My History

My History
7. Cinta Pertama itu Bahagia?



.....


Rangga membawa April ke pelukannya, menenangkan gadis yang kini telah sah menjadi istrinya.


"Oh iya mas, dulu adek punya janji sama Nisa setelah dia lulus smp nanti adek akan bawa dia pergi dari sini, tapi karena adek sudah menikah jadi adek minta sama mas untuk pergi dari rumah ini dan izinkan Nisa tinggal sama kita ya?" ucap April lirih namun masih bisa di dengar oleh Rangga.


"Boleh kok, apapun yang membuat mu bahagia akan ku lakukan semampuku" sahut Rangga sambil mendekap erat tubuh April dan ikut merasakan kesedihan yang dirasakan istrinya.


"Mas, kata orang-orang cinta pertama itu menyenangkan tapi tidak bagiku. Aku memulai asmaraku saat aku berusia 17 tahun memang 1 pertama kisah cintaku mulus tanpa masalah namun diawal tahun ke 2 dia memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya, Sumatera. Kami berdua terpaksa menjalani LDR, entahlah sejak dia pergi aku tak merasakan yang namanya galau atau sedih sedikitpun. Dan setelah 1 tahun kami LDR-an dia memintaku untuk bertemu, dia datang bersama seorang wanita yang sedang hamil mungkin sekitar 6 bulan usia kandungannya. Awalnya ku pikir perempuan itu kakaknya, ternyata aku salah dia adalah istrinya. Betapa kagetnya aku mendengar penjelasan darinya, ingin rasanya menangis dan berteriak sekeras mungkin tapi tetap ku tahan dan kupaksakan untuk tersenyum. Katanya, mereka menikah sekitar 1 tahun yang lalu, berarti sejak LDR dimulai." ucap April sambil memeluk erat tubuh Rangga.


April mendongakkan wajahnya untuk menatap suaminya dan berkata...


"Dari penghianatan itu yang membuatku takut untuk memulai kisah asmara kembali dan masa lalu ku yang sering keluar masuk club membuatku merasa tak pantas untuk menjadi istrimu, mas" ucap April yang menundukkan wajahnya.


Rangga pun meraih dagu April dan menatap matanya.


"Dek, kamu fikir mas manusia sempurna apa? Mas juga punya masa lalu yang tak jauh beda darimu" tutur Rangga.


"Serius mas?" Tanya April sambil menatap kedua mata Rangga mencari kebohongan tapi tidak dia temukan.


"Nanti mas ceritakan setelah resepsi di kota C" ucap Rangga sambil tersenyum menutupi kesedihan yang dia rasakan.


"Udahh ya sedihnya, sekarang kamu gak perlu khawatir ada mas yang selalu ada buat kamu. Udah malem yuk tidur" sahut Rangga.


"Ayukk" ucap April sambil tersenyum ke suaminya.


April merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga sebatas dada. Awalnya mereka tidur saling berhapan tapi karna Rangga yang terus memandangi wajah April membuatnya malu dan langsung berbalik membelakangi suaminya.


"Dek?" Bisik Rangga di telinga April sambil memelukknya dari belakang.


Merasa diabaikan Rangga menarik tubuh April hingga berada diatas tubuhnya, April yang mendapat serangan mendadak pun terkejut, pandangan mereka bertemu. Rangga yang melihat kegugupan istrinya malah semakin menggodanya, dengan satu gulung ombak Rangga menarik April semakin merapat lalu berguling menindihnya. Karna takut April memejamkan matanya dan mencengkram erat tangan Rangga.


Klekk


"Mas cuma mau matiin lampu dek" bisik Rangga lalu turun dari tubuh April dan membawa April ke dalam pelukannya.


"Tidurlah besok jam 7 kita berangkat ke kota C" lanjut Rangga.


"Ya ampun kalo gini lama-lama bisa jantungan aku" bathin April.


.....


Pukul 2.30 dini hari Rangga terbangun, ia memang rutin melakukan sholat malam...ia membuka matanya dan menatap wajah cantik alami April yang sedang tertidur nyenyak di pelukannya lalu mengecup sekilas bibir merah merona dihadapannya. Lalu menggeser tubuhnya perlahan agar istrinya tidak terbagun dan bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu.


April yang merasa pergerakan disampingnya membuka mata perlahan, menyadari tempat disebelahnya sudah kosong ia pun memilih bangun dan duduk bersandar di tumpukan bantal.


