My Husband My Protective

My Husband My Protective
Gunung Es mencair



“Makasih sayang ucapnya dengan nafas yang masih terengah engah


Tari pun menganguk angguk sambil mengatur nafasnya


“Maav atas sikapku selama ini,bisiknya


Ruslan yang sudah sadar akan sikap dingin nya pada Tari


Tari yang mendengarnya tersenyum sumringah, karna ini kali pertama


ia mengucapkan maav atas sikapnya.


Keesokan pagi nya, kali ini Tari yang terlebih dahulu bangun dari


dirinya, merasa aneh tidak seperti biasanya apa aku salah lihat Jam, apa jam


kamar mati, coba segera melihat jam pada ponsel


“Ia benar ini jam 8.00 pagi, dengan mengernyitkan dahi Tari masih


berpikir keras Hah apa dia sakit sambil memegang dahi dan lehernya tidak


juga semua suhu nya normal.


Tangan ku pun diraih oleh nya, yang masih dalam tertidur pulas, segera aku tarik kembali tangan ku dengan pelan.


bergegas untuk bangun dar ranjang nya, melangkah kan kaki pelan pelan ke arah kamar


mandi.


“hmm tumben sekali Aku jadi merasa tidak enak apa karna aksiku


semalam, ah tapi tidak juga, yang aku ingat dia meminta maav pada ku atas


sikapnya selama ini, Haaah Sudahlah mungkin ini awal yang baik buat hubungan kami


ucapku sumringah pada Cermin.


Tari bergegas membersihkan dirinya dengan cepat, melanjutkan


dengan merias diri dan memadupadankan outfitnya, biarpun ia selalu dirumah namun


Tari tetap selalu modis,


Mmmuuuaacchhh mengecup bibir Ruslan


Ruslan membuka mata nya pelan pelan sambil menautkan alisnya


terheran melihat istrinya sudah cantik.


“Tumben udah bangun ucapnya dengan menautkan alisnya


“Aku yang harusnya nya bilang Tumben padamu sayang, karna biasanya kamu


bangun lebih awal dariku.


Dia hanya tertawa sumringah dengan mengusak rambut nya, ia langsung bergegas ke kamar mandi


untuk membersihkan dirinya, sambil menatap ke arah Cermin mengingat aksi istri nya semalam


"dia benar benar sangat manis ucapnya.


Tari pun bergegas ke dapur untuk mengambil air mineral, membuatkan


kopi tanpa gula dan green tea, bibi melihat nya pun heran, melihat wajah tari


Setelah selesai dengan mandinya Ruslan sudah bersiap dengan outfit casualnya menggunakan


Gabungan celana jeans dan T-shirt polos hitam


yang dibalut dengan blazer denim serta sepatu kets putih


Tari seketika masuk membawa semua yang ia siapkan dari dapur, ia


terkejut melihat suaminya tampil dengan outfit Beda, biasa nya yang selalu di kenakan


sesetel jas dan kemeja kerjanya atau baju dinas tidur nya, atau tanpa baju


“Omoo... Ahjusi ucapnya pelan tercengang melihat ketampanan suami


“Apa, Kenapa sayang


“Hmmm aku bawain kamu ini aku bingung kamu suka nya apa jadi aku


siapkan semua ucap nya riang menghampirinya


“Ga usah repot repot sayang ucapnya sambil mengambil secangkir kopi


tapi makasih ya


Muka Tari pun memerah,


“Hari ini kamu ga ke kantor menaruh gelas lainnya di meja


“Ini aku mau ke kantor ucapnya


“Oooh jawabku dengan memelas


“Tapi sama kamu, sambil meraih tangan dan mengecup bibir


“Memang ga papa dengan tampilan seperti ini


“Kamu lupa perusahaan ini milik siapa?


“iya ya dengan menyengir


Yaudah kamu siap siap aku tunggu di mobil sambil membawa secangkir kopi dari Tari


"Terimakasih Tuhan Sebuah gunung Es sudah mulai mencair terhadapku, ucapku kegirangan pada cermin.


Semua nya udah siap outfitku hari


ini menggunakan kemeja blouse dengan motif bunga dipadukan dengan jeans putih serta


aksesoris tas 👜 jam tangan, kalung dan anting.


Segera bergegas Tari menghampiri Ruslan dengan wajah berseri seri,


bibi yang melihat kami pun ikut senang.


“Kami pergi dulu ya biii ucapku


“belum pernah aku melihat tari sesumringah ini, ternyata dia hanya


ingin waktu bersama dariku ucapnya dalam batin, baiklah aku turuti maunya


sambil melempar senyum ☺pada tari