My History

My History
Permainan



"*Kenapa dia nggak beli kaca mata pak?" Tanyaku lagi yang penuh penasaran.


"Adduhhh, Kamu tanya langsung dengan ali," Jawab pak sohri sambil memegang kepalanya.


"Kirain dia sengaja maju-maju terus pak, Hehehe," Kataku sambil tertawa paksa.


Tak lama setelah itu pak sohri bertanya kepadaku.


"Sishy itu saudari kandung kamu?"


"iya pak, Pasti bapak mau tanya Kenapa saya tidak mirip dengan kakak saya." Ucapku Sambil memakan bekalku.


"Ini anak tebakannya pas juga yaa."Gumam pak sohri pelan. "Bukan, Maksud bapak kenapa kalian berdua bisa Seangkatan?.


"Yah karna ada sejarahnyalah, setiap orang masing-masing punya sejarah pak, Seperti saya dan saudari saya, Dari pada bapak bertanya seperti itu kesaya, Mending bapak cari istri." Ucapku kepada pak S*ohri.


Gila...Masih kecil Aku Udah ngomong kayak gini-ginian.


"*Tertusuk kehati, Aku belum nikah". gumam pak sohri. "Hahahahahaha... masih kecil udah bilang gitu, Belajar dulu yang baik-baik yaa nak." Ujak pak sohri


"Hehehehe iya pak," Ucapku sambil meminta maaf.


"Aku ini orangnya cerewet, Jadi kalau bicara kadang susah ngontrolnya, Maaf yaa pak." Batinku.


Tiba-tiba muncul seorang anak dipintu.


"Sri mau main clario nggak?Tanya aco kepadaku*.


Kenalin Nama aslinya adalah Abrar Mustaqim biasa dipanggil Aco, Beda banget yaa, nama Asli dan panggilan, Dia adalah ketua kelasku dikelas, kadang orang memanggilnya Madun kw karna mirip dengan pemain bola yang namanya madun itu lho, Orangnya perhatian, Ramah Dan juga sangat pintar dikelas, Sejak pertama masuk SD dia udah mulai jatuh cinta Pada pandangan pertama kepada sahabatku yaitu citra. Walaupun masih bocah ingusan, Baimanapun itulah yang namanya pandangan pertama.


"*Ahh, iya tunggu bentar, Sebentar lagi Aku nyusul kok." Ujarku kepada aco yang sedang berdiri didepan pintu.


"Oh, Oke."


"Pak saya kelapangan dulu yaa," Ucapku kepada pak Sohri*.


Akupun bergegas menuju lapangan yang tepat berada didepan Masjid Sekolahku.


"Gimanih, Kita kekurang 1 orang lagi nih," Ujar Oca yang berada didekat Aco.


**Yups..


Namanya adalah Oca Nama Aslinya yaitu Ausaf Jufri, Nggak nyangka Aku, nama bagus-bagus di beriin Ortu malah di panggil gitu, Mungkin Setiap Orang punya Sejarah Kali yaa.


Lanjut..


Dia adalah sahabat Terbaik Aco dari TK, Mereka tak bisa terpisahkan kecuali pulang kerumah masih-masing dan Hal-hal tertentu.


Mereka bagaikan ulat dan kepompong. Sifatnya Sama Kayak Aco tetapi bedanya tuh kadang suka nggangu orang yang sedang serius**.


"*Kebetulan sih kutu buku lewat tuh, panggil Ahh.."Gumamku pelan. "Woi si kutu buku," Teriakku dari arah kejauhan dengan suara keras, Sampai-sampai Santri disekitar lapangan melihatku.


"Iya kamu, Masa Hantu sih" Kataku Sambil Melambaikan tangan*.


*Alipun menuju kearah kami. "Ada apa?" Ujar ali kepadaku.


"Nah, Sekarang kita Sudah pas kann, Ayoo kita mulai saja permainannya" Ucapku sambil menaruh tangan di pundaknya ali.


"Apaa! Ini Sebenarnya kenapa? Apa salahku eeyy.." Ujar Ali yang merima kenyataan*.


Membagi kelompokpun dimulai, Ternyata si kutu buku satu tim dengan ku, Sial banget.


Kamipun mengambil Tempat masing-masing untuk berjaga-jaga, Dan permainan pun dimulai.


"*Oy, Jaga yang bener yaa," Teriakku dari arah belakang ali.


"Iya, Aku nggak sebodoh kayak kamu"ucap ali dari depan.


"Iddih, Sombong Sekali jadi pintar."Gumamku dari belakang.


Permainan pun masih berlangsung, Tiba-tiba..


"Citra Awas,"Teriak Aco dari Arah berlawanan, Ocapun langsung menarik tangan citra.


"Oyy, Itukan Gue punya," Gumam Aco dengan muka datar.


"Percuma kali selamatin dia, Ujung-ujungnya mati juga," Gumam ali dengan pelan.


"Kena, Yeyy, sekarang giliran kita" Kataku dengan Ekspresi yang sangat senang.


"Sabar yaahh, Keberuntung tak tertuju padamu," Ucap ali sambil menepuk pundak oca.


Pergantian berjaga-jaga.


"Oy cepetan masuk,"


"iya sabar"


"kelaamaan,Sini" Ujarku menarik tangannya memasuki arena permainan.


"Astagfirullah, Tuhan tolong. Siapa saja, lepaskan saya dari dia." Gumam Ali dengan suara pelan.


Santripun tiba-tiba berhamburan..


"lari woy lari," Ujar salah satu santri*.


Hai Readers...


Jangan lupa like and comment dari kalian untuk cerita ini..