
Di sebuah taman Evan dan Nisa duduk bersebelahan, mereka hanya diam pikiran bingung bagaimana cara mencairkan suasana awkward ini. Nisa yang sesekali mencuri pandang ke arah Evan bingung ingin mengawali percakapan.
"Malam ini kita gausah pulang ke rumah tamu ya?" Ucap Evan tiba-tiba.
Nisa yang tak paham maksud perkataan Evan hanya mengernyitkan dahinya. "Kenapa mas?"
"Aku gak mau ganggu quality time mereka sa" jawab Evan yang membuat Nisa semakin bingung.
"Maksudnya? Aku gak ngerti" ucap Nisa menatap tajam ke arah Evan.
"Mereka pengantin baru sa, aku tau tujuan mas Rangga datang ke sini selain untuk silaturahmi dengan Abi dan Umi yaitu menyempurnakan agama mereka" jelas Evan sambil menatap Nisa.
"Menyempurnakan agama? Bukan kah menikah itu menyempurnakan agama ya?" Tanya Nisa.
"Menikah memang menyempurnakan agama sa. Bukan itu yang ku maksud" ucap Evan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia bingung harus menjelaskan ke Nisa dengan cara seperti apa.
"Kewajiban mereka sebagai suami istri. Paham kan suatu hal yang sering dilakukan pasangan yang sudah menikah?" Tanya Evan yang melihat Nisa sedang berpikir apa maksud dari perkataannya.
Nisa terdiam sejenak lalu menatap Evan. "Emmm...sepertinya aku sudah paham maksud ucapan mu" jawab Nisa kemudian menatap mata Evan.
"Jadi mau istirahat di mana malam ini? Tanya Nisa.
"Dimana pun tempatnya tidurlah di bahu ku" jawab Evan singkat tanpa menatap Nisa.
"Kamu ngmong apa sih?" ucap Nisa lalu menepuk pelan bahu kiri Evan.
Evan menatap Nisa lalu menariknya untuk bersandar di bahunya. "Tidurlah meski ini tak nyaman..."
"Hmmm" gumam Nisa lalu memenjamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah sejenak meski dalam posisi yang tak nyaman, tapi ia tetap berusaha untuk tertidur.
.....
"Terima kasih sayang, telah menjaga mahkota mu dan memberikannya pada mas" ucap Rangga setelah perjuangannya membuka segel April.
April hanya mengangguk lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Rangga membawa April ke dalam pelukannya lalu mengecup pucuk kepala istrinya.
(Mereka gak sadar bahwa adiknya rela tidur di luar demi quality time mereka berjalan lancar😆kasihan tuh yang tidur di luar😧)
"Bangun sayang sholat subuh dulu yuk, baru lanjut tidur" ucap Rangga.
"Sebentar lagi mas" sahut April menarik selimut ke seluruh tubuhnya.
Rangga menatap wajah cantik istrinya yang alami tanpa polesan make up. Tatapan yang awalnya hanya sekedar menatap kini burubah menjadi tatapan yang penuh gairah.
Rangga membisikkan kata-kata yang sukses membuat istrinya terbangun karena kaget dengan ucapan suaminya.
"Mas ngomong apa sih? Ini masih pagi lo jangan aneh-aneh deh" ucap April mendorong suaminya.
"Menolak ajakan suami dosa lo" ucap Rangga sambil menaik turunkan alisnya dengan tatapan genit.
Belum sempat April menjawab, tangan Rangga sudah lebih dulu bermain di tubuhnya. Mereka mengulang kejadian semalam yang lebih menggairahkan. Jika saja hari ini tak ada acara resepsi, sungguh Rangga akan meminta lebih pada April setelah sholat subuh nanti.
"Mandi bareng yuk!" Ajak Rangga dengan lembut.
"Gak mau" ucap April menggelengkan kepalanya.
"Malu?" Tanya Rangga dan dibalas dengan anggukan oleh April.
Rangga langsung menggendong tubuh April. April terkejut dan langsung melingkarkan tangannya ke leher Rangga.
"Kenapa harus malu. Kan dari semalam kita sudah melakukannya jadi saling melihat bukan hal yang tabuh lagi. Dan mulai sekarang biasakan melakukannya bersamaku, dek" ucap Rangga sembari menurunkan April dibawah shower.
Setelah mandi bersama dan juga sholat subuh, Rangga mengajak April untuk istirahat kembali.
....
Jam menunjukkan pukul 7:00. April membuka matanya dan mencari keberadaan suaminya tapi tidak ia temukan. Ia terdiam sejenak merasakan sakit di daerah kewanitaannya yang terasa perih.
------
Terima kasih sudah membaca🙏semoga suka dan bila ada salah pengetikan atau masukan harap komen nanti akan author revisi ulang🙏dan bila berkenan harap tinggalkan jejak berupa like, komen dan juga vote😊