
Di malam hari nya Ruslan yang biasanya lebih betah di kantor sampai larut kini
ia memutuskan untuk pulang cepat pukul 21.00,
“Aku semakin penasaran siapa pria itu
"Kenapa ia menatap Tari seperti itu,
Aaarrgghhtt!!! benar benar ini menganggu di kepalaku huuft
segera ia mengeluarkan Ponselnya dan mengirim pesan pada Tari,
“Kamu sudah Tidur??
Namun tak dibalas oleh Tari, Karena Tari sedang menelpon Oca.
Ia masih menatap layar ponsel nya menunggu balasan dari Tari,
Ia yang sudah gelisah memikirkan Tari dengan cepat mengambil Jas yang terbalut di kursi kebesaran nya
bergegas meninggalakan kantor nya untuk segera pulang
Tak beberapa lama ia sampai dan berlari kecil menaiki anak tangga yang mengarah ke kamar nya
setiba ia di depan pintu mendengar ucapan
Tari yang sedang menelphon dengan sahabat nya
"gue takut Ca Arlan bakal dateng lagi ke kehidupan gue
Tanpa aba aba Ruslan membuka pintu kamar nya membuat Tari panik segera ia memutuskan
pembicaraan dengan Oca, tari langsung menghampirinya
“Kamu sudah pulang tanyaku sambil membuka kan jas nya dan menaruh tas nya
“Iya sayang ucap nya dengan mengecup kening Tari dan berlalu ke arah kamar mandi
Ruslan yang sempat menguping pembicaraan Tari dengan sahabat nya tadi
semakin yakin bahwa pria tadi siang lah yang membuat Tari mengabaikan nya,
Ruslan semakin merasa ada yang aneh sama perasaan nya semenjak melihat Pria itu menatap Tari.
Segera ia mandi membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja,
Tari pun menyiapkan Piama tidur suaminya yang senada dengan
Dres tidurnya yang berbahan Satin..
Tak lama setelah itu Ruslan yang sudah memakai Piyama nya yang di siapkan Tari,
Tari menyandarkan kepala nya di bahunya. Ia segera meraih tangan tari dan menaruh nya
dalam dekapan dadanya.
"Sayang kamu mau Bir ucap Tari
"Hhhm boleh
Segera Tari mengambilkan dan membukakan Bir kaleng untuk nya
“Kamu tumben jam segini sudah di rumah, memberikan Bir padanya
“Ia semua pekerjaan sudah beres ucapnya sambil menenggak minuman nya
Tari segera memposisikan kembali duduk disamping nya dan terus mengelus dada Ruslan yang cukup berotot
"Kenapa aku selalu tidak bisa menahan diri setiap berada dekat dengan nya.ucap batin nya
"Huffttt menghela nafas panjang
"Kenapa sampai menghela nafas seperti itu tanya Tari
“Kamu kenal dengan pria tadi siang itu ucapnya tanpa basa basi
Tari segera menghentikan tangan nya yang berada di dadanya
“Aku ga mau ngebahas nya segera ia bangun dari duduknya.
“kamu memikirkan nya? sampai kamu mengabaikan ku meraih tangan Tari
Tari kembali memposisikan duduk disampinga nya kembali, tangan nya melingkari leher nya segera Tari mengecup Bibir nya dengan lembut dan berbisik "maav" di telinga nya.
Ia langsung membalas aksi nya Tari, dan ia tak butuh jawaban Tari lagi,
aku benar benar tidak bisa menolaknya lagi setelah ia menahan diri tadi siang atas aksi Tari dalam Privat room.
Tari sekarang berada tepat di atas tubuh nya, malam ini Tari yang menservis Ruslan habis, Ia sangat menikmatinya aksi dari Tari, namun tak lama Ruslan tetap ingin lebih Dominan dari Tari,
Mmmhh.. aahhh
Terus.. sayang..
Mmmmhh.. aah..
desah Tari
pergulatan PANAS pun terjadi di atas SOFA, Aksi demi aksi kami lakukan. Selang berapa Lama
kami pun mencapai Puncak nya bersama.