
*****
Tari berlari kecil menuruni anak tangga untuk melihat apa yang sedang di siapkan oleh bi Inah
untuk makan malam nanti. Tari menawari dirinya untuk membantu Bi inah menyiapkan
"Jangan mba Tari, Mba Tari duduk manis saja
"Hhhhm baik lah bi Tari menarik kursi di meja makan memperhatikan Bi Inah menyiapkan makan malam
"Bi Inah buatkan Beef steak tenderloin with sauce blackpepper and Creamed Spinach with Parmesan Cheese
"Emang bi Inah bisa Tanya Tari yang Ragu
"Bi Inah jago sekali masak sayang sahut nya dari balik pintu dapur,
"Pokok nya kalian tinggal duduk manis aja bibi buatkan special oke
Tari menatap ke arah nya yang berlalu ke taman belakang Tari mengikutinya menghampiri nya yang sedang
duduk di kursi lonjer pinggir kolam,
"Kamu ada obrolan serius apa dengan Evan tanya Tari
"Hhhm aku membuat laporan untuk menangkap mantan kamu
"Oooh **...ttaapi sayang dia bukan orang yang gampang menyerah begitu saja
"ya memang dia mengancam ku akan membawa kamu pergi, aku ingin polisi segera menangkapnya karna ini udah bukan hal biasa ini udah kriminal sayang
"Tapi bagaimana kalo dia lolos dia akan lebih gila mencari ku menyiksa ku, mengepalkan kedua tangan nya
"kamu percaya ya semua nya akan baik baik saja
"Hhhhm semoga saja huufftt
Tak lama Bi inah datang menanyakan mau di siapkan di mana makan malam nya
"Di sini aja ya bi
"mau bibi bawakan Wine mas ruslan
"Tidak usah bi aku sudah banyak minum alcohol, ucapnya
"makasih ya bi ucap Tari
selang beberapa menit semua sajian yang bi Inah siapkan sudah tersaji di atas meja bundar dengan rapih dan plating yang aestetik ala resto mewah
"Aaaaah bener kata Ruslan Bi Inah Jago sekali ucapnya melihat sajian di atas meja
"Aku ga sabar untuk mencicipi nya, bisik Tari kepada Bi Inah
Bi Inah tersenyum mendengar pujian dari Tari
"Semoga kalian suka ya ucapnya sambil bergegas pergi
"Sayang makanan Bi Inah tidak pernah ada yang Gagal ucap nya
"Satu tahun bersama aku Baru tau kalo Bi Inah adalah Chef Hebat
Ruslan mengiris iris Steak nya dan menyuapi nya ke Tari
tinggal minta di buatkan ke Bi Inah aja ya sayang.
"Bi Inah memang dulunya seorang Chef di salah satu resto, namun karna ada satu kejadian tangan nya tidak bisa terlalu capai jadi dia mengundurkan diri lalu aku mencarinya untuk bekerja dirumah ini menyiapkan makanan buatku tapi aku jarang juga makan dirumah karna kesibukan ku, lalu Bi Inah menawari dirinya untuk membantu di rumah juga selain memasak
"Oooouuh jadi gitu hehehe maav ya istrimu ini tidak bisa masak sayang, menyengir padanya
"Ga masalah sayang, tapi kamu jago buatku lemas di ranjang
"Hhhmm apa sih Tari merunduk malu
Setelah semua hidangan habis Tari berinisiatif untuk membantu Bi Inah membereskan semua,
"Kamu ke kamar duluan aja sayang, pintanya ia pun menuruti Tari
Tari membereskan meja dan membawa bekas makan nya ke dalam dapur kotor
Bi Inah yang mlihat nya segera merebut Piring dan gelas yang ada di Tangan Tari
"Tapi Bi Tari hanya ingin sedikit membantu
"Tidak usah Mba, Ini sudah menjadi kerjaan Bi Inah
"Hhhmm Tari
"Mba Tari sudah senang dengan masakan Bi Inah aja itu sudah membuat Bibi Senang dan Lega
tidak sia sia Bi Inah memasak buat kalian
"Kalo Tari minta di buat kan setiap hari bagaimana
"Dengan senang Hati Mba Tari, Bibi akan membuatkan nya, selama ini bibi jarang sekali memasak bahkan tidak pernah, kalo mba Tari ingin tiap Hari Bi Inah Siap
Mendengar perkataan Bi Inah membuat Tari terharu mengingat mama nya yang juga seperti itu
"Mba Tari ko jadi Nangis begitu
"Makasih Ya bi memeluk Bi Inah
"Yaudah sana temani mas Ruslan ke kamar
"Bener bi Inah ga mau aku bantuin menyeka air mata nya
"Iya mba Tari ini hanya sedikit tidak masalah tersenyum menatap nya
"Tari keatas dulu ya Bi sekali lagi makasih ya Bi berlalu meninggalkan Bi Inah di dapur kotor
Mas Ruslan beruntung mempunyai mba Tari yang selain cantik paras nya namun hatinya juga cantik dan tulus
Ucap Batin Bi Inah.
Tari yang sudah di kamar melihat ruslan yang sedang tertidur di ranjang nya,
"Yaaah kamu tidur melihat jam masih menunjukan pukul 21.00
"Gag seru aaahhh gerutu hatinya
tapi kalo di ingat ingat seharian tadi ia belum tidur sama sekali, karna keributan yang terjadi semalam,Tari mengingat kejadian kejadian dan ucapan ucapan Ruslan membuat hatinya sangat senang,
"akhir nya kamu luluh juga dengan ku mmuaach mengecup bibir nya, Tari terus menatap pria Tampan di hadapan nya yang sedang tertidur pulas."Aku Ga Suka kamu senyum dan ramah sama pria lain selain aku" Tari mengingat setiap kata yang terlontar dari nya "Haah akhir nya perasaan kamu bisa terbuka juga sama aku" tersenyum puas memandanginya. "Papa lihaat pilihan papa bener bener sempurna untuk Tari, makasih ya pa" Batin nya berbicara