My Husband My Protective

My Husband My Protective
Tak Merasa Senang



Selang beberapa menit Pesanan kami akhir nya datang dan sudah berjejer rapih di meja,


kami hanya menikmati makan siang bersama tak ada obrolan sedikitpun atau pun tertawa bersama


"Dia benar benar Robot ucap nya kesal sambil menghabiskan makanan nya


Kurang lebih empat puluh lima menit bersama dalam ruangan, tetap saja dia hanya singkat padat


menjawab obrolan ku.


"Sayang !!! Panggilku kesal sambil menggebrak meja


Dengan santai nya ia hanya berdehem dan menatap ke arah ny,. ekspresi macam apa ini ucap batin Tari


"Ah sudah Lah ayo kita Pulang ajak ku cepat


Bergegas kami pun meninggalkan ruangan, seketika itu juga Tari tak menyangka bertemu Arlan


di parkiran mobil. Tari tak merasa senang saat melihat nya, Tari memegang kuat tangan Ruslan,


Ia yang menyadari pun melihat ke arah pandangan Tari siapa sebenar nya yang sedang Tari lihat,


tanpa sadar sampai menjatuhkan tas nya dari pergelangan tangan,


Arlan menghentikan langkah nya di hadapan Tari dengan menatap Tari dari atas sampai bawah.


Ruslan melihat Tari seperti tidak nyaman oleh tatapan pria tersebut, segera mengambilkan tas nya, meraih


tangan nya untuk segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan Arlan yang masih terus menatap Tari.


Ruslan pun sebenernya penasaran pada bahasa Tubuh Tari seperti cemas dan takut, ia juga mengingat pria itu


terus menatap kearah Tari, "Ada apa sama mereka?


Dalam  perjalanan ke rumah Tari terus memikirkan pertemuan nya dengan Arlan, Tari ingat saat masih bersama Arlan seberapa hancur di buat nya, Awalnya Arlan sangat sayang pada Tari namun semenjak Arlan tak bisa lepas dari obat terlarang, rasa sayang Arlan ke Tari semakin Posesif, dan ia selalu melakukan kekerasan Pada Tari, setiap Tari melakukan kesalahan secara tidak sengaja.,Tari terjebak hubungan Toxic, tiga Tahun Tari bertahan akhir nya ia bisa melepaskan diri dari nya dan bertemu Ruslan karna perjodohan.,Tari takut setelah kurang lebih tiga tahun tidak pernah tahu keberadaan nya, Arlan datang lagi ke kota ini. membuat Tari takut tertangkap lagi oleh Arlan.


“Sayang kamu lagi mikir apa meraih tangan Tari


"Engga sayang aku gapapa


"kamu sedang memikirkan pria itu ? langsung ke pokok utama


"hmmm nanti sajalah aku membahas nya, melepaskan genggaman dari tangan nya


Tiba sampai dirumah. Tari pun bergegas cepat langsung masuk kedalam meninggalkan Ruslan tanpa sepatah kata.


"Feelingku jadi tidak enak setelah bertemu Arlan. sambil bolak balikan langkahnya


"Aku harus waspada padanya, Ruslan tidak boleh mengetahui nya,


Sementara itu Ruslan yang sudah berangkat meeting bersama sekretaris nya terus melamunkan dan memikirkan Istrinya, "Baru ini Tari mengabaikan ku, seperti ini kah rasanya di abaikan sambil memegang Dada nya,.


"Arrrrggghhhh!!! Ia berkalut dengan pikiran dan hatinya


Maav pak Ruslan bagaimana ucap rekan kerjanya yang melihat kegelisahan nya


“Oh iya sorry saya lagi banyak pikiran


Tak berapa lama Tari sadar bahwa telah mengabaikan Ruslan saat mengantar nya pulang segera ia mengambil ponsel nya untuk mengiriminya pesan


"Maav aku ga bermaksud mengabaikan mu saat mengantar pulang tadi, mmuuaacchh


Cring pesan masuk di ponsel nya segera ia membaca nya membuat ia tersenyum senyum sendiri


"Mmuaacch balasan pesan singkat untuk Tari


Tari yang menerima pesan balasan darinya sangat kegirangan, karna selama ini dia tidak pernah membalas pesan nya, hal kecil seperti ini lah yang membuat nya senang dan terharu.