My Husband My Protective

My Husband My Protective
Tarik Ulur Tari



Tak perlu waktu lama kurang dari lima belas menit Tari


keluar dari kamar mandi masih dengan berbalut handuk kimono dengan rambut yang


masih tergulung handuk, Tari celingak Celinguk melihat sekitar kamar, berlari kecil


menuju ruang WarDrobe


“Aaaaaaahhh!!! triak Tari melihat Dia ada dalam ruangan Wardrob nya


“Sssssssttttttttt! desis nya


“Ngapain kamu menyingkapkan tangan ke Dada


“Pakai Itu ucap nya menyuruhku untuk memakai pakaian pilihan nya, dan berlalu meninggalkan ku


Tari segera meraih pakaian yang dipilihkan nya


“seleranya cukup bagus bisik Tari, Tapi Tari yang belum terbiasa memakai baju terbuka dengan pria yang belum di kenal merasa malu. Tapi biar bagaimana pun dia Suamiku.


Setelah Tari memakai pakaian nya Tari menghampiri nya


yang sedang bersantai di Balkon Kamar sambil memegang gelas berisi Wine 🍷 Ia


yang ingin menenggak minuman nya, seketika Tari meraih cepat gelas nya dan


meminum nya sampai Habis, Tari yang memang belum pernah meminum Wine 🍷 membuat


pipi nya langsung memerah, Ia heran maksud Tari merebut minuman nya ia terus


menatap ke arah Tari


“Hiik..hiik suara Cegukan Tari


Ia tersenyum melihat Tari segera ia hampiri wajah Tari sangat amat


dekat tari pun memejamkan mata nya dengan erat karna takut. Ia segera meraih


gelas di tangan Tari dan mengisi ulang kembali Wine dalam gelas. Tari segera


membuka matanya kembali


“pelan pelan saja aku tidak akan bercinta dengan mu jika kamu belum siap


Tari merunduk malu dengan perkataan nya, Apa yang aku perbuat tadi


huuft aku merasa tidak enak padanya sudah lancang merebut Wine 🍷di tangan


nya.


Tari segera ingin meninggal kan nya namun tangan nya diraih cepat


“Ada yang mau kamu sampaikan padaku menatap ke dalam mata Tari


Seketika jantung tari berdegup kencang saat menatap matanya


langsung, aku baru menyadari bahwa mata nya Indah berwarna coklat terang, Tari


sempat terpana melihat paras nya secara dekat, segera ia terbangun dari lamunan


nya


“Mma..maav Aku bukan Gadis Perawan seperti yang kamu kira, maav


udah bikin kamu kecewa aku mengatakan ini agar kamu tidak salah paham


menyalahkan orangtuaku yang menjodohkan kita.


Tari merebut kembali Wine dalam genggaman nya menghabiskan tanpa sisa sekali lagi Tari


langsung cegukan beberapa kali.


Gadis ini sungguh menggemaskan aku suka caranya bicara, sambil terus menatap seluruh wajah nya ingin rasanya aku melahab nya habis, Akan aku tarik ulur Ia terlebih dahulu, aku tidak peduli perawan


atau tidak dengan menyunggingkan sudut bibirnya. ucap batin nya


Segera ia raih Tangan Tari menarik nya dan membawa nya ke atas Ranjang


nya, Tari yang sudah terpengaruh dari Wine yang ia minum pasrah dengan


perlakuan nya. Segera ia mendarat kan bibirnya dan terus ******* bibir Tari,


Tari meladeni pergulatan di bibir nya, beralih ciuman nya ke leher Tari, Tari


yang tak kuasa menahan gejolak di dada membukakan kancing baju nya satu


persatu, Ia yang memang ingin menarik ulur Tari, segera ia hentikan dan sedikit


menjauh dari tubuh Tari.


“Kenapa Tanya tari heran “kenapa berhenti batin nya pun ikut bertanya


Ia segera berlalu meninggalkan Tari berjalan cepat ke arah kamar Mandi,


dalam kamar mandi ia segera menarik nafas panjang sambil melirik ke arah Aset


Pribadi nya yang sudah tegang Maximal. “Jangan sekarang" bisiknya pada aset


pribadinya. Segera ia mencuci wajah nya mengingat wajah Tari yang sudah


menginginkan sentuhan yang lebih dari itu.