My Husband My Protective

My Husband My Protective
Arlan



*****


ARLAN !!! Kamu Tari tercengang


Arlan menghampiri Tari dan mencium Pipi Tari kanan dan kiri nya


Reflek Tari segera mendorong Tubuh nya


"Apa kamu sudah Gila sahut Tari ketus kepadanya


Arlan terus menatap Tari yang tepat duduk di depan Tari


"Tiga Tahun Tari sudah lama sekali, meraih Tangan Tari dan memegang Erat


"Lepas!! namun Arlan tak melepas nya terus memegang Tangan Tari dengan Kuat, Tari menahan sakit pada pergelangan Tangan nya


"Kamu sudah berubah ya Sayang, Tiga tahun tak bertemu penampilan kamu membuat ku lupa saat bertemu di resto jepang lalu.


"Mau Apa kamu mencari ku??? Hubungangan kita sudah Lama berakhir, masih terus berusaha melepas tangan Arlan


"Mau kamu kembali lagi di sisiku mencium tangan nya Tari dan tersenyum penuh arti tersembunyi


"Kamu tidak lihat di jari manisku sudah ada cincin yang melingkar


"Lepas triak Tari pada nya aku sudah menikah dan aku sudah bahagia, Tari melihat pergelangan tangan nya yang memar


Arlan mendengar nya hanya tertawa lepas dan terus menatap Tari dengan tatapan yang berbeda namun tak lama Arlan meneteskan air mata membuat Tari bingung dan takut pada Arlan


"Tari lihat aku, sekarang aku sudah berubah, aku bukan Arlan seperti dulu lagi, Kita balikan lagi ya Tari aku menyesal atas apa yang pernah aku lakuin ke kamu,yah pliis kita balikan lagi, meneteskan air mata penuh penyesalan


Tubuh Tari gemetar melihat sikap Arlan, seperti ada dua sosok dalam tubuhnya, kadang nangis penuh penyesalan tak lama dengan cepat berganti amarah penuh dendam


"Maav Arlan aku sudah menikah dan bahagia, bangkit dari tempat duduknya segera meninggalkan Arlan


Arlan mendengar penolakan Tari seketika gelap mata dan berlari mengejar Tari, Tari berusaha menelpon layanan Taxi online namun karna takut dan cemas tubuh nya gemetar hingga ponsel di tangan nya terjatuh.


"Tari!!! Panggilnya Tari menoleh kebelakang jarak mereka hanya beberapa langkah saja namun Tari begitu sangat amat Takut dengan Arlan mengingat dulu Arlan sering menganiayanya, Tari berusaha untuk tetap tenang di hadapan Arlan agar Arlan tidak marah padanya dan menyakitinya


"Arlan maav aku harus buru buru pulang, berharap ada Taxi yang lewat


Arlan semakin dekat menghampiri Tari segera memeluk Tari dengan Erat dan menangis penuh penyesalan


Tari hanya terdiam kaku tubuhnya semakin gemetar, pelan pelan Tari menjelaskan bahwa hubungan nya sudah lama berakhir, menyuruh Arlan untuk melepaskan nya dan melupakan nya. melepas pelukan Arlan dan terus berharap ada Taxi yang melintas


Arlan terus menolak penjelasan Tari,


"Kamu menolak semua niat baik ku, kamu tidak ingat bagaimana gaya pacaran kita, aku akan tanggung jawab Tari


"Plak !!! Suara Tamparan keras yang mendarat di Pipi Arlan


"Sadar kamu Arlan aku sudah menikah dan memiliki pria yang sangat sayang padaku, Tari ingin berlalu meninggalkannya dengan cepat Arlan menarik tangan nya dan mencium Tari dengan paksa sampai Tari tak bisa nafas di buatnya, Tari menggigit bibir Arlan sampai berdarah dan kesakitan satu satu nya cara agar bisa melepas ciuman dari Arlan


"Brengsek !!! menyeka bibir nya yang sebagian ada darah Arlan


Arlan yang kesakitan dan merasakan ada darah di mulut nya tertawa menatap ke Arah Tari


"Kamu sudah berubah Tari, Tari yang sekarang sudah bisa melawan ku, terus tertawa menatap Tari mengeluarkan pisau lipat kecil sebesar telapak tangan nya dari dalam saku celana nya untuk menakuti Tari agar Tari kembali menuruti keinginannya kembali ke pelukan nya


Tari yang melihat ada Taxi segera berlari untuk mencegat nya namun Tangan Arlan sangat cepat menangkap Tangan Tari yang seketika pisau nya menggores lengan Tari, "Aaaawww !! triak Tari namun tetap ia berlari untuk mencegat Taxi dan berhasil pergi meninggalkan Arlan ,


Ssshh aahhh melihat lengan nya yang terkena goresan pisau lipat sepanjang 5cm dan pergelangan tangan nya yang mulai membengkak karna kuat nya cengkraman tangan Arlan


"Mau ke Rumah sakit mba tanya supir Taxi melihat Tari yang sedang mengelap darah nya dengan tisu


"Ga pak saya mau pulang aja anter ke alamat ini ya pak merintih menahan rasa sakit perih pada tangan nya


Sampai Tari dirumah Tari segera memanggil Bi Inah, Bi Inah yang melihat nya terkejut melihat tangan Tari yang bercucur darah


"Mba Tari kenapa ? Saya panggilkan dokter pribadi Mas ruslan ya mba?


"Iya mba cepat ya air mata nya terurai di pipinya mengingat kejadian masa lalu nya dan sekarang ia kembali merasakan nya lagi


Tak perlu waktu lama selang lima belas menitan dokter pribadi datang dan langsung segera mengobati lengan Tari


yang terkena pisau mendapat tiga jahitan, Tari mengaku bahwa ia terjatuh dan tak ingin membahas nya lebih jauh namun dokter paham bahwa luka yang di lengan Tari bukan karna terjatuh melainkan terkena Pisau tajam dan pergelangan tangan yang memar dan bengkak karna ada penekanan yang sangat kuat yang dibuat seseorang pada pergelangan nya.


"Saya kasih obat nya nanti segera diminum ya


"Baik dokter trimakasih banyak