
*****
Hari berikut nya di kediaman pribadinya tidak seperti hari hari biasanya, Ruslan sudah di sibukan dengan urusan pekerjaan nya, dan ia juga ada pertemuan dengan Evan, ia tidak ingin meninggalkan Tari sendirian di rumah, ia sibuk di ruang kerja pribadinya menyiapkan rencana dengan Evan dan beberapa orang suruhan nya untuk menangkap Arlan, serta ada beberapa dewan direksi dari perusahaan nya yang datang untuk membicarakan bisnis membuat Ruslan jadi sedikit tidak fokus pada Tari, seingat Ruslan Tari masih tertidur di ranjang nya, dan ia pun tak ingin mengganggunya.
Namun sebenar nya Tari sedang mencari kesempatan untuk menjalan kan rencana nya sendiri, kali ini Tari sedang menyamar menggunakan busana serba hitam seperti orang orang suruhan nya, melihat peluang gerbang pagar tidak ada yang menjaga ia segera berlari sekuat tenaga untuk menjalankan rencana nya, segera ia memasuki Taxi yang sudah ia pesan terlebih dahulu yang menunggu di ujung jalan.
"Maav sayang aku sudah merepotkan mu, aku percaya kamu akan datang menyelamatkan ku melihat ke arah cincin di jari manisnya, aku akan memancing nya keluar yang dia inginkan hanya aku semoga aku bisa menangkap nya ucap Batin nya.
Kali ini Tari ingin bertemu mama nya terlebih dahulu dan akan mampir ke makam papa nya
kurang lebih empat puluh lima menit perjalanan Tari sampai di kediaman mama nya,
Tanpa tari ketahui beberapa orang suruhan Arlan memang sudah mengintai kediaman mama nya
Arlan yang mendapat info dari orang suruhan nya sangat senang karna tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membawa pergi Tari, Tari sudah masuk dalam jebakan nya.
sementara itu ruslan yang sedang masuk ke kamar mengira Tari sedang mandi karna terdengar suara keran shower yang menyala dan pintu kamar mandi yang terkunci, ia tak menaruh curiga sedikitpun ia kembali keruangan kerja pribadinya, karna masih ada beberapa yang harus di kerjakan.
Mama nya yang melihat Tari dengan pakaian serba Hitam terheran dengan sedikit mengernyitkan Dahi nya
"Tumben sekali kamu pakai pakaian seperti ini
"Tari lagi ingin pakai pakaian tertutup aja maah sambil memeluk mama nya erat
"hisssh kamu tuh ya kamu sedang bertengkar dengan nya
Tari hanya menggelengkan kepala nya namun terus memeluk erat tubuh mama nya
"Maaa Tari lapar mengalihkan topik agar tidak sedih
"mau di suapin sama mama
"Hiisssh anak ini kalo sudah keluar manja nya
namun mama nya tetap menuruti keinginan mama nya
"Ada apa memang nya tanya nya sambil menyuapi Tari
"Ga maah ga ada apa apa Tari kangen aja sama mama, tersenyum namun mata nya berkaca kaca
Ruslan yang kembali masuk kekamar nya masih mendengar keran shower yang menyala ia melihat jam di pergelangan tangan nya ini sudah hampir dua jam di dalam, dan ini bukan kebiasaan Tari segera ia mendobrak pintu kamar mandi dan benar ternyata tidak ada siapa pun di dalam. ia kesal dengan dirinya kenapa ia tidak fokus pada Tari segera ia menghubungi Tari,
"Iya sayang ucap Tari yang berusaha tenang
"Kamu dimana !!! nadanya sedikit keras
"Aku ada di makam papa sayang aku kangen papa sebentar lagi aku pulang segera Tari memutuskan telpon nya
"Aku percaya kamu pasti akan datang menolongku.ucap batin nya dan menyeka air mata yang jatuh di pipinya
sementara itu Ruslan segera bergegas untuk menjemput Tari dan menelpon Evan untuk membawa beberapa anggota polisi untuk mengikutinya
"Apa yang sedang kamu rencanakan Tari ucap batin nya kesaal dan mengepalkan kedua telapak tangan nya
"Aku harus cepat membawa nya pulang