Cklekk


"Sudah bangun dek?" tanya Rangga pada April yang sedang menatapnya.


"Sudah. Mas dari mana?


"Kamar mandi. Kamu gak pms kan? Ayo sholat bareng"


"Iya mas, sebentar" jawab April sambil setengah berlari ke kamar mandi.


Setelah sholat mereka kembali ke ranjang, mereka saling bertukar rasa dan bercanda hingga adzan subuh menyadarkan mereka.


Setelah sholat subuh...


"Dek packing baju kamu yang mau dibawa ke kota C sekarang ya" titah Rangga.


"Berapa lama di sana mas?"


"Sekitar 3 hari lah. Mas mandi dulu"


"Iya mas"


Setelah berkemas, April memilih duduk di sofa sambil menunggu suaminya selesai mandi...


Cklekk


Melihat suaminya yang keluar hanya menggunakan handuk di pinggangnya membuat tubuh April memanas lalu memalingkan wajahnya. Rangga melangkah ke arah istrinya lalu memeluknya dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di leher istrinya. Hembusan nafas Rangga membuat tubuh April semakin menegang..


"Udah sah kok jadi gapapa dilihat" bisik Rangga di telinga April.


"Emm..Adek mandi dulu ya" ucap April sambil melepaskan pelukan suaminya lalu berlari.


April tak berani menatap wajah suaminya dan memilih menundukkan kepala. Rangga yang melihat kegugupan istrinya semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya lalu mengangkat dagu April dan melum*t bibirnya perlahan. April yang terbawa suasana ikut membalas ciuman dari Rangga, karna Rangga takut tidak bisa menahan nafsunya maka dia mengakhiri ciuman tersebut..


"Morning kiss sayang" bisik Rangga.


April menunduk menyembunyikan wajah yang merona parah karena ucapan Rangga.


"Cepet mandi kita langsung otw" sahut Rangga.


April pun berlari ke kamar mandi karna tak sanggup menjawab ucapan suaminya.


...


"Kita naik apa mas?" Tanya April pada suaminya.


"Mobil" jawab Rangga singkat.


"Mobil siapa?" April kebingungan.


"Liat aja nanti" ucap Rangga sambil tersenyum.


April menuju ke kamar adiknya untuk memberitahu bahwa sebentar lagi akan berangkat. Mereka keluar dengan membawa koper kecil dan berpamitan kepada orang tua mereka.


"Ayah, mama kami pamit ya" ucap April sambil memeluk mamanya.


"Hati-hati ya. Besok mama nyusul ke sana"


"Iya ma"


"Rangga, ayah titip April sama Nisa ya" pinta ayahnya sambil memeluk Rangga.


"Iya ayah, kami pamit ya"


"Hati-hati dijalan"


Didepan rumah sudah terparkir mobil pajero keluaran terbaru warna hitam mengkilat.


"Ini mobil siapa mas?"


"Mobil kita. Hadiah pernikahan dari papa" jawab Rangga.


"Papa?" Tanya April bingung karna setau April suaminya memanggil ayahnya dengan sebutan Abi bukan papa.


"Nanti deh mas ceritain semuanya"


"Trus ini siapa?" Tanya April lagi.


"Adikku" jawab Rangga.


"Hah? Sejak kapan mas punya adek?" Tanya April tak percaya.


"Sejak tahun 1999" ucap Rangga enteng.


"Udah ya nanti mas akan ceritakan semuanya ke kamu tapi gak sekarang, oke sayang?"


"Terserah deh" ketus April.


"Mas, gak sebaiknya evan aja yang bawa?" Tanya Revan, adiknya Rangga.


"Tenang gausah takut, mas gak akan balapan di jalan kok" jawab Rangga sambil tersenyum.


"Balapan? Siapa sebenarnya kamu mas?" Bathin April.


Sekitar 6 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Rangga. Rumah minimalis namun terkesan mewah yang terletak di pinggir jalan raya.


"Assalamualaikum mama, papa" ucap Rangga sambil melangkah ke ruang keluarga diikuti April dan Nisa di belakangnya.


Kemudian keluar 2 orang laki-laki dan perempuan dengan wajah khas jepang mereka.


"Waalaikumsalam nak, sudah sampai?"


April terkejut, kedua orang itu sangat lancar bahasa indonesia.


-----


Terima kasih sudah membaca🙏