My Husband My Protective

My Husband My Protective
Hhhhm Anu



*****


"Makasih Toni ucap nya Ceria


"Sama sama Mba Tari membalas dengan ceria


"Ehem!!


"Ia pak paham saya pergi ucapnya bergegas keluar namun tak lama balik lagi mengingat minuman


yang ia simpan di dalam kulkas


"Apa itu Ton???


"Minuman bos tadi saya pindahkan ke gelas mau saya cicipi, bergegas keluar


"kamu ga bakal kuat minum itu triaknya namun tak di hiraukan


"Yaudah kita sarapan dulu setelah itu kita pulang ajaknya


"Hmmm ga mau aku mau ituu ucapnya sambil meraba ke paha dalam nya


"Pulang !!! aku ngantuk sayang


"Yaudah kita main di ruangan ini abis itu kita pulang yayaya pinta Tari


"kita bisa main dirumah lebih tenang


"Aku mau ngelakuin disini pasti beda sensasinya yanq, bergegas mengunci pintu ruangan nya dan mengambil remot untuk menutup kaca ruangan


ia pun tidak bisa menolak ajakan Tari


"kamu imut manis cantik tapi otak kamu liar sayang


"Ssstt  mulai menciuminya membuka kaos nya


"Aku selalu nafsu melihat tubuh kamu yang cukup berotot bisiknya


masih diawal pergulatan ia hanya mengikuti aksi nya Tari


"Jangan berisik ya sayang ucap nya nanti pegawai ku pada dengar


"Di situ Seni nya sayang ucapnya menantang


"Ah Hhhmm ******* sudah mulai panas aksinya mereka


"Mmmh ah ah ah


"sayang jangan brisik bisiknya


Tari tersenyum dan menggelengkan kepala nya


tiba tiba terdengar suara ketukan pintu beberapa kali membuat ia menghentikan aksinya


"kenapa berhenti sayang lanjut aja kembali Tari yang mengambil alih aksinya "di sini sensasinya ucapnya nakal


"jantung aku seperti ingin copot sayang aaahhh Ssshhh hmmm


Tari tersenyum puas melihat nya membuat Tari ingin terus bermain panas di atas tubuh nya


ia meraih kedua tangan nya untuk memainkan gunung kembar nya


"Terus sayang ucap Tari aaaahhh ahh ahh seamakin cepat tempo yang dimainkan Tari


kembali ruslan yang mengambil alih aksi panas nya untuk menuntaskan


Ssshhh.. ahh.. ahh.. ahh...  jerit Tari yang sudah ingin sampai di puncaknya, tak lama ruslan pun menyusul untuk  mencapai puncak nya aaahhh... haah.. mmhh... ******* puas hasrat nya tersalurkan


Ia terus memeluk erat Tari sampai terkulai lemas.


Kali ini Tari yang berterimakasih padanya karna sudah menuruti aksi liar nya


dan puas melihat Ruslan yang benar benar lemas di buat nya


"kamu gila sayang mencium kening Tari sambil mengatur nafas nya


Tari bergegas membersihkan dirinya terlebih dahulu tak lama selang beberapa menit ia segera bergantian untuk membersihkan dirinya dan merapikan kembali bajunya


"Udah rapih semua ayo kita lanjut makan ajak Tari menyiapkan sarapan nya


dia mengambil remot untuk kembali membuka layar kaca ruangan nya tercengang melihat karyawan nya tengah menguping aksinya


"sayang seperti nya jeritan kamu terdengar hingga keluar


Tari tertawa melihat karyawan yang sedang berhamburan ke meja nya masing masing


"Huufftt menghela nafas melirik tajam ke arah Toni dari kejauhan menyuruh dia masuk


"Sedang apa mereka semua termasuk kamu


"hmm sedaanng hmm mendengar suara aaaannnnu pak hmmm aannnuu


Tari ketawa mendengar nya


"udah udah sana pergi memberi uang 500ribu untuk membeli kopi dan cemilan untuk para staaf nya


"Suruh mereka semua melupakan suara yang mereka dengar


"Bbbaa baik pa saya paham segera keluar dari ruangan dan memberi tau staff lainnya


mereka semua mengacungkan jempol nya ke arah nya Tari semakin tak bisa menahan tawa nya ia pun ikut memberikan kedua jempol kepada staff nya


"Kamu!!! menurunkan kedua jari jempolnya


"Lucu sayang sambil menyuapi makanan ke mulut nya


"Hhhmm mengunyah secara perlahan


"Habis ini kita lanjut pulang ya kita istirahat ajaknya


Tari mengangguk tanda setuju


"Tari aku sayang kamu


"Ruslan aku juga sayang kamu


Hmmm AHahahahaha saling menatap dan tertawa mengingat kejadian hari ini dan melihat kelakuan staff nya tadi.


Tak berapa lama di jam 13.30 siang setelah beberapa berkas sudah di tanda tangani,


"Mari kita pulang triak Tari


Ia meraih tangan Tari menggandeng nya


Melihat Toni yang terkapar di meja nya segera ia menghampirinya


"Hei Toni Ton


"Hhhm


"kamu kenapa


Toni tak menjawab nya namun di dekat nya ada gelas besar yang ia ingat berisi Whiskey


Ruslan dan Tari pun tak bisa menahan Tawa nya melihat Toni yang mabuk di siang hari


"Sudah saya bilang kamu ga akan kuat meminum ini berlalu meninggalkan nya


"Tapi sayang tunggu Tari segera masuk ke dalam ruangan untuk mengambil botol mineral buat Toni


dan menaruh nya di dekat tangan nya


"AKU GA SUKA !!! Ruslan yang melihat Tari peduli kepada Toni


"Kasihan sayang ucapnya sambil menarik tangan nya dan berjalan keluar


"Ciiieeeeeee seru para staff melihat atasan nya sudah berbaikan dan memberi tepukan tangan pada mereka


Ruslan tersenyum malu dan merundukan sedikit wajah nya namun tak lama ia kembali tegas dan dingin pada seluruh staff nya


"Kamu hebat sayang bisik Tari


"Hhmmm Aku memang Hebat bisiknya juga


"Segera ia membukakan pintu mobil untuk Tari


"Mmuuacch mengecup bibirnya sambil meraih safetybelt nya untuk dipakaikan ke Tari


 beberapa pegawai wanita yang melihat kemesraan bos nya dengn istri nya


"waaah aku iri melihat mereka


"bos kita ternyata bisa seromantis itu


"haaah beruntung sekali istrinya


"Oooh ahjusi oppa sarange


"semoga masih ada di dunia ini yang modelan nya seperti bos kita


"Aaamiiiin mereka serentak