wajah datar, menyodorkan tangan kanan ke hadapan Keyla yang langsung di sambut oleh wanita itu dan dia balas dengan kecupan di kening istrinya.


"Ayo." Keluar lebih dulu, berdiri di samping mobil tempat Keyla duduk, wanita itu belum bergerak sama sekali dari tempatnya.


Mengetuk kaca mobil pelan, akhirnya Keyla keluar juga dengan ragu-ragu.


"Kemari." Kata Dimas, menyodorkan sebelah tangannya.


"Kenapa?" Tanya Keyla bingung.


Tanpa menjelaskan apa-apa lagi Dimas langsung saja menarik tangan Keyla dalam genggaman tangan kokohnya, berjalan berdampingan menuju kelas.


"Aaa apa-apaan ini, masa pak Dimas mau sih sama gadis jelek kayak dia." Berbicara sinis.


"Cantikan juga gue."


"Auto patah hati sefakultas dong."


Begitulah bisik-bisik yang dapat di tangkap pendengarannya, Keyla hanya mampu menunduk tak berani mengangkat pandangan.


Tapi ada juga sebagian yang memuji mereka.


"Wah cocok banget sumpah pak Dimas ganteng ceweknya juga cantik."


"Iya aku setuju mereka serasi."


Ya Allah, semoga saja setelah ini aku nggak jadi korban bully.


Dimas hanya memasang wajah datar sambil mengeratkan genggaman di tangan istrinya.


Sampai di kelaspun Dimas tak melepaskan tautan tangan mereka, jangan tanya bagaimana ekspresi teman-teman yang lain tentu saja mereka terkejut bertanya-tanya dalam hati apa kira-kira hubungan mereka sehingga berpegangan tangan mesra begitu karena yang mereka tahu selama ini Keyla wanita yang tidak suka berdekatan dengan lawan jenis, dan pak Dimas sangat tertutup terhadap orang lain. Tapi ini sekarang malah mempelihatkan kemesraan seperti itu.


Dimas mengantar Keyla ke tempat duduknya di samping Oca.


Memperhatikan teman-teman Keyla yang sekarang menatap mereka tanpa kedip.


"Ehem." Berdehem sejenak.


Mereka fokus kembali pada kegiatan mereka masing-masing.


"Saya berpesan pada kalian, jaga dan lindungi Keyla."


Mereka mulai berbisik-bisik.


"Mau ngomong apa sih pak Dimas."


"Ini ada apa sih sebenarnya."


"Kalian pasti bertanya-tanya apa hubungan saya dengannya, jadi sekarang saya akan berterus terang tanpa ada yang di tutup-tutupi lagi. Keyla adalah istri saya dan sekarang tengah mengandung anak saya, jadi saya mohon bantuannya untuk menjaga dan melindungi dia seperti kalian melindungi diri kalian sendiri." Kata Dimas singkat padat dan jelas.


Ya Allah, mau di taruh dimana muka ku hiks, tenggelam kan saja aku di Antartika mas.


Menyembunyikan wajah di belakang punggung Oca, malu sekali rasanya semua orang tahu statusnya sekarang di tambah Dimas mengatakan kalau dia sedang hamil anaknya.


Tahu begini mending aku cuti kuliah saja tadi, kamu berhasil mas buat aku nggak berkutip kali ini.


Oca tersenyum bahagia di samping Keyla.


Alhamdulillah akhirnya go publik juga hihi, duh sosweet banget sih jadi pengen kan."


Natali tidak heran lagi sebab dia sudah tahu bahwa Pak Dimas dan Keyla ada hubungan tapi belum tahu hubungan seperti apa yang mereka jalani dudu setelah memastikan yang menemani Keyla belanja sore itu adalah dosennya sendiri pak Dimas.


Teman-teman yang lain terperangah mendengar kabar itu tapi sebagian dari mereka merasa senang akhirnya punya tameng jika nanti mereka mendapat masalah dengan pak Dimas minta saja perlindungan pada Keyla kan.


Sebagian yang pernah mengagumi Dimas merasa pasrah, mereka memang kalah jauh di bandingkan Keyla orangnya baik sholeha jangan lupakan wajahnya yang cantik.


"Siap pak." Jawab mereka serempak.


Dimas rersenyum bahagia di tempat duduknya.


Memilih melanjutkan perkuliahan, mengesampingkan tingkah istrinya yang masih menyembunyikan wajahnya, dia tabu betul kalau wanita itu sedang sangat malu sekarang, tapi mau bagaimana lagi hanya dengan cara ini dia bisa tenang, memberitahukan semua orang agar nanti ada yang membantu menjagai istrinya kalau-kalau wanita itu sedang tidak baik-baik saja nanti.


Bersambung.