
*****
Gubrak !!!
Tari jatuh terkulai tak sadarkan diri seketika ruslan sadar telah menyakiti Tari dan ia baru ingat pada luka Tari yang tanpa sengaja ia tekan kuat. Ruslan syok melihat tangan nya terkena cucuran darah Tari ia berteriak memanggil Toni untuk di panggilkan Dokter.
Toni yang melihat kedalam ruangan benar benar tercengang dan segera menelpon dokter
Selang beberapa menit dokter datang meriksa keadaan Tari, kembali tari mendapatkan jahitan ulang pada luka nya dan Tari juga di beri infusan karna tubuhnya benar benar lemas, ruslan yang melihat nya benar benar menyesal sudah menyakiti Tari.
"Sudah tidak apa apa mas Ruslan ucap dokter pribadinya
"Lain kali jangan ribut di bawah pengaruh alkohol untung saja mba Tari wanita yang kuat sembari memberikan obat untuk menetralisir alkohol
"Diminum obat nya supaya mas Ruslan juga tenang, repot kalo saya pergi kalian masih lanjut untuk bertengkar
Toni yang mendengar ucapan dokter pun tertawa. Ruslan melirik tajam padanya agar toni berhenti
menertawakan nya
"Hhhm Dok saya minta laporan luka Tari yang pertama dibuatkan surat visum, saya akan membawa kasus ini
ke polisi ujar nya
"Baik nanti saya buatkan
Tak lama Tari yang sudah mulai sadar bingung melihat sekitar,
"Gimana mba Tari apa yang anda rasakan
"sedikit pusing dok ucapnya tatapan nya melihat ke arah suaminya yang sedang merundukan wajahnya
"setelah ini nanti makan ya habis itu obat dan vitamin nya diminum
"Baik dok
Ruslan yang mendengar nya menyuruh Toni untuk membelikan sarapan untuk dirinya dan Tari
"Saya nya pak saya juga belum sarapan pintanya
"Sana pesan sembari memberi kan uang tunai yang bisa membeli lima porsi sarapan
mendengar percakapan mereka Tari tersenyum namun ruslan tak ingin melihat wajah Tari karna sudah menyakitinya
"Sudah cukup saya cabut dulu infusan nya taaahaaan ya mba Tari agak sedikit nyeri
"oke saya pamit pulang ya inget jangan pernah ribut di bawah pengaruh alkohol ucapnya sekali lagi
"iya dok makasih ya
"Sayang sini panggil Tari aku udah gapapa ko namun tetap tak di hiraukan nya, ia bergegas duduk di kursi kebesaran nya menarik nafas panjang untuk menenangkan diri dan membelakangi Tari ia terus menatap ke luar gedung
Dia lembut jika aku baik padanya namun saat itu aku terus melawan nya setiap aku melawan nya dia selalu kasar dan mencelakai ku, tapi aku sedikit puas karna aku bisa menampar keras wajahnya dan itu membuat nya marah dan mengeluarkan pisau lipat di sakunya.
"Aku berusaha untuk menutupi nya darimu karna aku tak ingin ada keributan tapi aku salah karna caraku ini membuat kita jadi salah paham dan membuat kamu marah besar, aku benar benar minta maav dan menyesal sudah buat kamu kecewa, aku akan lebih terbuka lagi, maav ya sayang
mendengar semua perkataan Tari membuat ia sedikit lega namun tetap tekad nya sudah bulat ia ingin memenjarakan orang yang sudah melukai Tari, dan ia masih merasa bersalah karna ia juga melukai nya
tanpa ia sadari.
Tari menghampiri ruslan dan duduk di atas pangkuannya
"Aduh sayang kepala ku sakit sekali acting pura pura untuk mendapatkan perhatiannya
"Aku panggil dokter lagi ya segera ia meraih Ponsel nya
"Ssssttt merebut ponsel di tangan nya Tapi Bohong wleeeeee
"Tari !!!! panggilnya kesal dengan ekpresi wajah nya yang dingin acting membalas Tari
"yasudahlah kalo suasana hati kamu masih marah aku pulang turun dari pangkuan nya
Ia merangkul pinggang Tari "Tapi Bohong wLeee" sambil menggelitik pinggang nya membuat
Tari tak bisa menahan Tawanya
"Kita baikan memberi jari kelingking nya ke hadapan Tari,
Tari segera menautkan jari kelingking nya juga
"Kita baikan yeee ucap nya ceria
Hhhmm sayang maav semalam aku menolak ajakan mu, karna aku takut setiap mendapat telphon dari nya
seketika mood aku hilang hhmmm maav yaa
Ruslan segera mencium bibir nya dan Tari pun membalas ciuman nya
"Enak mana ciuman nya aku atau dia
"Aaah males setiap kali mengingat nya bikin ga mood yanq
"Jawab dulu pintanya maksa
"Enakan ciuman kamu lah sayang hmm bahkan aku lebih merasakan puas dan ******* sama kamu.
"Masaaa sambil mengacak pelan rambut Tari
"Hmmm bener aku ga bohong, dia cuma pintar melukai ku saja. mmuuaacch mencium bibir nya pergulatan
ciuman pun kembali terjadi namun tak lama aksi pergulatan ciuman pun terhenti Toni sudah datang membawakan makanan dan minuman