
Awalnya memang terpaksa menerima perjodohan ini karena mendiang Papaku yang meminta,
Harapan Tari adalah menikah dengan pria yang sudah mengambil keperawanan nya, namun semakin Tari bertahan dengan nya Semakin sakit dibuat oleh Arlan. ini lah alasan Tari menerima perjodohan. Tari ingin buka lembaran baru dan percaya Papa nya tidak akan salah pilih menjodohkan nya pada pria yang belum Tari kenal itu,
“Sudah lah Tari ini demi kebahagiaan mu, Rasa cinta akan
timbul dengan sendirinya, lupakan lah Arlan yang sudah menyakitimu bukalah
lembaran baru bersama nya.
“Papa sudah tua papa ga tau umur papa berapa lama lagi, papa
ingin sebelum papa pergi Tari sudah mempunyai suami yang bertanggung jawab dan
sayang pada Tari.
“Tapi Aku ingin pria yang seperti papa ucap tari dengan
memeluk erat papanya,
“percaya sama papa dia adalah pria yang bisa menyayangi mu
sepenuh hati. Tersenyum kecil dan menyeka air mata di pipi Tari
Tari yang masih kalut dengan perasaan nya hanya merunduk dan
terdiam, menerima perjodohan itu, Papa segera mengatur pertemuan dengan nya
agar bisa melanjutkan ke proses pernikahan.
Setelah ia melingkar kan cincin 💍 ke jari manisku Tari sadar bahwa ia sudah menjadi milik Pria itu,
Pria yang belum Tari kenal, ia hanya mengetahui identitas KTP nya saja tak lebih, Pria
yang 10 tahun usia nya lebih tua dariku, namun dari paras nya seperti 5 tahun
lebih muda. Tari pun belum berani untuk menatap wajahnya langsung.
Tak lama setelah pernikahan Tari, papa yang memang mempunyai
riwayat jantung akhirnya meninggalkan Tari untuk selama nya, Tari merasa sangat
kehilangan sosok yang benar benar menyayangi nya dengan tulus kini sudah tiada.
Selama kurang lebih dua minggu Tari masih di kediaman orang tua nya, dan
sesekali Pria itu datang untuk melihat keadaan ku saja, tanpa menanyakan
apapun.
“Sudah Tari kamu harus kembali kepada Suamimu ucap mama
“Pelan pelan kamu akan kenal, Mama yakin dia Pria yang baik
Tari, papa mu juga sangat yakin pria itu bisa tulus kepadamu
Tari segera meraih Ponsel nya untuk meminta nya menjemputku
di kediaman mama, dan berkemas untuk membawa sebagian dari isi lemari bajunya,
“Jemput aku ya aku akan pulang ke rumah mu pinta tari di
telphone
Namun tak ada kata kata dari dirinya bahwa ia akan
mengiyakan atau tidak ia hanya memutus
telphon nya. Tari menjadi bingung ia menghela nafas panjang sambil duduk di
kursi Teras, Seharusnya setelah pernikahan adalah malam pertama, namun karna
papa, aku pun memilih untuk ke kediaman ku dan menenang kan diri disini . kalo
mama tidak menyuruh ku untuk kembali kesuamiku, Tari pun akan tetap disini.
Tak berlangsung lama mobil nya pun datang dan terparkir di
halaman rumah, segera ia keluar dari dalam mobil masih menggunakan setelan jas
lengkap dengan sepatu pantofel, sepertinya ia baru pulang dari kantor pikirku.
Mama segera menyambut nya dengan senyuman, dan tanpa basa basi ia segera
izin dan pamit untuk membawa Tari kerumah nya, segera ia menenteng Tas Tari ke
dalam Bagasi nya.
“Tari pergi ya mah, memeluk mamah dengan erat
“Ia sayang sering kabarin mama ya nak sambil menyeka air mata tari
Tari bergegas meninggalkan mama nya segera memasuki mobil,
Tari yang masih canggung segera membenahi duduk nya dan membenahi Rok nya, Ia
pun melirik Tari dan mendekatkan tubuh nya sambil meraih safetybelt Tari dan
memasangkan nya. Tari menjadi Gugup seketika, sedikit Tari berdehem padanya
“Eheem ayo jalan sambil menghela nafas panjang