
Hari sudah semakin sore Kita pun menyudahi pertemuan kami, jam menunjukan pukul
18.00 Aku sudah berada dalam Taxi Online sambil mengecek ponsel ku Huufft seharian
pun tak ada kabar nya dari suamiku
Sampai di depan rumah bergegas ku segera masuk
Bii panggilku menanyakan padanya bahwa Ruslan pulang tidak
tadi siang
“Tidak mba, Mba mabuk ya ucap bibi melihat jalan Tari yang
sempoyongan
“Ga bi Cuma memang habis minum aja tadi sama teman.
“Mau dibikinkan minum yang hangat hangat mba biar enakan
“Makasih ya bi ucapku tapi aku mau ke kamar aja aku mau
tidur, bergegas menaiki anak tangga meninggalkan ruang tamu
Kasian mba Tari, coba mba Tari cepat hamil pasti rumah ini
akan ramai, mba tari pun ada teman nya. Gerutu bibi di dapur dengan pelan.
Sampai di kamar segera ia membenamkan tubuhnya di atas
Ranjang dengan terlentang Hufft sambil menghela Nafas panjang ku meraih remot
Tv yang berada di meja samping ranjang dan mencoba untuk menonton sambil menunggunya
pulang,
Karena Efek dari Alcohol tadi tak lama aku ketiduran dan
belum sempat aku berganti pakaian dan membersihkan riasan. Tiba tiba aku merasakan
ada yang menyentuh tubuhku, membuka kancing kemeja ku dan menciumiku, Aku pun
merasakan sensasi yang berbeda dari pernah yang aku rasain dari Mantan ku.
Yah Dia memang pintar menservisku dengan baik di atas
Ranjang Namun sesudah nya ia akan kembali dingin terhadapku, aku pun merelakan
tubuhku di Lahab olehnya.
“Maav aku ganggu tidur kamu ucapnya sambil meraba tubuhku
“Mmmm iya sayang gapapa dan aku meladeni ciuman nya yang
ingin memakan ku
Tak apa ucap hatiku ini yang membuatku tetap bertahan dengan
menikmati aksinya, selang berapa Lama kami pun ******* bersama,
“Makasih sayang ucapnya dengan nafas yang terengah engah
Aku pun membalas nya dengan senyuman dan terus mengelus
wajahnya ia pun mengecup tanganku dan segera ia tertidur sambil memeluk ku.
Kami pun sama sama masih tanpa busana hanya dibalut oleh selimut.
Ku melihat jam menujukan pukul 24.00, kamu sesibuk apa sih tanyaku
dalam batin dan masih dengan mengelus lembut wajahnya, Seharian tak pernah
kasih kabar, atau menanyakan keadaanku, Esok hari pun kamu pasti akan kembali
dingin terhadapku. Aku mulai bisa menerimanya walawpun kadang aku ingin sekali
seperti dengan pasangan lain, metime bareng, tertawa bareng, pillow talk. Gumam
ku dalam Hati.
Pagi pun datang seperti biasa ia selalu bangun lebih awal
dari padaku,. Aku pun terbangun karna mencium parfum yang sedang di semprotkan
di tubuh nya,.
“Pagi sayanq ucapnya bergegas menghmpiriku dan mengecup bibirku
“Hari ini kamu diam di kantor atau ada meeting di luar ucapku dengan menarik selimut menutupi dadaku
“Kenapa memang nya dengan tersenyum kecil
“Boleh aku datang ke kantormu, siang nanti? Menatap ke arah nya
“Sebentar aku telpon sekretrisku dulu, bergegas mengambil ponsel nya dan menelpon Toni
“Toni tolong bacakan jadwal siang nanti?
“Jam 2 ada meeting di luar pak dengan pemegang saham Grup
Segera ia menutupnya, kamu dengar kan ucapnya, menelpon
nya melalui loudspeaker
“Berati jam makan siang nanti kamu free, kita makan siang bareng ya pintaku
“Iya sayang, datang saja langsung ke ruangan ku,
kali ini aku ingin menurutinya ucap batin nya
"Aku berangkat ya karna ada Rapat pagi pagi, mencium kening Tari dan berlalu dari kamar nya