
“Sayang aku mau mandi dulu pintanya
“Hhmmm Tari melepaskan pelukan nya
Tak perlu waktu lama setelah 10 menit berlalu Ruslan sudah keluar dari kamar mandi, masih mengenakan Handuk kimono nya yang menutupi tubuh nya, namun sebagian dada nya yang cukup berotot sedikit terlihat, Ia langsung menghampiri Tari yang sedang bersandar di atas Sofabed,
"Mmmuaach mencium pipi Tari, Tari tersenyum menoleh ke arah nya.
"lagi mikirin apa mengambil sekaleng Bir di kulkas mini nya yang tak jauh dari duduknya
"Hhhm ga papa sayang membenahi duduknya untuk memeluk suami nya dan Tari masih menutupi kejadian kemarin
"kamu lelah sayang membelai lembut pipi Tari, jika sedang kurang fit aku tidak akan memaksa sembari menenggak minuman nya
Tari yang mengerti maksud perkataan suaminya beralih dari tempat duduknya ke atas pangkuan nya.
"Engga sayang hanya tangan ku yang terluka selebihnya aku bisa melayanimu tangan nya melingkari bahunya
segera ia menautkan bibir nya mengecup bibir Tari tak lama terdengar suara dering ponsel Tari, yang menghentikan aksi mereka yang sedang ber tautan
Tari berjalan ke meja nakas tepat samping Ranjang nya, segera melihat layar ponsel nya melihat nomer Arlan yang tidak ia save di kontak nya yang menelpon nya.
"Siapa sayang tanya nya
"Hhmm ga tau ga kenal bergegas mematikan ponsel nya namun Ruslan melihat gelagat Tari yang sangat gugup.
"Apa dia masih sering menelpon mu tanya nya
"M..mm bukan sayang,
ruslan menghampiri Tari yang sedang duduk di pinggir ranjang nya,
"Hmm sayang maav tiba tiba kepala ku sakit aku ingin tidur saja menarik selimut nya dan membelakangi tubuh nya
"Oke jawab nya sedikit kesal namun ia berusaha memahami Tari,
ia beranjak dari duduknya berjalan menuju balkon kamar dengan membawa beberapa kaleng Bir ia terus memikirkan sikap Tari yang baru saja terjadi, dan mencurigai ponsel Tari, ya dari situ awal nya Tari meghindari nya matanya melihat ke arah ponselnya tepat berada disamping nya, namun ia tidak yakin untuk mengambilnya sekarang, mungkin saja Tari belum tertidur pulas.
"Sayang panggilnya dan menghampiri Tari memposisikan dirinya untuk tidur di sebelah nya, mendekap tubuh Tari yang memang sudah tertidur
"Sayang panggil nya sekali lagi sambil mengelus pipi nya namun tak ada respon dari Tari dengan perlahan ia meraih ponsel Tari untuk mengecek langsung dan membuka beberapa pesan masuk dari nomer yang tidak ada ID Contak nya.
"Tari sekali lagi aku menyesal atas ulahku yang telah melukai tangan mu,
"Aku janji tidak akan mengulanginya asalkan kamu mau kembali lagi ke hidupku
“Tari aku suka ciuman mu yang membuat bibir ku berdarah
"Tari aku ingin terus memelukmu, wangi tubuh mu membuat ku sedikit tenang
tak menyangka Tari menyembunyikan ini semua darinya, ia sangat kecewa pada Tari, ia melihat panggilan masuk darinya tadi siang kurang lebih selama lima menit, entah apa yang mereka bicarakan tapi ini cukup membuat Ruslan kaget dan kecewa pada Tari.
*****
Terimakasih yang sudah setia membaca nya
jangan lupa ya like,vote,komen kritik dan saran,
Rating bintang nya juga di tunggu