My Husband My Protective

My Husband My Protective
Menyiapkan Surprise



*****


"Hallo Mah Tari masih sibuk di Luar kota, mama ke rumah sakit ya hari ini


"Iya sayang nanti siang mama akan jenguk nak Ruslan, sudah kamu tenang aja disana


"Makasih ya mah sampai sana Video call Tari ya byeee


melirik tajam ke arah Toni


"Mulai bulan depan saya ga mau seperti ini lagi paling tidak kunjungan kerja untuk rapat bersama


anak perusahaan saya minta per dua minggu sekali.


"Baaik Bu Tari nanti saya akan atur lagi jadwal nya


"Harus ! sekarang kita ada pertemuan dimana lagi


"Bandung Bu Tari sekalian ada perjamuan makan siang juga dengan para Dewan dan Investor


"Haaah ternyata lelah juga bertemu banyak orang terus terusan seperti ini


"Memang bu Pak Ruslan juga seperti itu sama persis dengan Bu Tari


Tari terdiam mengingat pekerjaan suaminya yang memang menyita banyak waktunya, ia berjuang sendiri memegang kendali perusahaan


"Huuft pantas saja ia jarang ada waktu buatku, maav sayang aku tidak tau bahwa kamu bener bener sesibuk ini, aku janji tidak akan merengek soal waktu mu lagi, aku akan ikut bekerja agar bisa sedikt meringankan waktu mu


Kali ini Tuhan sedang mengistirahatkan tubuh dan pikiran mu. Tak apa aku bisa menghandle ini semua sayang.


"Bu Tari Bu Tariii!!! triak Toni


"Hah ! terbangun dari lamunan nya


"Kita sudah sampai Bu marii


"Sebentar saya menyiapkan diri saya dulu jangan sampai saya di pandang lemah nanti sama mereka


"Semangat Bu ucap Toni


"Hufft mengambil nafas panjang Oke siap Ayo


Sadar bahwa di dunia yang Tari gelutin sekarang bukan hanya tentang paras saja namun


isi pikiran dan cara bicara pun harus menjadi nilai plus saat bertemu para investor besar,


Tari harus menyampingkan sisi dirinya yang manja manis dan cengeng,


dalam benak Tari ingin membuktikan bahwa istri Pak Ruslan bukan kecantikan nya saja yang menjadi buah bibir tapi ia ingin kerja keras nya juga bisa menjadi buah bibir. selama dua bulan Tari yang memegang bersyukur sekali Hasil nya tidak mengecewakan dan sangat puas sekali dengan nilai saham nya yang selalu naik.


Sementara itu di siang Hari mama yang sedang berjalan menuju ke rumah sakit, saat itu tercengaang saat memasuki ruangan nya  melihat Ruslan yang sudah bisa duduk dari Ranjang Tidur nya


"Nak Ruslan meraba wajah nya, mama ga mimpi kan ini mencoba mencubit tangan


"Sebentar ucap Mama mengambil ponsel nya dari dalam Tas nya


"Heiiittt Evan segera merebut Ponsel mama, kita bikin surprise maa buat Tari ucap Evan


"Iya maa jangan bilang Tari dulu ya maah


"Tari kalo tau ini dia pasti akan senang sekali nak Ruslan


"Sabar mah Lusa kita akan kasih surprise janji mama jangan kasih tau Tari dulu ya


Mama mengiyakan rencana Ruslan dan Evan namun tak lama Tari menghubungi ponsel mama nya


"Gimana ini Tari Tari nelpon ucap Evan yang memegang Ponsel Tari


"Jangan di jawab sahut Ruslan


Lalu tak Lama Tari menghubungi ke Ponsel Evan


"Gimana ini ga mungkin kalo salah satu dari kita ga menjawab telpon nya


melirik ke arah Ruslan untuk segera tidur kembali dan memasang kembali ventilator nya


"Lagi dimana Van kalo lagi di Rumah Sakit angkat Video Call gue


"Ya Tari, melihat ke arah ponselnya


"Nih ada mama mu yang baru dateng, ucapnya


pantes aja Tari telpon mama ga angkat ucapnya


"mama masih dijalan tadi sayang


"Aku mau lihat suamiku tolong arahkan ke dia pintanya


"Huufft menarik nafas panjang menatap ruslan yang masih koma


"aku hanya ingin menatap nya 10 detik saja agar rasa capai dan penatku hilang setelah melihat nya


"Hari ini aku bertemu banyak para Investor, aku tidak pernah mengikuti perjamuan karna kamu pasti ga suka kalo aku ikut bergabung dengan banyak pria, selesai Rapat aku langsung beranjak ke mobil atau ke hotel.


"Kamu cepet bangun sayang aku udah kangeeeen sama kamu terdengar isak tangis nya


"Sudahlah Van aku ga mau nangis di hadapan nya. Byeeee memutus panggilan nya


Toni memberikan tisu pada Tari


"Sabar ya Bu Tari hari ini sudah selesai kita cari Hotel aja ya Bu supaya Bu Tari bisa istirahat


Tari hanya mengangguk