My Husband My Protective

My Husband My Protective
Gay



Dua bulan telah dilalui, Tari merasa Aneh sama perlakuan suaminya


kepada nya yang tidak pernah mau menuntaskan ketika sedang bercumbu


“Apa ia jijik terhadapku karna aku bukan perawan


“Apa ia Gay


Aaaarrrkkkkkhhh! Triak Tari depan cermin sambil mengacak acakan


Rambut nya, bergegas ia menuruni anak tangga ingin menanyai ke bi inah


“Bi...bi...biii aku mau nanya sesuatu dong Biii


“Ya mba mau Tanya apa


“Sebelum nya Mas Ruslan sudah punya istri kan Bii


“Bener Mba tapi itu udah lama sekali, hanya satu tahun menikah


sebelum Alm mba Irma meninggal karna Cancer


“Ouuuhh terus setelah itu Mas Ruslan pernah bawa siapa lagi Bi di


rumah ini


“Ga pernah Mba baru ini bawa Mba Tari


“Oke makasih ya Bi inah kembali berlari menaiki tangga kembali masuk dalam kamar


Fix berarti Dia Gay pikir Tari menyimpulkan nya


"haduuhh sampai sakit kepalaku tiap memikirkan nya jemari mengelus elus dahi nya


“haaaah hela nafas nya sambil menatap ke arah Luar Balkon Tari meraih tas nya dan


pergi ke cafe untuk menenangkan pikirannya


Sesampai nya di Cafe yang Bertema Perpustakaan Namun bisa untuk


Hangout dengan ditemani musik yang slowly membuat Tari nyaman berlama lama disini,


Tari yang masih berkeliling mencari buku yang tepat untuk di baca nya


"Hhmm baca Novel ini aja deh sepertinya bagus ujar nya setelah melihat cover nya yang menarik


Biasa ya ucap Tari kepada pelayan yang sudah hafal dengan nya


“Minum BIR sambil Baca buku adalah teman yang Pas menurut Tari


namun tanpa sengaja buku yang ia Baca menceritakan tentang suami, seperti yang sedang di


alami nya, membuat Tari semakin yakin bahwa suaminya adalah Gay.


Satu satu nya cara aku harus segera menanyakan nya langsung, aku


tidak ingin seperti ini terus apa beda nya dia dengan Arlan sama sama menyakiti dan mempermainkan


perasaan ku Haaah! seketika Tari ingat sekretaris suaminya adalah Pria Haaahh!!


Dengan terkejut Tari pun menggebrak Meja, orang orang pada melihat ke arah nya.


nya setelah aku bilang kecurigaan ku padanya  aku akan pergi dari rumah itu.


Aku sudah jujur bahwa ku bukan perawan tapi pada fakta nya dia adalah pria Gay,


lalu buat apa dia menikahiku,


Papa Lihat kan pilihan papa tak menyayangiku sambil menatap ke arah Langit.


Malam hari pun Tiba Tari sedang menunggu nya di Balkon kamar nya


dengan berjejer beberapa Bir kaleng di atas meja, Tari pun sudah meminum satu setengah


kaleng..


Ceklek suara pintu kamar terbuka


Ia melihat ada Tas besar tak jauh dari Pintu masuk kamar


“Kamu mau pergi ucapnya


Tari pun tak menghiraukan nya dan masih membelakangi nya, dengan


santai nya ia berlalu saja ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak perlu waktu lama ia segera menghampiri Tari, tubuh nya masih


terbalut dengan handuk Kimono nya ia melihat banyak Bir Kaleng di atas meja dan


dua kaleng yang berserakan di lantai


“Kamu Mabuk ??? sambil meraih tangan Tari


“Aku ga mau Basa basi lagi sama kamu dengan nada tinggin dan menepis tangan nya


“Maksud nya gimana ? , ucap nya yang masih belum paham


“Kamu Gay kan !!! ucap ku dengan nada tinggi, karna selama dua bulan aku disini kamu ga pernah menyentuh ku selayak nya suami pada istri nya. Atau kamu jijik sama Aku karna aku tidak perawan, tapi itu ga mungkin,


kalo kamu jijik padaku aku pasti sudah mendapat siksaan darimu. ya aku lebih meyakinimu kalo kamu adalah


Gay. Iya kan ngaku kamu Gay!!! sambil berteriak terdengar sampai ke kuping Bi inah,


Aku mau pergi aja dari Rumah ini. Aku ga mau punya suami Belok kaya kamu,


apalagi sekretaris kamu juga seorang Pria, bisa jadi itu pacar kamu. Aku mau pulang aja ke rumah mama.


Tari segera meninggalkan nya dan menyeret Tas besar nya. Bergegas ia memesan Taxi online


Ia yang mendengar ocehan Tari yang menuduhnya macam macam hanya terdiam dan


menahan emosi nya, “gadis itu mengira aku Gay dengan sekretaris ku,


(sambil membayangi wajah Toni) ia pun geli sendiri, arrggghh liat saja kamu Tari


habis kamu malam ini ucapnya sambil menenggak sekaleng Bir 🍺 dan


meremukkan kaleng nya.