
Sesampai nya di rumah Bi Inah senang melihat mereka kembali akur kembali,
"Apa bi senyum senyum melihat kami tanya nya Ruslan sembari merangkul Tari
"senang meihat kalian sudah akur begini kalian mau di buatkan makan apa untuk makan malam
"Hmm apa aja yang special ya bii pinta Tari
"Siap kalo gtu mba
Ayo sayang ajak nya menggendong Tari di belakang punggung nya, menaiki anak tangga menuju ke kamar nya
"Haaah menurunkan Tari dari punggung nya
"Kamu mau mandi sayang tanya Tari
"Aku mau tidur siang sebentar sayang hoooaaaammm membaringkan tubuh nya di atas ranjang
"oke aku tidak akan ganggu aku ingin berendam dulu
"Hhmmm tangan kamu
"Tenang sayang nanti aku lapisi perban anti air, bergegas melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi
Tari menghabisi waktu menjelang sorenya untuk berendam dalam bathtub, ruslan yang masih penasaran sama ponsel Tari segera mengambil dan menyalakan ponsel nya, bener tak perlu waktu lama nomer yang tak dikenal langsung menelpon nya segera ia melangkahkan kaki nya ke teras kamar
"Tari sayang suara pria dari sana
"Jadi loe orang yang udah mencelakai tangan Tari
"terdengar suara tertawa lepas dari sana Tari punya gue selamanya milik gue
"Jangan mimpi
"Kita lihat nanti gue akan membawa Tari pergi. memutus panggilan telpon nya
Ruslan kembali mematikan Ponsel Tari dan menaruh kembali ke dalam Tas nya,
terdengar suara langkah kaki dan suara pintu kamar terketuk
"Mas Ruslan
"Iya bi ada apa tanya nya
"mas Ruslan ada Tamu dari mas Evan
"Ya bi suruh tunggu di ruang Tamu
Tari yang mendengar suara bi Inah segera menyudahi berendam nya, meraih handuk kimono untuk membalut tubuh nya serta handuk untuk menggulung rambut sebahu nya, segera menuju meja Rias untuk mengeringkan rambut ikal kecoklatan sebahu nya setelah itu Tari berlanjut memilih outfit nya di ruang wardrobe ia memadukan rok Floral Skirt dengn atasan Tanktop kerah V berwarna cerah sehingga belahan dada nya sedikit terlihat, terakhir makeup tipis tipis dan liptint berwarna merah, tampilan Tari terlihat sangat feminim dengan warna bibir nya yang merah merona seketika yang melihat nya akan tergoda,
segera ia turun ingin melihat siapa tamu yang datang,.
"Sayang sapanya dengan ceria ciri khas Tari
"Evan yang melihat Tari langsung Terpesona, Tari memang pintar membuat pria terpesona
"Sayang kamu di dalam aja ga usah disini
"Evan langsung memberikan Tangan nya untuk berkenalan
"Ruslan melirik tajam ke arah nya namun tetap tatapan nya tak di hiraukan
"Tari ucapnya meraih tangan evan dan mengukir senyum indah di wajah nya
"Hhmm Tari udah gelisah dengan genggaman Evan yang tak ingin melepas nya
Ruslan yang melihat nya berdehem dengan kencang namun tetap saja Evan masih silau melihat Tari segera ia memutus jabat tangan Evan.
"Oke berlalu meninggalkan ruang tamu
"Van !!! panggilnya keras sambil menoyorkan kepalanya biar sadar
"Dia istri gue anjiirrrr loe ngapain ngeliatnya sampe liur loe netes netes
"Gue demen sama istri loe njirrr
"Bangsat !!! mengepalkan tangan di wajah nya
"Haaah pantas aja mantan nya belum bisa melepas nya ternyata Tari secantik peri
"Udah segera proses hukum nya bukti bukti udah cukup dari Cctv dan surat keterangan visum
"Siaaaap
"mantan nya ngancem kalo dia mau bawa paksa Tari pergi, gue ga mau ada keributan lebih baik lewat jalur hukum
"Tapi hati hati jangan anggep remeh, menurut info yang gue dapet dia pernah di rehabilitasi dia bipolar juga dia saiko selama tiga tahun keluarganya membawa nya terapi kejiwaan.
"Hhhhm bisa jadi pertemuan nya waktu itu di resto jepang lalu, dia kembali mengingat Tari dan tiba tiba muncul lagi di kehidupannya seolah tidak terjadi apa apa
"Bisa jadi siih eeh gue mau liat istri loe lagi
"Buruan mangka nya jangan ngelajang tebar benih dimana mana
"Ada kenalan lagi ga yang mirip istri loe
"istri gue limited edition bro
"loe buruan gih mati, gue bakal gantiin posisi loe
"Keluar loe dari rumah gue
"Sekarang aja ya loe matinya gue bawa pistol nih melirik ke arah pistol nya
"Setaan!! Pergi ga Loe
"sory sory oke gue balik besok gue proses laporan nya
Mendorong tubuh evan untuk segera keluar dari ruang tamu.
"Ga usah celingak celinguk nyari istri gue Byeee menutup kencang pintu rumah nya
segera ia menaiki anak tangga menemui Tari di kamar nya
"Sayang aku ga suka ucap nya kesal
"Aku buat kesalahan apa lagi ucap Tari yang bingung
"Jangan ramah atau tersenyum sama Tamu aku atau rekan kerja ku atau siapapun itu selain aku
Tari tertawa lepas mendengar nya,
"Tari aku serius itu ga lucu , Aku ga suka aku terganggu setiap pria lain selalu terpana melihatmu, itu kenapa aku selalu memilih privat room atau aku jarang membawa mu ke tempat kerjaku atau memperkenalkan mu di setiap ada perjamuan atau pertemuan.
"Tari senang mendengar semua ocehan yang di lontar kan padanya,"akhirnya kamu bisa mengungkap ini semua, dari dulu aku selalu bertanya dan ini smua jawaban nya sudah ku dapat, makasih ya sayang aku merasa sangat dicintai.
"Yaudah sekarang kamu mandi dulu mendorong tubuhnya ke kamar mandi
"kamu ikut ya
"hmmm engga aku mau bantuin bi inah buat nyiapin makan malam