My Husband My Protective

My Husband My Protective
Kritis



*****


Evan membalas tembakan satu kali ke arah tangan Arlan agar menjatuhkan pistolnya


"Apa kamu Gila Haaaah triak nya kepada Arlan


Arlan yang tangan nya suda penuh darah karna mendapat tembakan dari Evan masih saja bisa tertawa


"Jika aku tidak bisa membawamu jangan harap pria lain bisa membawa mu Tari semoga ia Mati!!!


Tari tak menghiraukan nya lagi ia segera berlari ke arah Ruslan yang sudah terkapar terkena tembakan


di bagian Bahu dan perut nya


"Bertahan sayang pliis tangis Tari pecah sambil terus memeluk nya


"Evaan!!! cepat bawa ia ke rumah sakit cepaaatt triak Tari tak kuasa melihat suaminya sudah tak sadarkan diri


Evan segera memapah ruslan ke dalam mobil tepat di kursi belakang bersama Tari, dan segera ia melaju kan mobil nya ke rumah sakit,


"Evaan cepat,, pinta nya agar bisa melaju kan mobil lebih cepat lagi.


"Sayang bangun pliis kamu harus kuat, terus menggenggam tangan ruslan


"Tenang Tari Ruslan pasti selamat dia tidak akan menyerah begitu saja. ucap Evan menenangkan Tari


seketika Evan mengingat obrolan bercanda nya "loe mati aja sekarang biar Tari gue yang jagain" Evan menyesal pernah berucap kata kata itu, "Loe harus kuat Lan demi Tari ucap batin evan.


sampai di rumah sakit ruslan langsung dibawa ke ruang operasi, Tari dan Evan menunggunya dengan cemas,


Satu jam berlalu  belum ada satupun dokter yang keluar, Tari duduk terdiam menangis mengingat semua peristiwa yang terjadi Tari terus menyalahkan dirinya


"Maav ini semua salahku, andai aku sedikit sabar mengikuti rencana mu kamu tidak akan terluka seperti ini, kamu harus bertahan sayang, aku janji akan lebih nurut lagi padamu, ucap batin nya


Dua jam berlalu masih belum ada kepastian dari dokter,


"Van harus berapa lama lagi


"Kumohon Tuhan kuatkan ia dan pulihkan ia segera, doa dalam batin nya


Sementar itu Arlan sudah masuk kedalam sel penjara, ia akan segera mendapatkan hukuman pasal berlapis


tentang penggunaan Narkotika dan percobaan pembunuhan, serta penganiayaan dan pelecehan yang ia lakukan kepada Tari.


Tari yang sangat cemas dan isak tangis yang tak ada habisnya, semakin lama ia menunggu semakin merasa sesak dada Tari, tak lama kesadaran Tari pun hilang, Evan segera menggendong Tari untuk membawa nya ke IGD untuk segera mendapatkan penanganan.


Tariii sadar Tarii ucap Evan yang Panik


dalam keadaan tak sadarkan diri Tari bermimpi bertemu papa nya dan melihat Ruslan disamping Papa nya tersenyum menatap Tari,


"Papa jangan ajak Ruslan pergi rengek nya


"Cuma dia yang Tari punya Paah, pliis paah jangan Tari mohon paa


selang beberapa menit Tari mulai sadar melihat di samping nya ada Evan dan melihat Tangan nya yang terinfus


"Van gimana keadaan Ruslan


"Hhmm dia udah di ruang ICU Tar tapi kondisinya Kritis


"Anter gue kesana Van gue mau lihat langsung keadaan nya rengek nya


"Ga bisa Tar jam besuk nya sangat terbatas, berdoa saja semoga Ruslan bisa melewati masa kritisnya


"Ga mau gue mau lihat keadaan nya, memaksa untuk meninggalkan ranjang nya namun kondisinya yang sangat lemas Tari tak kuat untuk berdiri


"Lihat keadaan kamu Tari, besok pagi kita jenguk kamu istirahat saja dulu


Namu Tari tak menghiraukan kata kata Evan ia semakin panik dan ketakutan memikirkan suaminya terpaksa


Dokter menyuntikan obat penenang pada Tari, dan tak berapa lama Tari tertidur pulas sampai keesokan paginya.