
Satu tahun usia Pernikahan telah di lalui, Tari masih menjadi istri untuk Ruslan, sejak kejadian saat itu tak pernah ada keributan lagi, namun karna Ruslan adalah Pria Gunung Es hanya hangat saat di beri kehangatan.
Setelah itu akan kembali dingin dan beku, tapi aku bersyukur 🤲 karna ia tidak pernah kasar sedikit pun padaku, selalu memperlakukan ku dengan lembut, kadang aku berpikir apa aku simpanan nya, karena selama ini ia tak pernah mau mengajak ku kemana pun, atau mengajak ku untuk datang ke kantor nya setidak nya, mengajak Lunch bersama seperti pasangan pada umumnya. Hufft Entah lah aku pun bingung sendiri dengan sikap nya, sambil terus menatap wajah nya yang sudah terpulas tidur setelah kami bergulat hampir setengah jam di atas Ranjang..
Keesokan pagi nya ia yang sudah bangun lebih awal daripada ku, membangunkan ku dengan
satu kecupan pada bibirku
“Mmmuaacch Bangun sayang
“Mau kemana sudah rapih dan wangi begini ucapku sambil
melihat ke arah jam dengan mata yang masih setengah terbuka
“Aku ada urusan penting ucapnya dengan memakai gesper di
pinggang nya
“Kamu kan sudah janji jam 9.00 nanti mau antar aku kerumah
mama, ya kalau pun tidak ikut perkumpulan di kediaman orangtuaku, paling tidak kamu bisa mengantarku
“Kamu berangkat sendiri ya salam pada keluargamu, dengan
mengeluarkan uang tunai 2 juta rupiah untuk ongkos. yang ia taruh di meja riasku
“Selalu seperti ini selalu saja susah untuk berbaur pada
keluargaku ucapku dengan sinis
“Sudah ya jangan ngambek, aku pergi ucapnya sambil berlalu
meninggalkan jejak wangi parfum nya.
perkumpulan keluarga dan ia bukan pria yang baik dalam hal komunikasi terhadap ku. Tak pernah ada basa basi nya Langsung ke pokok utama jika bertanya dan menjawab dengan singkat,
“Andai saja kamu peka apa mauku aku hanya ingin quality time bersama nya, ucap batin ku kesal
BergegasLah ku meninggal kan tempat tidurku dan bersiap diri untuk datang ke rumah mama,
terlebih aku harus membersihkan tubuhku yang habis bergulat semalam bersama
nya, Ia selalu meninggalkan tanda di leher dan dadaku setiap kali kami
bergulat, segera ku menyalakan keran Shower untuk membasuh seluruh tubuhku,
Tak berlama lama Tari segera cepat menyelesaikan Mandi nya karna waktu nya juga sudah siang,
meraih cepat Handuk kimono nya untuk mengeringkan tubuh langsing nya.
"Alasan apa ya ke mamah jika menanyakan nya ucapku di depan cermin sambil merias diri,
“aaah sudahlah alasan seperti biasanya saja"
dengan berlalu dari pantulan diriku di cermin
Aku yang sudah bersiap segera ku memesan Taxy online dan mengambil uang yang ia beri tadi dan memasukan ke dalam Tas
Ia selalu memberikan ku uang Tunai setiap hari hanya untuk ongkos saja, mau aku pergi atau tidak setiap hari selalu menaruh nya di atas meja rias, BLACK CARD yang ia beri juga jarang sekali ku pakai, karna setiap aku bicara ingin ini itu esok nya semua udah ada di hadapan ku. Lalu kartu ini untuk apa ada di aku,
"Haaaaah sudah lah Tari bersyukur saja,. Tapi aku ingin dirinya bukan hanya Uang nya saja yang menemaniku.
Hati dan Pikiran ku seperti nya sedang Berperang .