
*****
Ruslan yang sedang ada perjamuan makan malam bersama dewan deraksi di salah satu Hotel Bekasi segera meninggalkan perjamuan nya untuk kembali ke kamar nya, setelah mendapat pesan dari dokter pribadinya yang menceritakan keadaan Tari.
"Maav saya tidak bisa mengikuti perjamuan hingga selesai, badan saya sedang kurang sehat. membungkukkan setengah badan nya dan berlalu pergi
"Pak Ruslan panggil beberapa dewan lain nya namun ia tak menghiraukan nya
Ruslan segera menelpon dokter pribadinya menanyakan detail pada Luka Tari
Dokter mengatakan bahwa luka Tari bukan akibat terjatuh seperti yang Tari sampaikan, sepertinya ada yang sengaja menganiaya Tari ucap dokter.
Tak lama dokter mengirimkan foto lengan Tari yang terluka, ia mencermati benar bahwa luka nya bukan karna terjatuh namun Tari tetap mengaku bahwa ini terjatuh.
"kamu sedang menutupi sesuatu dariku Tari ucap batin nya
Ruslan segera melakukan Video Call pada Tari
"Sayang gimana luka nya apa masih terasa sakit
"Hhhm masih sedikit sakit tapi gapapa kamu jangan khawatir melempar senyum pada nya walawpun terlihat matanya berkaca kaca
"Lain kali lebih hati hati lagi ya
"Tari merundukan wajah nya Aku mau kamu cepat pulang Rengek Tari menjatuh kan air mata nya
"Iya sayang besok malam aku pulang kamu istirahat ya, aku harus menemui Tamu lagi Byee
"Tunggu Sebentar ! aku minta 10 detik lagi untuk melihat mu agar aku bisa sedikit tenang ucap nya terisak isak
Ruslan melempar senyum padanya dan menuruti keinginan nya untuk terus menatap nya. Ia sudah mengerti dari Tatapan Tari yang sedang butuh dirinya. Segera ia memutus panggilan Vieo call dengan Tari
masih menatap layar ponselnya mengingat cincin Tari sudah di beri pelacak oleh nya, ia segera melihat kegiatan Tari siang berada dimana, Tari di cafe hampir menjelang senja, Ruslan berpikir untuk segera mengecek CCTV sekitar untuk melihat apa yang terjadi
"Van bantu gue untuk mengecek cctv sekitar Cafe Book & BIR cek cctv dalam dan sekitaran cafe ya
cek Tanggal hari ini
"Tapi butuh waktu beberapa Hari gue lagi di luar kota Lan
"Ok kabaarin kalo udah dapet hasilnya, Thanks Van
"Sip
Ruslan berlanjut menelpon Bi Inah menanyai keadaan Tari
"Bi gimana keadaan Tari sekarang???
"Sepertinya sudah tidur mas Ruslan, baru aja bi Inah Tawari ingin dibuatkan minum apa tapi tidak ada jawaban.
"Coba Bi tolong di lihat ke kamar nya
"Baik mas Ruslan, Bi Inah segera ke kamar untuk melihat keadaan mba Tari
"Iya mas Ruslan mba Tari sudah tertidur pulas
"Hmmm makasih ya Bi, oy memang Tari tadi datang dalam keadaan seperti apa
"Iya Mas Bi inah kaget melihat tangan Mba Tari bercucurn Darah badan nya juga gemetar seperti sedang ketakutan mas, katanya habis terjatuh saat arah pulang.
"Yaudah makasih ya Bi titip Tari ya selama saya tidak ada dirumah
Ruslan semakin cemas melihat ke arah jam sepertinya lama sekali berputar nya ingin cepat cepat besok menuntaskan segera kunjungan bulanan ini, dan kembali berada di sisi Tari. ia menarik pelan rambutnya dengan kedua tangan nya. Huuft helaan nafas panjang nya sambil menatap ke jendela kamar hotel melihat kerlap kerlip lampu kendaraan yang ramai berlalu lalang dari atas gedung Hotel.