My Husband My Protective

My Husband My Protective
Penuh Harap



*****


Setelah pamit pulang dari kediaman mama nya Tari berjalan untuk pergi ke makam papa yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari rumah nya kurang lebih hanya dua puluh menit sampai di makam papa, dengan berjalan kaki


Tari sadar dan merasa ada yang mengintai dirinya namun Tari berusaha untuk tetap Tenang ia yakin suaminya


akan datang menolong nya


“Papa sahut Tari manja menatap pada Batu nisan nya, makasih ya papa sudah


menjodohkan aku dengan nya, benar kata papa cinta akan datang dengan sendirinya


dan benar juga kata papa kalo dia orang yang tulus menyayangiku, papa tau aku


selalu di perlakukan sebagai tuan putri oleh nya, dia sama sekali tidak pernah


kasar terhadapku, dia sama seperti papa selalu menyangiku tanpa Tapi. Sambil


menyeka air mata yang jatuh di pipi nya


Tari mengeluarkan ponsel nya dan merekam perkataan nya


“Pah kalo nanti terjadi apa apa sama Tari, dan Tari sampai tak


bernafas lagi Tari mau satu liang sama papa, hmm tapi Tari percaya siih dia


pasti akan menyelamatkan Tari, tapi kalo Tuhan sudah menulis garis Takdir


seperti itu, Tari mau satu liang sama papa ya, sekali lagi menyeka air mata nya


“Yaudah Tari pamit ya paa, Tari sayang Papa mengusap Batu Nisan papa dan berlalu pergi


Namun tak lama terlihat ada dua mobil sedan berwarna hitam mengkilat datang dan menunggu dirinya di pintu gerbang pemakaman, Tari menghentikan langkah nya melihat seorang pria keluar dari dalam mobil nya dengan senyum sumringah nya


"Tari Tari Tari melangkah kan kaki nya ke arah Tari


Tari berpikir untuk mengulur waktu agar suaminya segera datang menolong nya


ia berusaha tetap tenang meladeni Arlan


"Arlan hubungan kita sudah berakhir tolong kamu lepaskan aku, menolak nya pelan agar tak


memancing amarah nya


"Kamu tau Tari aku tidak suka penolakan apapun dari kamu menarik tangan Tari dengan kencang


"Arlan tunggu sebentar menahan kembali langkah nya


"Cara pelan seperti ini kamu masih menolak nya, apa aku harus kasar terus Tari ucapnya pelan namun membuat Tubuh Tari gemetar


Tak lama datang sebuah mobil BMW Tari mengenali nya dan matanya menatap nya penuh Harap ini akan segera berakhir. Arlan menoleh kepada Tari dan menampar Tari seketika


"Kamu mau menjebak ku Haah !


Tari merunduk menahan sakit pada pipi nya


Ruslan yang melihat Tari diperlakukan kasar oleh nya Tak terima


"Brengsek!!! menghajar beberapa pria yang ada di depan nya


Namun empat orang suruhan Arlan yang berbadan tegap memegang kedua tangan nya ke belakang, sesekali memberikan hantaman tinju ke bagian perut dan wajah ruslan. tak lama Evan datang beserta anak buah nya mengarah kan pistol pada Arlan.


Arlan tak gentar ia menodongkan pistol yang ia bawa ke arah kepala Tari


"Jatuhkan senjata kalian atau kalian mau lihat dia terluka sambil mendorong Tari untuk segera


masuk kedalam mobilnya


Ruslan dan Evan yang sedang saling tatap mau tidak mau mengikuti perintah nya demi keselamatan Tari.


Tari ingat bahwa Arlan belum mengokang pistol nya mungkin ini bisa jadi kesempatan nya untuk berlari ia segera menggigit Tangan Arlan dengan kuat hingga Pistol nya terjatuh Tari segera menendang Jauh Pistol nya ke semak semak


Tari segera berlari ke arah Ruslan dengan cepat dan beberapa polisi sudah memborgol empat pria tegap tersebut


"Sayaang panggilnya ingin memeluk Ruslan


Namun Terdengar suar tembakan dua kali, menghentikan langkah Tari segera ia menoleh ke arah Arlan melihat Arah pistol yang di tuju tepat ke arah Ruslan.