My History

My History
20. Gagal



"Mas, adek mau minta tolong soal ini. Jadi...."


----


Belum sempat April menyelesaikan kata katanya, bibirnya langsung terbungkam karena ciuman lembut dari Rangga. Rangga telah salah paham, ia pikir istrinya menginginkan "kegiatan" dipagi hari. Padahal maksud April minta tolong belikan pembalut.


"Mas, dengerin dulu" ucap April sambil memegang tangan suaminya yang mulai berjelajah kemana mana.


"Adek pms, jadi tolong belikan pembalut" jelas April.


Mendengar kata pms, Rangga langsung berhenti lalu menatap istrinya.


"Sayang pasti bohong, iya kan?" Tanya Rangga tak percaya.


"Kalo gak percaya ayo ke kamar mandi" ucap April bangkit dari pangkuan Rangga.


"Tau gini mas minta dari semalam aja dek. Gagal deh impian mas buat minta jatah ke kamu" ucap Rangga frustasi lalu keluar dari kamar.


"Kasihan sih tapi mau gimana lagi" gumam April melihat Rangga keluar dari kamar.


----


"Ma......" panggil Rangga.


"Apa sih masih pagi teriak teriak, ini rumah bukan hutan, mama juga dengar" sahut mama Livia yang baru keluar dari dapur.


"I'm sorry mam" ucap Rangga sambil tersenyum.


"Mah, ada pembalut wanita gak?" Tanya Rangga.


"Hah? Buat apa?" Tanya mama Livia terkejut.


"Buat April ma, dia pms dadakan jadi gak ada persiapan" jelas Rangga.


"Oh, kirain....sebentar mama ambil dulu" ucap mama Livia tertawa ringan lalu pergi mengambilkan pembalut.


"Nih bawa aja semuanya" ucap mama Livia sambil menyerahkan 1 pack pembalut wanita.


"Okay, thanks mam" ucap Rangga lalu kembali ke kamar.


"Hmmm, setidaknya lebih baik dari yang dulu. Semoga kamu bisa menerima mama dan menganggap mama seperti mama kandungmu sendiri" ucap mama Livia dalam hati.


Rangga melingkarkan tangannya dipinggang April, dipeluknya dengan erat dan menelusupkan wajahnya ke lekukan tubuh April lalu menghirup wangi tubuh istrinya. April langsung memutuskan sambungan telepon dan memejamkan matanya saat tangan Rangga mulai bergerilya menjelahi tubuhnya dibalik Bathrobe.


Pelahan tapi pasti, kecupan singkat mulai didaratkan dileher April. Dengan tangan yang masih berjelajah kemana mana, hingga hisapan kuat diberikan Rangga untuk mengakhiri aksinya. Lingkaran merah tercetak jelas dileher kanan April.


"Pembalutnya mas taruh di meja, mas mau mandi dulu" bisik Rangga lalu masuk ke kamar mandi.


Jantung April berdetak lebih cepat dan napasnya tak beraturan akibat ulah suaminya. Dengan cepat April mengambil dress maron yang sudah ia siapkan lalu memakainya.


Saat hendak memakai skincare nya pandangan matanya tak sengaja melihat bekas merah yang ditinggalkan Rangga tadi. Ia terkejut dan berusaha mengusapnya namun tak juga hilang.


"Ini apa? Aku kenapa kok bisa merah kayak gini?" Ucap April sambil terus menggosok lehernya.


Rangga yang baru saja keluar hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya, melihat istrinya yang sedang mengerutu didepan cermin. Ia menghampirinya dan berdiri tepat dibelakang April sambil menatap wajah istrinya dari pantulan cermin. Tangannya menggenggam tangan April yang sibuk menggosok bekas ciumannya tadi.


"Percuma sayang, gak akan bisa hilang" ucap Rangga.


"Hah? Maksudnya?" Tanya April terkejut.


"Itu aku yang buat biar orang tau kalo kamu cuma milikku" balas Rangga sambil memeluknya dari belakang.


"What? Terus kapan hilangnya?"


"Mungkin satu minggu" jawab Rangga sambil tertawa ringan lalu pergi memakai baju.


"Mas...masa sih satu minggu" rengek April sambil menatap suaminya.


"Gak tau ya" ucap Rangga santai sambil melepas handuk yang ia pakai dihadapan istrinya. Wajah April seketika memanas dan langsung memalingkan wajahnya, mencari objek lain yang bisa dilihat.


Rangga hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu malu kucing. Tapi ia memahami karena pernikahan mereka yang baru berjalan 4 hari ini.


"Sudah sah sayang, jadi dilihat juga gak akan dosa" ucap Rangga.


April hanya terdiam sambil menutup matanya denganĀ kedua tangannya yang membuat Rangga semakin terkekeh.


-----


Terima kasih sudah membacašŸ™jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga vote bila berkenan😊