My Husband My Protective

My Husband My Protective
Pintar menservis



Hari sudah semakin sore Kita pun menyudahi pertemuan kami, jam menunjukan pukul


18.00 Aku sudah berada dalam Taxi Online sambil mengecek ponsel ku Huufft seharian


pun tak ada kabar nya dari suamiku


Sampai di depan rumah bergegas ku segera masuk


Bii panggilku menanyakan padanya bahwa Ruslan pulang tidak


tadi siang


“Tidak mba, Mba mabuk ya ucap bibi melihat jalan Tari yang


sempoyongan


“Ga bi Cuma memang habis minum aja tadi sama teman.


“Mau dibikinkan minum yang hangat hangat mba biar enakan


“Makasih ya bi ucapku tapi aku mau ke kamar aja aku mau


tidur, bergegas menaiki anak tangga meninggalkan ruang tamu


Kasian mba Tari, coba mba Tari cepat hamil pasti rumah ini


akan ramai, mba tari pun ada teman nya. Gerutu bibi di dapur dengan pelan.


Sampai di kamar segera ia membenamkan tubuhnya di atas


Ranjang dengan terlentang Hufft sambil menghela Nafas panjang ku meraih remot


Tv yang berada di meja samping ranjang dan mencoba untuk menonton sambil menunggunya


pulang,


Karena Efek dari Alcohol tadi tak lama aku ketiduran dan


belum sempat aku berganti pakaian dan membersihkan riasan. Tiba tiba aku merasakan


ada yang menyentuh tubuhku, membuka kancing kemeja ku dan menciumiku, Aku pun


merasakan sensasi yang berbeda dari pernah yang aku rasain dari Mantan ku.


Yah Dia memang pintar menservisku dengan baik di atas


Ranjang Namun sesudah nya ia akan kembali dingin terhadapku, aku pun merelakan


tubuhku di Lahab olehnya.


“Maav aku ganggu tidur kamu ucapnya sambil meraba tubuhku


“Mmmm iya sayang gapapa dan aku meladeni ciuman nya yang


ingin memakan ku


Tak apa ucap hatiku ini yang membuatku tetap bertahan dengan


menikmati aksinya, selang berapa Lama kami pun ******* bersama,


“Makasih sayang ucapnya dengan nafas yang terengah engah


Aku pun membalas nya dengan senyuman dan terus mengelus


wajahnya ia pun mengecup tanganku dan segera ia tertidur sambil memeluk ku.


Kami pun sama sama masih tanpa busana hanya dibalut oleh selimut.


Ku melihat jam menujukan pukul 24.00, kamu sesibuk apa sih tanyaku


dalam batin dan masih dengan mengelus lembut wajahnya, Seharian tak pernah


kasih kabar, atau menanyakan keadaanku, Esok hari pun kamu pasti akan kembali


dingin terhadapku. Aku mulai bisa menerimanya walawpun kadang aku ingin sekali


seperti dengan pasangan lain, metime bareng, tertawa bareng, pillow talk. Gumam


ku dalam Hati.


Pagi pun datang seperti biasa ia selalu bangun lebih awal


dari padaku,. Aku pun terbangun karna mencium parfum yang sedang di semprotkan


di tubuh nya,.


“Pagi sayanq ucapnya bergegas menghmpiriku dan mengecup bibirku


“Hari ini kamu diam di kantor atau ada meeting di luar ucapku dengan menarik selimut menutupi dadaku


“Kenapa memang nya dengan tersenyum kecil


“Boleh aku datang ke kantormu, siang nanti? Menatap ke arah nya


“Sebentar aku telpon sekretrisku dulu, bergegas mengambil ponsel nya dan menelpon Toni


“Toni tolong bacakan jadwal siang nanti?


“Jam 2 ada meeting di luar pak dengan pemegang saham Grup


Segera ia menutupnya, kamu dengar kan ucapnya, menelpon


nya melalui loudspeaker


“Berati jam makan siang nanti kamu free, kita makan siang bareng ya pintaku


“Iya sayang, datang saja langsung ke ruangan ku,


kali ini aku ingin menurutinya ucap batin nya


"Aku berangkat ya karna ada Rapat pagi pagi, mencium kening Tari dan berlalu dari kamar nya