
"Berarti aku tadi ngejek kemampuan pelatih dong?" Tanya April. Rangga kembali mengangguk.
----
April segera turun dari ranjang hendak keluar kamar karena ia tau tatapan suaminya sudah berubah jahil. Dengan cepat Rangga menarik tangan April hingga tejatuh diatasnya.
"Mas lepasin" ucap April pelan.
"Mau kemana? Katanya mau ngajari mas, ayo dong sayang" bisik Rangga yang membuat wajah April semakin memerah.
"Katanya pelatih buat apa diajarin lagi, harusnya aku yang diajari"
"Hmmm"
"Mas please lepasin" rengek April.
"Gak mau" balas Rangga singkat.
"Ayo turun ke bawah, masa dari semalam gak keluar kamar"
"Males ketemu sama seseorang yang ada dibawah"
"Siapa?"
"Anaknya bi Sari"
"Maks...mmphh" satu kecupan dari Rangga berhasil membungkam bibir April.
"Gausah tanya tentang dia, mas males"
"Oke..." April pasrah
......
Rengga dan istrinya tidak datang karena jadwal terbang Rengga yang mendadak dan mengharuskan mereka pulang malam ini. Sedangkan Evan dan Nisa memilih menghabiskan waktu yang tersisa untuk bercanda dan bertukar cerita di taman dekat rumah. Dan pengantin baru pastinya menikmati waktu berdua dikamar.
April duduk dipangkuan Rangga sambil menemani suaminya yang sedang bermain game diponselnya.
"Mas..."
"Hmmm...."
"Apa aku boleh minum pil kontrasepsi?"
Rangga langsung meletakan ponselnya lalu menatap wajah istrinya dengan lekat. Ia sudah tidak memperdulikan kekalahan game yang dimainkannya tadi.
"Buat apa?" Tanya Rangga.
"Kamu mau cegah kehamilan? Kamu gak mau hamil anak aku? Kam...."
Cup...satu kecupan singkat yang langsung membuat Rangga terdiam.
"Tapi ?" Tanya Rangga mengangkat salah satu alisnya.
"Karena aku masih ingin mengenalmu lebih jauh, aku ingin kita pacaran dulu setelah menikah. Lagian usia mas kan baru 24 dan aku masih 21, gapapa kan kita tunda baby?" Tanya April sambil menggenggam tangan suaminya.
"Beri aku waktu satu tahun untuk kita pacaran dan tolong tetap izinkan aku bekerja, ya?" Lanjut April.
"Sayang, tujuanku menikahi mu untuk mencari pendamping hidup bukan untuk mencari pesaing. Buat apa kamu bekerja?" Tanya Rangga lembut tapi tegas.
"Mas, aku masih ingin menikmati pekerjaanku. Aku janji, aku akan tetap melayani mu setiap harinya" ucap April dengan mata berkaca-kaca.
Saat Rangga hendak menolak permintaan April, satu bulir air mata jatuh membasahi pipinya, sehingga membuat Rangga tak tega untuk menolaknya.
Rangga menghela napasnya. "Oke, tapi ingat hanya satu tahun dan tidak lebih dari itu. Kalo kamu sudah mulai lelah langsung resign aja gausah dipaksain" ucap Rangga terpaksa mengiyakan.
April langsung mendorong suaminya dan memeluknya dengan erat. Beberapa kecupan ia daratkan diwajah suaminya dan terakhir sebuah lu*matan diberikan April untuk mengakhiri aksinya.
"Thanks mas sayang" ucap April lalu turun dari atas tubuh Rangga.
"Kenapa turun?" Tanya Rangga sambil tersenyum.
"Apa an sih, aku mau ganti baju" ucap April sambil berjalan ke arah lemari dan diikuti oleh Rangga.
"Ambil bajunya dan ganti disini" ucap Rangga.
"Gak mau" balas April singkat lalu berjalan ke kamar mandi. Tangan April langsung ditarik oleh Rangga.
"Kalo gak mau aku gak izinkan sayang bekerja, gimana?" Ucap Rangga sambil tersenyum jahil.
"Ohh mau ngancem nih ceritanya" ucap April.
"Bukan ngancem sih, tapi lagi pengen lihat tubuh kamu sayang" bisik Rangga.
"Gimana? Atau harus aku yang buka baju kamu nih?" Tanya Rangga sambil menaik turunkan alisnya.
April masih terdiam, tubuhnya memanas dan jantungnya berdetak tak beraturan. pikiran melayang, Buka sendiri atau dibukain? Atau lebih baik melarikan diri? Tapi bagaimana caranya?
"Oke tapi mas balik badan ya?" Ucap April.
"Heii, aku bilang di depanku bukan di belakangku" ucap Rangga, tangannya sudah mulai membuka kancing baju istrinya satu persatu.
April hanya terdiam pasrah, ia tak bisa menolak ucapan suaminya apalagi menghentikan tangan yang sudah membuka setengah bajunya.
Ketika baju April sudah sempurna terbuka, Rangga langsung memalingkan wajahnya. Ia tak akan mampu menatap tubuh mulus istrinya dan itu akan membuatnya semakin bergairah. Jika saja tamu bulanan istrinya tidak hadir hari ini, Rangga pasti akan mengajak istrinya untuk bermain selimut.
"Kamu lanjutin sendiri ya, bajunya sudah aku buka. Terima kasih atas pemandangan indah malam ini" bisik Rangga lalu berjalan ke arah sofa.
-----
Terima kasih sudah membaca🙏mohon tinggalkan like jika berkenan😊