
Kurang lebih perjalanan selama satu jam menuju rumah nya,
Tak ada satupun Kata terucap dari mulut nya atau pun melirik padaku, Tari jadi semakin canggung
“bagaimana aku harus menjalani pernikahan yang tak saling kenal. Ucap batin nya sambil terus memutar mutar kan cincin di jari manisnya.
Ia yang melihat gerak gerik Tari yang sedang memutar mutar kan cincin dari pemberian nya
“Kamu keberatan dengan memakai cincin itu
Seketika Tari menghentikan nya “ hhmm bukan begitu, Ini karna aku gugup saja ucap ku pelan
Ia pun tersenyum kecil mendengar ucapan Tari.
Segera ia memarkirkan mobil nya di pekarangan rumah nya,
Tari melihat takjub dengan pekarangan yang luas dengan rumah yang tidak terlalu
besar seperti gedongan namun terlihat klasik berada di tengah tengah
pekarangan.
Segera mereka turun dari mobil ia membuka Bagasi untuk
membawa Tas Tari
“Ayo masuk , Ia memberikan tangan nya pada Tari
Tari yang masih canggung dan gugup sedikit gemetar meraih
tangan nya
Segera ia menggandeng Tangan Tari untuk masuk ke dalam Rumah
nya
“Bi... Bi Inah
Terdengar suara Langkah kaki dari belakang
“Iya Mas
“Ini Istri saya mulai hari ini akan tinggal di rumah tolong
layani dengan baik ya bi
“Halo Mba.... dengan tersenyum lebar
Tari membalas senyum dari Bi Inah bergegas ia mengikuti Pria
yang menggandeng tanganya menaiki anak tangga menuju kamar nya.
“Ini kamar kita ucapnya sambil menaruh tas besar Tari, kamu
bisa lihat lihat sendiri aku ingin mandi terlebih dahulu, ucapnya sambil
berlalu ke arah kamar mandi
ia melihat nama nya tertulis di ruang WarDrobe “TARI”
Segera Tari membuka nya dan melihat semua isi di dalam nya
“Semua ini untuk ku kah pikir tari, ia benar benar tak menyangka nya, tau begini aku tak usah membawa sebagian baju nya dari Rumah sambil menatap ke arah Tas besar nya. Jadi malu aku padanya.
Tak lama Pria itu keluar dari kamar mandi segera Tari menghampirinya
“Wardrobe yang bertuliskan nama ku apa semua bisa aku pakai
“PakaiLah memang aku sudah menyiapkan nya untukmu
“Kenapa kamu tak bilang padaku tau gitu aku tidak usah membawa Tas sebesar itu dari rumah mama
Ia hanya berlalu sambil mengeringkan rambut nya, di depan
cermin masih dengan berbalut handuk dari perut kebawah, seketika Tari sadar dan
menutup matanya.
“Kita kan sudah suami istri
“Tapi kita belum saling mengenal
Ia menghentikan mengusak rambut nya dengan handuk, berjalan
menghampiri Tari, dengan gugup Tari mundur beberapa langkah, ia tak bisa terus
untuk mundur lagi karna sudah terpojok di belakang tubuhnya ada lemari besar
“Mau ngapain kamu sambil menyingkap tangan di Dadanya
“Ini Lemari ku aku ingin mengambil baju, sambil meraih pintu lemari.
“Ooouu sambil melihat ke belakang
“Apa aku harus seperti ini terus ucapnya menggoda
“Hhhm A.. aa..Aku mau mandi
Tari bergegas melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi,
segera ia mengunci pintu nya
Hufft.....
pria itu benar benar menggodaku ucapnya dengan gugup ”tenang tari kalian sudah
suami istri tubuh mu adalah miliknya ucapnya depan cermin, tapi aku belum siap
bagaimana kalo dia kecewa bahwa aku bukan Perawan, terus menerus memutar mutar kan cincin nya krna gugup.
Baik aku akan mengatakan nya setelah ini agar tak salah paham.