
"Sri Sebentar kerumah yaa," Tutur ali.
"Woke Siipp," Ucapku sambil menjilat Es krim.
Hai Readers...
Itulah aku, tampa bertanya mau ngapain pergi kerumahnya. Akupun bergegas pergi kerumahnya yang terletak di belakang masjid sekolahku.
"Assalamualaikum,"Salamku dari luar.
Terdengar suara wanita yang menjawab salamku."Wa'alaikumussalam." Yaaa, itu adalah jawab salam dari ibunya ali yang biasanya dia panggil Umi.
"Tante ali ada nggak?" tanyaku yang menunggu depan pintu.
"ada nak, tunggu sebentar yaa tante panggilkan." Ucap umi ali.
Menurutkuuu, Uminya tuuhh sangat baik, Walaupun awal pertamanya kulihat sangat galak dari Raut wajahnya, (Emang yaa.. Dulu akutuh Cuman menilai orang dari sampulnya doang, Heheheh).
Umi Ali biasanya mengenakan pakaian tertutup dan Setiap keluar rumah Selalu menggunakan Cadar.
"Lii, itu teman kamu diluar cariin kamu," Ujar umi.
"iya mii, tunggu bentar." Jawab ali sambil mencari sesuatu.
"Nahh ini dia yang dari tadi kucariin," Gumam ali pelan.
" Astaga, Buat siapa tuuh bang?" Tanya Ayman yang melihat ali memegang sesuatu.
"ini?, Oh untuk teman," Ujar ali Sambil Memperlihatkan benda yang dipegangnya kepada saudara ke 4nya.
"Iddihh,tumben bang, nggak Seperti biasanya gini." Ucap Ayman.
Alipun tak menghiraukan Ayman dan segera pergi keluar.
"Nah, Mana kaki kamu yang luka?" Tanya ali sambil membawa obat.
"Yang ini,ini dan ini," Jawabku sambil menunjukkan luka yang terjatuh dari sepeda tadi.
Tak lama setelah itu, tampa sadar lukaku diobati oleh ali, Karena aku sibuk memperhatikan Anak-anak lain yang pergi makan Siang Catring disamping rumah ali.
"Astagfirullah bang, kamu apain tuhh anak orang sampai luka-luka gitu?" tanya ayman yang tiba-tiba berada depan pintu.
"Sudah-sudah,kamu pergi sana udah mau Sholat Dzuhur nih," Ucap ali yang mengalihkan pertayaan dan mengusirku.
"Iya-iya," Kataku.
"Nggak usah terima kasih ahh, Toh dia juga yang jatuin aku," batinku.
Setelah Selesai Sholat, Kami pergi Mengaji kepada bu nurul dikelas 5, Setelah mengaji, Masuk pelajaran dan pulang kerumah jam 3.
Sesampainya dirumah, Aku melihat ibuku, Matanya berkaca-kaca seperti habis menangis**.
"Ibu habis nangis lagi?" tanyaku sambil merangkul ibu.
"Nggak kok sayang, ibu nggak apa-apa, kamu kesana aja, ganti baju yaaa baru pulang sekolah," Ucap ibuku, Yang seperti terlihat baik-baik saja.
"Ibu Kalau ada apa-apa bilang keaku aja yaa, Aku akan selalu ada buat ibu," Kataku sambil mengelus pipi ibuku.
Akupun pergi menuju kamar, Manaiki tangga Sambil melihat ibu yang masih merenung entah apa sebabnya. Sesampainya depan kamar, Aku langsung masuk dan menutupi pintu kamarmu.
"Pasti semuanya gara-gara papah, Aku yakin semuanya gara-gara dia, Dari dulu sampai sekarang papah nggak pernah berubah huhuhuhuhu..." Gumamku pelan yang terduduk sejenak dan terbujur kaku.
Tok.. tok.. tok.. tok...
Suara ketukan pintuku dari luar
"Sri, buka dulu pintunya, buku aku ada didalam," Ujar kakaku Sishy.
"Iya bentar," Ucapku sambil menghapus air mataku dan langsung membuka pintu.
"Kamu habis nangis? Alay banget nangis gitu, biarin aja paling besok-besok baikan." Ujar kakaku yang langsung memasuki kamarku, mengambil barangnya dan keluar.
"Entahlah, aku tak bisa tidak memikirkannya," Batinku.
"Andai aku bisa melihat masa depan, pasti aku tak memikirkan hal ini, Kasiankannn, kalau ibu diginiin terus, Aku harus lebih berusaha lagi agar bisa meringankan beban ibu." Gumamku pelan.
Tok.. tok... tok.. tok..
Suara ketukan pintu dari luar kamarku.
"Nak udah tidur,"
"itu kan suara ibu," Gumamku pelan. "Belum bu," Kataku sambil membuka pintu kamar.
"Ibu tidur sama kamu yaa," Ucap ibu sambil tersenyum.
"Iya, Silahkan masuk bu," Kataku Sambil membalas seyuman ibu yang begitu tulus.
Akhirnya Aku dan ibupun tidur bersama.
"Kasian ibu, Sudah tua masih menanggung beban, tunggu aku besar yaa buu," Batinku sambil memeluk ibuku.
Jangan lupa like and comment dari kalian Yaa..