My Husband My Protective

My Husband My Protective
Secangkir kopi



*****


Di ke esokan pagi nya Tari yang sudah bisa bangun terlebih dahulu dari Ruslan


perlahan melangkahkan kaki nya ke teras balkon untuk menghirup udara pagi yang Seeggaaar sambil


merenggangkan kedua tangan nya ke atas kepalanya dan menarik nafas panjang. sesekali menoleh ke arah Ruslan yang masih tidur pulas, mengingat suaminya akan ke luar kota Pagi ini


Tari memutuskan untuk segera Mandi dan bersiap untuk membangun kan Ruslan


Kurang lebih lima belas menitan ia sudah keluar dari kamar mandi, tubuhnya yang


masih terbalut handuk kimono menarik kursi pada meja rias nya,


pertama tama ia menata Rambut nya terlebih dahulu yang masih tergulung oleh handuk segera ia meraih hairdryer tak lama setelah itu merias wajah nya tipis tipis menggunakan cushion natural dan liptint berwarna orens.


Wajah dan Rambut nya sudah siap ia kembali melangkah kan kaki nya ke Ruang Wardrob untuk memilih


outfit hari ini.


Pagi ini aku hanya ingin memakai Dres terusan selutut dan bermotif


flower yang dilapisi blazer tipis, sekali lagi ia memantas kan dirinya di depan cermin dan terakhir


ia menyemprotkan parfum di belakang telinga dan pergelangan tangan.


“Sayaang.... Bangun...... bisik di telinga nya


“Mmmmuuuaaaccchhh mengecup seluruh wajah nya agar cepat bangun


“Bangun Sayang bisiknya sekali lagi sambil menggoyangkan lengan nya


“Hhhhmmm" masih samar samar menatap wajah Tari mengucek ngucek matanya dan menautkan kedua alis nya


 melihat istrinya yang sudah cantik dan wangi, tangan nya segera menepuk jidat 🤦‍♂️ nya


“Udah sana cepat mandi, pagi ini kan kamu harus ke luar kota, menarik tangan nya untuk segera bangkit dari atas Ranjang dan menggiringnya nya ke arah kamar mandi.


Tari sudah melihat Ruslan menutup pintu kamar mandinya segera turun kebawah untuk membuat kan secangkir Kopi untuk nya


“Pagi Bii sapa nya ceria sambil membuat kan kopi untuk suaminya


Tari hanya menyengir mendengar pertanyaan bibi, tangan nya tetap mengaduk kopi, ia bergegas


naik kembali kedalam kamar membawakan Kopi untuk Ruslan, segera menaruh nya di atas meja,


Ruslan yang baru keluar dari kamar mandi pun segera memeluknya dari belakang


“Kamu jangan sering sering seperti ini bikin aku malas untuk kerja,


kamu bangun siang pun aku ga masalah ucapnya sambil menyeruput Kopi


buatan Tari. Satu lagi ga perlu repot repot bikin kan aku Kopi, nanti aku bisa


ketagihan Kopi kamu. mencium pipi Tari


Mendengar perkataan nya Tari tersenyum lebar menatapnya, segera Tari menyiapkan setelan jas untuk nya, melepas tangan yang merangkul di pinggang nya


"Hhmm cepet pakai ini memberikan setelan jas kepadanya


segera ia bersiap diri meraih stelan jas yang di siapkan Tari.


"Sayang siapkan satu steel lagi karna malam ini sepertinya aku ga pulang kerumah


"Aku ikut ya meraih satu stelan jas lagi dari lemari


"Hhhm hari ini jadwal ku padat sayang


"Aku janji ga akan ngeganggu kamu rengeknya


Ruslan tersenyum menatapnya memegang kedua bahu nya, ingin sekali ia mengajak nya tapi berpikir berkali kali untuk mengurungi niat nya karna rekan rekan kerja nya yang membuat nya geram setiap menatap ke arah Tari.


"Enggak!!! ucapnya Tegas menolak rengekan Tari


"Hhhmmm iya deh tapi kabari aku ya kadang kamu suka lupa sama aku kalo udah kerja


Kedua tangan nya melingkar di leher Ruslan, lalu berjinjit untuk mengecup bibirnya. mmuuaacch


kami terus menautkan bibir sampai tidak ingat bahwa Ruslan harus berangkat kerja.


Dring...Dring...Dring Suara dering ponselnya menghentikan ciuman kami