My Husband My Protective

My Husband My Protective
memikirkan cara



*****


Ia menghampiri Tari duduk di tepian ranjang nya meraih tangan nya untuk meyakini nya


"Kamu bisa berbagi cerita dengan ku untuk mengurangi rasa strees mu atau rasa takut mu.


"Semenjak bertemu dengan nya, pikiran ku langsung kacau aku takut dia akan melakukan hal buruk padaku  bayangan itu terus menghantui ku,


"kamu tau dia sangat licik dan menghalalkan berbagai cara untuk menyanderaku, aku takut dengan melaporkan nya ke polisi dia jadi semakin menggila dia pasti akan marah padaku dan nekat mencariku, aku harus bagaimana


"Sssstt tenang melihat Tari yang benar benar sedang ketakutan.


"Kita pasti bisa menangkap nya sayang


"Coba mana Ponsel mu


"Engga tari yang takut untuk mengaktifkan ponselnya


"Percaya sama aku,


"Dring Dring Dring ia meraih ponsel di saku celana nya


"Iya Van gimana hasilnya


"Dia berhasil lolos dari penyergapan Lan, waah gila sih di kamar nya kita menemukan bukti ia


pemakai obat terlarang


"Suruh anggota loe untuk terus mencari nya


"Sudah Lan sekarang ia menjadi buronan polisi Lan, nanti gue kabarin lagi


Tari yang melihat ekspresi tidak puas di wajah nya sudah dapat menyimpulkan bahwa Arlan terlalu licin unuk di tangkap


"Aku sudah menduga nya ucap Tari


"Sementara ini kamu jangan pernah beranjak dari rumah Tanpa aku atau tanpa pengawalan suruhan ku


"Ha..Halo ucap Tari yang gugup dan takut


"Sayang sia sia sekali suami mu menangkap ku, lihat aku bisa lolos, tunggu aku Tari aku akan membawa mu pergi meninggalkan kota ini, inget Tari selamanya kamu milik ku, aku akan mengkerahkan orang orang suruhan ku untuk segera mencarimu, jangan lari lagi Tari aku sudah muaak triaknya.


"Kamu dengar sendiri kan Dia udah Gilaaa kIta harus pindah dari kota ini aku ga mau sampai tertangkap oleh nya


"Aku akan menyewa beberapa bodyguard dan supir pribadi untuk menjagamu, aku juga akan mengerahkan anggota kepolisian untuk berjaga jaga di sekitar rumah ini.


"Ya sudah Kamu istirahat saja jangan terlalu di pikirkan nanti kamu tambah sakit, aku akan memikirkan cara untuk menangkap nya, mencium kening Tari


Sementara disana Arlan juga membuat rencana agar Tari bisa keluar dari dalam istana nya, Arlan terpintas ide untuk berpura pura menculik mama nya,


"ya mama nya adalah kelemahan nya pasti ia akan keluar dari istana nya


segera Arlan menyuruh beberapa orang untuk menguntit kegiatan mama nya kapan mama nya keluar dari rumah disitu Arlan akan beraksi.


"Tari maavkan aku selama tiga tahun aku pergi untuk bisa sembuh namun sia sia cuma kamu yang bisa menyembuhkan ku Tari, aku akan membawamu untuk pergi bersamaku kita akan kembali seperti dulu lagi.


Hari sudah siang ruslan sampai lupa belum mengabari Toni bahwa dirinya tidak bisa masuk karna


Tari yang sedang sakit,


"Toni saya tidak bisa datang ke kantor tolong kamu handle, jika ada berkas penting antar kerumah saya


"Baik pak


"Maav aku jadi merepotkan mu ujar Tari yang mendengar obrolan nya dengan Toni


"Gapapa sayang, seketika Tari memeluk erat tubuh nya


"sayang kalo nanti terjadi sesuatu padaku tolong selamatkan aku ya, kalo pun aku sampai mati di tangan nya tolong bawa jasad ku pulang


"Semua itu tidak akan terjadi aku akan melindungi mu, sayang cincin pernikahan kamu jangan sampai terlepas ya, aku sudah menaruh pelacak yang tersambung langsung ke ponsel aku, Tari melirik ke arah cincin nya seketika Tari berpikir ingin memancing Arlan dengan sendirinya, Tari mulai memikirkan cara tanpa sepengetahuan ruslan